Sebuah Kehidupan

Sebuah Kehidupan
Sebuah Dungeon


__ADS_3

Ia menyeret tubuh mata-mata itu ke gudang belakang rumahnya. Namun sebelum melakukan interogasi , Dirga ingin melucuti senjatanya terlebih dahulu. Satu senjata api di temukan dan di amankan oleh Dirga , teropongnya juga di ambil.


Saat mengecek mulutnya , ternyata di dalam mulut mata-mata tersebut ada racun yang siap membunuh dirinya sendiri. Dirga menyadari orang-orang geng naga adalah profesional yang tidak boleh di anggap remeh dan melepaskan racun yang ada di mulut mata-mata tersebut.


Dirga mengikat tangan dan kaki mata-mata itu supaya ia tidak bisa melakukan apapun. Sembari menunggu mata-mata itu bangun , Dirga mengambil foto dirinya dan mata-mata tersebut untuk di kirim ke Dayu.


Saat centang sudah biru , Dayu langsung menelpon Dirga


[ Dayu ]


Halo


[ Dirga ]


Ya , kenapa?


[ Dayu ]


Masih pingsan? Tangkapannya


[ Dirga ]


Masih , nanti kalau ada informasi aku akan kabari


[ Dayu ]


Oh ya , aku menemukan tempat yang mencurigakan di dekat desa Curuguyang


[ Dirga ]


Oh yah? Dimana?


Dayu mengirimkan lokasi yang di anggapnya mencurigakan


Tempat itu seperti bungker yang tertutupi oleh tanaman rambat


[ Dirga ]


Tapi tadi aku sudah menggunakan insting besar-besaran dan sepertinya daerah ini termasuk dah dalam insting ku , tapi tidak ada apapun


[ Dayu ]


Instingmu mungkin tidak bisa mendeteksi sampai ke bawah tanah


[ Dirga ]


Kau mungkin benar , aku akan ketempat mu saat sudah selesai menginterogasi orang ini , dan sekalian membawanya


[ Dayu ]

__ADS_1


Baiklah


Dayu menutup telponnya dan bersamaan dengan hal itu , mata-mata itu bangun dan tampak bingung kenapa ia berada di sini.


Tanpa berlama-lama , Dirga langsung menanyakan motif dari perbuatannya memata-matai rumah Dirga. Namun ia kekeh tidak mau memberitahukan maksud dari perbuatannya.


Karena Dirga memang tidak ahli dalam bidang interogasi , Dirga menyeret tubuh orang itu keluar untuk menuju tempat dimana Dayu berada.


Teman-temannya sedang sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing , Dirga menyeret tubuh mata-mata tersebut sesuai dengan arahan dari GPS.


Sesampainya di tempat. Ternyata tempat itu terletak di hutan yang tak jauh dari desa Curuguyang , disana sudah ada Dayu beserta anak buahnya yang sedang menunggu Dirga sambil ngopi-ngopi.


Saat Dirga datang , para bawahan Dayu langsung berdiri dan memberi hormat. Begitu juga dengan Dayu yang mengikuti


" Ada apa lagi ini? sudah-sudah , jangan pada gini-gini. Ga nyaman saya nya " ujar Dirga


" Hehe , mana mungkin tidak hormat kalau bertemu pahlawan nasional " goda Dayu


" apaan dah. Nih urusin , aku tidak ahli dalam interogasi " ucap Dirga sembari melemparkan tubuh mata-mata tersebut.


Para bawahan Dayu langsung membawa tangkapan Dirga masuk ke mobil.


Sedangkan Dirga akan bicara soal tempat yang Dayu temukan , yaitu bungker misterius.


" Nah , jadi gimana ini? Mau masuk? "


" Masuk dong , tapi bawahan ku ga ikut , cuman kita berdua doang "


Setelah bersiap-siap , Dirga dan Dayu akhirnya masuk bungker misterius tersebut. Di dalam sama sekali tidak terlihat apapun. Dayu memakai senter di kepalanya , begitu juga dengan Dirga karena ia tidak bisa memakai insting mode mengintainya setiap saat.


Dirga dan Dayu berjalan melewati sebuah lorong yang sangat gelap , sampai pada akhirnya mereka sampai di ujung lorong dan mendapati sebuah tangga untuk turun ketempat yang lebih dalam.


" Gila , kayak di novel-novel. Protagonis memasuki dongeon yang dalam dan gelap " ujar Dirga


" Iya , kau benar " ucap Dayu


" Tapi sabar dulu. Sebelum masuk , aku mau mengabari teman ku dulu takutnya pada khawatir "


" ok dah "


Dirga mengirimkan pesan ke nomor Rey bahwa ia sedang menyelidiki kasus hilangnya tiga teman mereka. Untungnya masih ada sinyal di daerah bawah tanah itu , karena takutnya kalau sudah masuk lebih dalam , tidak akan bisa menghubungi siapapun karena tidak ada sinyal.


Setelah selesai , Dirga dan Dayu pun menuruni anak tangga yang menuju tempat lebih dalam lagi. Sesampainya didasar , Insting Dirga merasakan ada pergerakan seseorang , orang itu seperti sedang menjaga sesuatu di satu tempat.


CCTV juga mengawasi area tersebut dengan ketat , yang membuat Dirga dan Dayu bingung dengan langkah selanjutnya. Namun disaat kebuntuan itu terjadi , Dayu ternyata membawa Flashbang. Ia langsung melemparkan Flashbang tersebut untuk membuat pandangan penjaga menjadi buta untuk sementara.


Hal itu memberikan Dirga kesempatan untuk menyabotase semua CCTV dengan cepat dan bersih , agar pergerakan mereka berdua tidak di ketahui.


Sedangkan Dayu , ia melumpuhkan semua penjaga dan menyabotase semua senjata mereka. Setelah selesai mengurus para penjaga , Dayu mengintip sedikit ke celah pintu yang terbuka. Ia melihat banyak kotak-kotak yang tidak tau apa isi dari kotak tersebut , Dirga menggunakan Instingnya untuk mendeteksi seluruh daerah yang ada di sini.

__ADS_1


Didalam ruangan yang di intip oleh Dayu terdapat tujuh orang yang berjaga , dan dari ruangan tersebut ternyata ada jalan untuk turun ke area yang lebih dalam lagi.


" Hanya ada penjaga yang memegang senjata api " ujar Dirga


" Baiklah , ayo kita serang "


Bang!!! Pow!!! Plaaak!!! Bruuuk!!!!


Dengan kecepatan mereka berdua , tak sampai 10 menit para penjaga sudah tak sadarkan diri. Seperti biasanya Dirga dan Dayu melucuti senjata mereka semua dan mengikat tubuh mereka dengan tali agar tidak bisa melakukan apapun.


" Hadeh , harus turun lagi Ga "


" iya nih , melelahkan "


Dirga dan Dayu pun melanjutkan perjalanannya. Menuruni anak tangga , mereka di hadapkan kesebuah pintu gerbang yang besar. Dirga menggunakan Instingnya untuk mendeteksi area sekitarnya , namun hanya merasakan 3 orang yang sedang terikat.


Dirga dan Dayu membuka gerbang tersebut dan mendapati para Sandra sedang di ikat.


Saat ingin melepaskan ikatan mereka semua , tiba-tiba seseorang dengan juba hitam berlambang naga muncul. Dirga tak dapat merasakan aura kehidupannya


" Hahahaha!!! Hebat sekali " tawa lebar orang tersebut


Dirga bertanya perihal identitasnya


" Siapa kau!!? "


" hehe , namaku Patan Nugraha. Pemimpin dari Geng Naga "


" lepaskan teman-teman ku!!! "


" hahaha , santai dulu. Aku ingin tahu siapa dari kalian berdua yang adalah pahlawan bayangan "


Dirga maju dan berkata dengan tegas


" Aku adalah orangnya. Jika ingin berhadapan , lepaskan teman-temanku terlebih dahulu "


" hehe , bagus "


Patan menarik tali yang mengikat teman-teman Dirga , dan melemparnya kearah Dayu.


" tenaga orang ini sangat mengerikan " pikir Dirga


Dirga curiga orang ini pengguna kekuatan jahat , yaitu kekuatan yang mengandalkan roh-roh jahat untuk membantu agar fisik mereka menjadi sangat kuat.


Ini menjelaskan kenapa Dirga tidak bisa merasakan aura kehidupan dari tubuh Patan , itu dikarenakan adanya kekuatan roh jahat yang menutupi aura kehidupannya dengan aura roh yang tidak bisa di rasakan oleh Dirga.


" Hahaha , senang bertemu dengan mu. Pahlawan bayangan "


Sesosok bayangan hitam muncul di belakang Patan dan mulai menyerang Dirga , Dirga tidak bisa memukul roh tersebut. Namun saat ia memukulnya dengan tangan dimana Cincin Budarmo di pakai , itu bisa melukai roh dan membuatnya menghilang.

__ADS_1


Patan mengeluarkan beberapa roh jahat untuk mengeroyok Dirga dan berhasil membuat Dirga kewalahan menghadapi roh-roh tersebut.


Sampai saat semua roh jahat itu musnah , Dirga langsung berpindah ke depan wajah Patan dan ingin langsung memukul kepala. Namun sayangnya serangannya berhasil ditangkap dengan tangan kosong.


__ADS_2