Sebuah Kehidupan

Sebuah Kehidupan
Kedatangan Pahlawan Di Kemiliteran


__ADS_3

Mobil Dirga memasuki kota Wayangandja pada jam 4:30 pagi , suara adzan sudah berkumandang dari segala arah. Ia pun memarkirkan mobilnya di parkiran masjid didekat sana untuk menjalani sholat subuh berjamaah.


Seusainya ia melaksanakan kewajibannya , Dirga berniat ingin mencari makanan terlebih dahulu untuk di makan saat dalam perjalanan.


Ia menaiki mobilnya dan membuka hp miliknya untuk mencari pasar terdekat dari masjid Al Hikmah. Setelah menemukan jalan terdekat , ia pun memacu kecepatan mobilnya dan langsung pergi ke pasar yang dimaksud.


Dalam perjalanan menuju pasar , ia memandangi langit yang berwarna biru kemerahan yang menandakan raja siang akan segera terbit. Pemandangan di kota Wayangandja tak jauh beda dengan kota Purnamasari , kota yang bersih dengan gedung-gedung tinggi yang menjadi ciri khas sebuah kotanya.


Sesampainya di pasar yang di maksud , Dirga segera mencari makanan untuk melanjutkan perjalanannya. Saat sedang memilih memilah makanan yang sangat banyak dan berbagai macam , Dirga di tabrak oleh seorang anak kecil laki-laki.


" Eh.. Ma-maaf kak "


" Em , tidak apa..... Tapi lain kali , jangan suka mencuri hak orang lain , oke? "


Anak kecil itu terkejut karena Dirga dapat mengetahui bahwa dompet milik Dirga di copet oleh anak kecil tersebut. Tadinya ia ingin melarikan diri karena takut di pukuli oleh Dirga namun lengannya keburu di tahan oleh Dirga.


" Kumohon , ma-maafkan saya.. Jangan pukul saya... "


" Hey hey , tidak ada yang akan memukul mu.. Coba ceritakan kenapa kamu mencuri seperti ini? "


" ..... Saya tidak memiliki uang untuk bertahan hidup , saya tidak tahu orang tua saya kemana... Saya ingin bekerja namun tidak ada yang mau menerima saya karena masih anak-anak "


" Ah , begitu rupanya "


" saya pernah di suruh kerja , tapi kerjanya meminta-minta.. Dan itu hal yang tidak boleh , itu yang di ajarkan oleh kakak saya "


" hm.. Sekarang kakak kamu kemana? Kok Abang tidak lihat? "


" Dia... Dia... diculik.. Dan saya bertekad untuk menemukan nya "


" hmm.. Seperti itu rupanya.. Baiklah , Abang akan bantu kamu menemukan kakak kamu... Tapi janji yah? Jangan mengambil hak orang lain lagi "


" saya... Saya janji..!! "


Suara perut yang bergemuruh pun terdengar , perut anak kecil tersebut kelaparan karena tidak makan selama 2 hari.


" haha , baiklah sekarang kita akan beli makanan dulu... Oh ya , siapa nama mu? "


" Nama saya... Damian Halik "


" Oke dek Damian.. Nama Abang Dirga Prananda "


Dirga pun mengajak Damian pergi berkeliling untuk mencari makanan untuk di makan sebelum mereka berangkat ke kemiliteran. Setelah selesai makan , Dirga dan Damian pun pergi ke parkiran untuk menaiki mobilnya.


" Bang Dirga... Ini mobil mu? "


" Ya.. Keren bukan? Ayo masuk "


Mereka berdua pun masuk kedalam mobil. Dirga menyalakan mesinnya dan memanaskannya


Vroooom!!! Vrooooom!!! Vrooooom!!!

__ADS_1


Setelah mesinnya panas , mereka pun berangkat menuju pemberhentian berikutnya yaitu pusat kemiliteran.


" Bang Dirga.. Kita mau kemana? "


" Abang mau ketemu sama kenalan.. Di pusat kemiliteran "


" Wah , teman Abang pasti orang yang berjasa bagi negara "


" haha , sudah pasti... Maaf kalau Abang menanyakan hal ini , tapi kenapa kamu bisa ada di pasar itu? "


" Emmm... Jadi gini bang.. Tadinya aku sedang berjalan-jalan dengan ayah , ibu dan kakak pergi ke pasar untuk beli makanan enak. Tapi saat sedang memilih makan , tiba-tiba sebuah asap muncul.. Membuat semua orang panik dan berlarian kesana kemari..."


Damian berhenti sejenak dan melanjutkan perkataannya


" ayah dan ibu berusaha melindungi aku dan kakak dari orang jahat yang datang... disaat itu lah para orang jahat itu menyerang ayah dan ibu.. Membuat keduanya pingsan dan di bawa oleh mereka.. Ayah menyuruh saya untuk bersembunyi di bawah meja pedagang... Aku dan kakak pun bersembunyi di bawah meja yang bersebrangan... Tapi... Kakak ketahuan dan berhasil dibawa oleh orang-orang jahat tersebut "


Suaranya mulai sesenggukan karena mengingat kembali kejadian yang ia takutkan


" Para polisi datang... Dan... Mulai baku tembak di pasar itu.."


Ia pun menangis karena tak kuat mengingat kejadian yang menakutkan , karena Damian adalah anak kecil yang seharusnya masih bermain dengan anak sepantarannya di sekolah dasar.


Tapi sayangnya takdir mempermainkan kehidupan Damian


" Hmm.. Jadi kejadian itu sudah lumayan lama yah.."


" ....hiks... Iya bang "


" Aku tidak pernah berpikir masalah yang aku alami akan seluas ini , bagaimana pun juga aku harus menyelesaikan masalah ini " gumam Dirga dalam hati


Mereka sampai di kemiliteran pada waktu sore hari , disana Dirga di sambut oleh semua pasukan militer yang berbaris rapih sembari memberikan hormat.


" Hormat pada Pahlawan!!! "


" Turun kan tangan kalian... Kalian membuat aku malu , tau tidak? "


Mereka semua mengambil sikap tegap dan membiarkan Dirga dan Damian masuk ke gedung markas militer dengan di dampingi oleh salah satu Soldier yang ada disana.


" Pahlawan Dirga.. Jendral Dayu ingin bertemu dengan anda di kantornya "


" baik , antar aku kesana "


Ruang itu terlihat seperti ruang kerja seperti biasanya.


Dirga dan Damian pun masuk ketempat itu dan mendapati Dayu yang sedang duduk dengan pose seperti jendral yang dengan serius-seriusnya menunggu seseorang.


Melihat wajah Dayu yang menyeramkan , Damian bersembunyi di belakang kaki Dirga karena ketakutan dengan wajah Dayu yang seperti penjahat. Mata kirinya terluka dan tidak bisa di buka sementara , disebabkan karena pertarungannya waktu lalu.


" Ahaha , selamat Dirga... Maaf telah membuat teman kecil mu ketakutan "


" Tidak apa.... Damian , kenalin.. Dia adalah teman ku , Dayu.. Em Dayu... Dayu apa sih aku lupa "

__ADS_1


" Haish.. Pahlawan-pahlawan... Dek , perkenalan namaku Dayu Sandian , seorang Jenderal bintang 4 "


" Waahh.. Namaku Damian Halik "


Mereka semua pun duduk di kursi yang sudah di sediakan disana , Hermanto masuk kedalam ruangan untuk menyiapkan data-data yang telah mereka dapatkan dari mulut para penyelundup.


" Jendral , ini adalah data-data yang berhasil saya dapatkan langsung dari mulut tersangka , saya telah mencatat yang mana yang mencurigakan dan mana yang benar-benar jujur "


" Baiklah , terimakasih Harman "


Dirga pun bertepuk tangan karena melihat efesiensi Hermanto dalam bekerja


" Haha , tak sangka yah... beberapa waktu tidak bertemu sekarang sudah menjadi orang hebat "


" Haha , kamu bisa aja Ga.. Aku pasti bekerja dengan baik , dan ingin menjadi pahlawan seperti dirimu "


" em , semangat "


Mereka akhirnya lanjut ke topik utama yang akan mereka bicarakan , yaitu tentang masalah penyelundupan lagi.


" Dek Damian lebih baik bermain dulu di luar dengan soldier yang tadi... Oke? "


" baik "


Damian turun dari kursi dan berjalan keluar dari ruangan tersebut. Dayu bertanya perihal identitas Damian


" Damian itu siapanya kamu? "


" tidak... dia hanya anak kecil yang tak sengaja bertemu dengan ku di pasar... Orang tuanya menjadi korban penculikan di pasar "


" ooh , pelakunya sudah pasti orang yang sama dengan kasus penyelundupan itu.... Baiklah , hari-hari lalu aku menjalankan misi di pulau Narata untuk mengamankan semua barang selundupan disana yang berhasil di deteksi oleh GPS tracker milik mata-mata kami "


" Lanjutkan "


" meski misi itu terbilang sangat berbahaya , tapi kami berhasil mendapatkan semua barang bukti serta pelaku yang masih hidup untuk menggali informasi lebih dalam "


" hm , jadi data-data ini adalah informasi yang kau dapat dari mulut tersangka? "


" sudah pasti... Ada beberapa data yang menarik di sini.. salah satunya adalah ini.."


Dayu menunjukkan secarih kertas yang berisikan data tentang keberadaan atasan para tersangka yang ternyata berada di kota Wayangandja.


" Dan seperti kata Irjen Herman , semua data ini ada yang benar dan juga ada yang masih meragukan... Kami berusaha untuk menyelediki data yang terbilang masih meragukan "


" baik... Sekarang apa yang akan kau lakukan.. Menunggu sampai data ini terbukti benar? "


" Hehe , sebenarnya data lokasi ini benar... tapi akan sangat berbahaya jika menyerang langsung dari depan.. Takutnya para warga yang akan terkena imbasnya "


" hmm benar yang kau katakan... Tapi kita tidak boleh terlalu lama menunggu "


" Haish , sudahlah kalau begitu... Untuk hari ini masih buntu , kita tidak tau apa yang harus di lakukan "

__ADS_1


" ya , tunggu data selanjutnya saja "


__ADS_2