
Keesokan harinya setelah pelatihan sekolah Militer , Ratu menemui Dirga dan mengingatkannya tentang orangtuanya
" Mas Dirga hari ini bisa? "
" Bisa kok mbak , kapan berangkatnya? "
" sekarang saja. Mobil sudah menunggu di parkiran "
Dirga pergi ke parkiran sedangkan Ratu pergi mengajak Putri ikut bersamanya.
" Put , kamu ikut tidak. Kalau tidak aku akan melakukan kencan dengan mas Dirga nih "
Ledek Ratu
" Ih , aku ikut. Biar kalian tidak macam-macam dibelakang ku "
Setelah Putri berganti baju , ia dan Ratu pergi ke parkiran. Disana sudah ada Dirga yang menunggu. Mereka bertiga masuk ke mobil dan berangkat menuju pusat kota Purnamasari dimana Ratu tinggal.
Di perjalanan , Dirga mengingat kembali saat ia pertama kali merantau. Ia melewati jalan ini untuk menuju desa Curuguyang.
" Hah , nostalgia banget "
Gumamnya.
Sesampainya di rumah Ratu. Rumahnya sama besarnya dengan rumah Sudarta , Ratu menyambut mereka masuk kedalam rumahnya.
" Ayo-ayo kita makan dulu di dalam "
Dirga dan Putri hanya mengangguk dan ikut pergi kedalam rumah yang sangat besar itu. Didalam , sudah ada dua orang yang menunggu mereka di meja makan. Mereka berdua adalah ayah dan ibu Ratu , ayahnya bernama Ilham Arief dan ibunya bernama Najwa Irianti.
Mereka berdua menyambut kedatangan Dirga , Ratu dan Putri
" ayo-ayo. Kita makan dulu "
Mereka semua duduk di kursi meja makan. Mereka berbincang-bincang santai sambil makan disana.
Setelah makan , Pak Ilham bilang ingin bicara dengan Dirga.
" Kalian berdua pergilah dulu ke kamar Ratu. papa mau bicara dengan Dirga "
pintanya
Ratu dan Putri pergi ke kamar tidur milik Ratu. Ilham pun mulai berbicara serius dengan Dirga.
" Dirga. Apakah kamu mencintai anak saya? "
" Saya tidak mencintainya , tapi saya bisa menjadi temannya "
" kenapa? Kami punya banyak uang untuk mu dan Ratu "
" Om , cinta bukanlah hal yang bisa di beli , saya hanya menolong Ratu karena ia kebetulan lewat dekat asrama saya "
" haish , menantu seperti mu ini adalah yang sangat diharapkan oleh banyak orang. Tapi Yasuda lah , Ratu juga punya tunangannya "
" Bagus kalau begitu "
" nak Dirga tidak tahu kalau tunangan Ratu ini orangnya sangat jahat. Kami melakukan pertunangan ini karena keluarganya sudah membantu kami dulu , saat kamu kesusahan "
" Hm , kalau boleh tahu siapa orangnya om? "
" namanya Sudarta Sanjaya Drajat. Dia orang yang egois dan ingin semua keinginannya terpenuhi "
Dirga tersenyum mendengar sama Sudarta
" ah , om cuman tidak tahu saja. Sudarta itu teman saya , dia tidak mungkin berbuat seperti itu. Mungkin dulu ia memang seperti yang om bilang. Namun Sekarang sudah berbeda 360 derajat om "
" iyakah? Kamu juga kenal dengan Sudarta , anak dari Abdul Darta Wijaya? "
" iya om , hanya kejadian sepele saja. Sekarang Sudarta sudah berubah , om tenang saja. Yang terpenting sekarang adalah keamanan Ratu "
" Ya , kamu benar. Ini memang persaingan bisnis yang kuat "
Ilham mengusulkan sesuatu kepada Dirga
" bagaimana kalau kamu yang jadi pengawal Ratu? "
" ini. Tidak bisa om , tanggung jawab ini terlalu berat untuk saya "
" Gajinya terserah pada kamu deh , gimana? "
" Tidak bisa om , saya mohon maaf apabila jawaban saya tidak memuaskan "
__ADS_1
" Haish , kamu ini. Tapi saya benar-benar berterimakasih kepada kamu Dirga. Ratu adalah Satu-satunya anak kami. Kamu telah menolongnya dari maut , itu tidak bisa di balas dengan uang. Tapi mohon terimalah pemberian kami yang satu ini "
Ilham berdiri dan membungkukkan badannya , memberikan sebuah kartu.
Dirga pun membantu keduanya berdiri tegap
" om , Tante. Tidak perlu sampai membungkuk seperti ini , saya akan menerima kartu ini "
" Alhamdulillah "
" Baiklah om , Tante. Saya mau balik ke asrama dulu. Sudah mau malam hari ini "
" iya-iya "
Ilham memanggil Ratu dan Putri , mereka berdua pun keluar. Putri dan Dirga berpamitan dengan Pak Ilham dan Bu Najwa. Ratu tidak di perbolehkan ikut karena akan berbahaya bagi dirinya untuk keluar.
Saat Dirga keluar dari rumah besar itu , Ratu bertanya kepada ayahnya
" Gimana yah? Apakah Mas Dirga mau jadi suami Ratu? "
" tidak "
Wajah Ratu pun memurung
" Kenapa kamu murung begitu? Sudarta itu orang yang akan menikahi mu nanti "
" Ih ayaaah , Sudarta itu orangnya egois , pemaksaan dan jahat pokoknya mah "
" haha , itu dulu. Sekarang ia adalah teman Dirga. Ayah yakin kalau teman Dirga adalah orang-orang yang baik "
" Hmph , terserah lah "
Ratu ngambek karena keinginannya tidak terwujud. Dirga dan Putri pulang ke asrama menggunakan taksi. Karena penasaran dengan pembicaraan Dirga dan pak Ilham , Putri pun bertanya
" mas , tadi bicara in apa sih. Sampai lama begitu "
" ada deh. Kamu kepo banget sama pembicaraan tadi "
" ih , mas Dirga pelit "
Mereka pun akhirnya sampai di universitas. Putri kembali ke asrama , sedang Dirga pergi ke ATM karena iseng ingin ngecek kartu yang di berikan oleh pak Ilham. Dirga terkejut melihat isi kartu tersebut yang berupa uang sebesar 5 miliar
***
" Bagaimana mungkin para pembunuh kelas kakap yang aku kirim malah tertangkap semua !!! "
" Bos , orang ini sangat kuat. Pastinya memiliki kemampuan khusus. Bagaimana kalau kita rekrut dia "
" Kau bodoh? Coba saja kalau kau bisa rekrut dia , aku akan memberimu kenaikan gaji "
" baik bos "
***
Dirga juga sekalian mengirimkan uang kepada orangtuanya sebesar 100 juta.
setelah selesai , ia pergi ke asrama untuk beristirahat karena besok ada kelas.
Keesokan harinya , Dirga seperti biasanya mengikuti kelas jurusan dan pelatihan militer sampai sore hari tiba. Karena besok tidak ada kelas , Dirga ingin pergi ke Curuguyang untuk mengecek keadaan.
Tentunya Daniel , Rendi dan Putri juga ikut bersama Dirga. Mereka berangkat menaiki bus. Sesampainya di Curuguyang , tepatnya di halte dekat tempat makanan kece , mereka memilih untuk beristirahat sejenak di dalam tempat makan tersebut.
Pelayan mendekati kursi dimana mereka berempat duduk , ternyata pelayan tersebut adalah Dimas. Dimas menyapa mereka
" Yo. Udah pada pulang? "
" Iya "
Rendi dan Daniel melihat Abang seperguruan lainnya , yaitu Dimas
" Yo , dua adik seperguruan yang payah. Apa kabar kalian? "
" aku baik "
" aku juga "
" haha , kalian tidak bisa melupakan pelajaran yang aku berikan dulu yah? Terlihat dari wajah kalian yang merengut "
" ngga kok "
" sama "
__ADS_1
" cih , gitu amat sih kalian. Yaudah mau pesan apa nih "
Mereka semua memesan makanan masing-masing. Sambil menunggu makanan , mereka berbincang-bincang santai di tempat makanan kece tersebut.
" aku mau pulang ke rumah dulu , sekalian bertemu dengan Rio "
" iya dah bos "
Ia pergi kerumahnya untuk beristirahat sebentar. Disana , ia melihat Rio yang sedang menyapu halaman rumah. Dirga pun menyapa Rio
" assalamualaikum Rio "
" Waalaikumsalam. Bang? Kok udah pulang? Cepet banget "
" iya , cuman ngecek doang sih. Abis ini mau pulang ke kampung halaman dulu. Gimana keadaan Rumah? Sudah selesai penyelidikan nya? "
" udah bang , pelakunya juga sudah di tangkap polisi "
" Alhamdulillah kalau begitu "
Dirga dan Rio masuk ke rumah untuk sekedar ngopi dan ngobrol. Dirga menceritakan apa yang terjadi saat ia di kampus , termasuk kejadian malam hari yang ia alami
" Jadi gitu. Memang urusan bisnis itu lebih menyulitkan daripada urusan Medan
Tempur. Kalau kata orang sih gitu " Ucap Rio menanggapi cerita Dirga
" ya , memang merepotkan. Baiklah , sudah jam segini. Aku berangkat dulu "
" baiklah bang , hati-hati dijalan. Kirimin pesan Rio ke orangtuanya Abang "
" iya , bilangin juga yah sama putri , besok dia bisa langsung pergi ke kampus , karena aku juga akan langsung kesana dari kampung halaman "
" iya bang , tenang aja "
" baiklah. Assalamualaikum "
" waalaikumsalam "
Dirga pun pergi ke halte bis untuk pulang ke kampung halamannya. Tampak Putri , Daniel dan Rendi sudah pergi ke tempat tujuan masing-masing. Karena sudah tidak ada di tempat makanan kece.
Sebelum ia pulang kampung , ia pergi ke kota dulu menggunakan bis untuk membeli mobil.
Sesampainya di tempat beli mobil , Dirga memilih mobil yang cocok untuknya.
Dealer mobil nya datang untuk melayani Dirga
" permisi mas , mau beli mobil? "
" iya mas , yang muat 4 orang terus enak di bawa. Ada mas? "
" ada mas. Ini mobil keluaran terbaru "
Dealer menunjukkan mobil yang di maksud. Itu adalah mobil BMW SFI8. Mobil keluaran eropa terbaru. Lumayan mahal , sekitar 400 juta keatas.
Dirga melihat-lihat mobil tersebut.
" ah , kurang mas. Yang modelnya kayak gini tapi warna nya hitam , ada ga yah? "
" ada mas. BMW SBR1 , sekelas dengan SFI8 "
Mobil SBR1 bewarna hitam polos mengkilap. Tanpa pikir panjang , Dirga membeli mobil tersebut dengan harga yang tak jauh sama dengan SFI8
Dirga pun membawa mobil tersebut setelah membayarnya
" huh. Enak juga yah naik mobil sendiri , untungnya aku sudah mendapatkan SIM dari sekolah mengemudi "
gumam Dirga
Ia pun jalan menuju kampung halaman yang ingin ia tuju yaitu kampung Seuring. Tempat dimana Dirga lahir. Tempat itu berada lumayan jauh dari kota Purnamasari , apalagi kalau di bandingkan dengan Curuguyang. Jauhnya sekitar 10 mil.
Perjalanan yang sangat jauh membuat Dirga sesekali singgah di Rest area untuk istirahat sejenak. Saat di rest area , Dirga memesan makanan dan kopi. Namun ada pemandangan yang tidak enak dilihat di malam hari.
Seorang gadis di ganggu oleh para preman. Gadis tersebut berusaha untuk menolak ajakan preman
" Aku tidak mau ikut dengan kalian!! "
Dirga menanggapi keadaan terlebih dahulu sebelum menolong gadis tersebut
" kayak kenal suara gadis ini. Tapi siapa dia yah? " Gumam Dirga
Karena para preman semakin ngelunjak , Dirga beranjak dari tempat duduknya dan pergi ke arah keributan tersebut.
__ADS_1