
Mereka sampai di rumah Rio , mereka di sambut oleh adik perempuan Rio yang bernama Sarah Azahri. Ia tampak khawatir melihat abangnya ditopang oleh Dirga.
" Abang kenapa? "
Tanya Sarah Khawatir
" Abang berkelahi tadi , tapi tenang , Abang sudah menghajar orangnya sampai babak belur "
" Sudahlah , jangan memamerkan keahlian bertarung mu itu di depan ku , ayo istirahat sana " ujar Dirga sembari membantu Rio berbaring di kasurnya.
" Hahaha , iya-iya "
" Abang , Abang ini siapa? "
Tanya Sarah dengan suara kecil
" Oh , ini bang Dirga , yang Abang ceritain waktu itu lho "
" Bang Dirga mau ngopi dulu? "
" Haha , tidak apa , Abang mau pergi kerja sekarang. Jaga Abang kamu sampai dia sembuh "
ucap Dirga sembari mengelus rambut Sarah
" baiklah , aku pergi dulu "
Sarah dan Rio melambaikan tangan kearah Dirga. Ia pergi ke Indomaret, disana sudah ada Putri yang sedang melayani pelanggan di meja kasir. Dirga masuk dan ikut membantu.
Karena pelanggan yang tidak terlalu banyak , mereka berdua bisa bersantai sambil ngobrol-ngobrol santai.
" Mas , gimana keadaan Rio? "
Tanya Putri membuka obrolan
" Dia hanya butuh istirahat , namun luka dalamnya lumayan serius "
" Kasihan banget mas Rio , Emangnya si Hendra sekuat itu mas? "
" Ya , dia kuat , tapi masih harus berlatih untuk menghadapi ku "
Jawab Dirga berbangga diri
" ih , mas Dirga juga harus hati-hati , jangan bertindak gegabah "
" Haha , iya iya. Aku akan mengangkat stok barang lagi "
" luka mas udah baikan? "
" iya sudah baikan , cuman ngangkat stok doang "
Dirga pergi mengangkat stok barang dan menempatkan mereka di rak kosong.
Mereka bekerja sampai jam menunjukkan pukul 19:25.
" Hah , selesai juga. Ayo kita pulang Mbak "
" iya mas , ayo "
Mereka berdua pulang bersama.
" Mas , Putri duluan yah...? "
" Iya , hati-hati di jalan "
Mereka berdua pulang ke rumah masing-masing untuk beristirahat.
***
" Bodoh !!! , tidak berhasil merekrut dan juga tidak berhasil membuatnya babak belur , si Hendra itu sungguh tidak berguna !!! "
ujar " SSD "
" T-tuan , Hendra mengirimkan pesan kepada anda dari sang target " Kau harus menghadapnya kalau mau berbicara , jangan menyuruh orang seperti ini ". Be-begitulah Tuan " ungkap salah satu anak buah SSD
" Lancang !!! , dari kecil ayah dan ibu ku bahkan tidak pernah menyuruh ku "
Kilas balik
Sudarta Sanjaya Drajat dengan nama samaran SSD adalah seorang anak dari pengusaha sukses Nan kaya raya bernama Abdul Darta Wijaya dan juga Indah Melinda ,
seorang Aktris cantik terkenal yang sering memainkan peran didalam Film teratas.
Sejak kecil Sudarta sering ditinggal di rumah karena orangtuanya sangat sibuk dengan pekerjaan mereka. Karena tidak pernah mendapatkan perhatian dari orang tua , kelakuannya menjadi berandal. Semakin lama kelakuannya menjadi semena-mena , ditambah lagi dengan hartanya yang berlimpah , itu malah membuat hal yang ingin ia lakukan menjadi mudah.
Kedua orangtuanya tahu akan hal ini dan ingin sekali mendidik anak mereka satu-satunya itu seperti orangtua pada umumnya. Namun karena terjerat oleh jadwal pekerjaan mereka , mereka tidak memiliki waktu untuk meladeni anak mereka.
Saat masih menduduki bangku sekolah dasar , Sudarta tidak memiliki teman sama sekali. Atau bisa dibilang kemampuan komunikasinya sangat buruk karena tidak pernah mendapatkan didikan orangtua.
Dan di saat menduduki bangku SMP ia mulai berpikir untuk menguasai sesuatu , di mulai dari kelas , sampai sekolah itu sendiri.
__ADS_1
Hal ini menjadi mudah dikarenakan ia memiliki harta yang berlimpah.
orangtuanya yang sibuk juga tidak bisa mengontrolnya yang berbuat semena-mena itu. Dan sampai akhirnya keluar dari SMA , ia berpikir ingin menjadi mafia. Ia memulai tujuannya dari sebuah desa kecil bernama Curuguyang. Di awal-awal , ia hanya menyewa para penganggur dan juga geng motor untuk menakuti para warga. Tak terlewatkan , polisi juga ia suap meski tidak terlalu banyak yang mau bergabung dengannya.
" Panggil dia untuk menemui ku , suruh Petarung terkuat setelah Hendra untuk berhadapan dengannya "
Suruh Sudarta
" Ba-baik Tuan "
***
Dirga bangun pagi dan mandi seperti biasa , Setelah Sholat Subuh , ia pergi berolahraga. Berlari pagi berkeliling desa dan juga sarapan di Warung Bu Wati.
" Bu Wati~ Yang biasa yah~ "
" Iya dek "
Ia sarapan di sana. sudah rutinitas pagi Dirga untuk sarapan di warung Bu Wati.
Setelah selesai makan , Dirga membayar makanan tersebut dan pergi lanjut berlari. Ia juga menolong pak Jaka untuk membuka tokonya.
" Assalamualaikum pak Jaka "
" Waalaikumsalam Nak Dirga "
" Sini pak saya bantu "
" Iya-iya nak , makasih banyak "
Dirga membantu mengangkat barang-barang jualan pak Jaka , pak Jaka adalah penjual barang antik dan juga pembeli barang antik di desa itu.
" Baiklah pak , saya pergi dulu , assalamualaikum "
" Waalaikumsalam , iya nak hati-hati dijalan "
Tak lupa juga ia menyapa Bu Tuti yang sedang menjemur baju di depan rumahnya
" Assalamualaikum Bu "
" Waalaikumsalam nak Dirga , sudah sarapan belum? "
" sudah Bu , tadi barusan di warung bu Wati "
" oh , kapan-kapan kita sarapan sama-sama di rumah ibu , masakan anak ibu enak lho "
" iya nak "
Dirga melanjutkan lari paginya.
Seusainya lari , ia pergi untuk bekerja , di Indomaret sudah ada Putri yang sedang bersih-bersih Indomaret. Dirga juga melihat seorang pria kekar yang sedang berbicara dengan Putri
" Siapa dia? jangan-jangan mau ganggu Putri lagi " Gumam Dirga dalam hati.
Dirga masuk ke Indomaret. Pria itu melirik kearahnya dan memegang pundaknya.
" Bisa bicara sebentar? "
Tanya Pria itu
" Ada apa yah mas? "
" ayo bicara di luar "
Dirga mengikutinya pergi keluar Indomaret untuk bicara.
" Tuan SSD ingin bertemu dengan mu , dia bilang ingin bicara dengan mu "
" Hm , bisa namun tidak bisa sekarang. Nanti sepulangnya kerja baru bisa "
" Baiklah , aku tunggu kau di halte bus dekat tempat makanan kece "
Ia pun pergi. Dirga masuk ke Indomaret untuk bekerja
" mas , tadi itu siapa? "
" oh , itu temennya Hendra , aku disuruh menemuinya setelah bekerja "
" oh gitu , mas hati-hati aja "
" iya "
Mereka berdua kerja seperti biasanya.
Sepulangnya kerja. Waktu menunjukkan pukul 19:00. Dirga berpamitan dengan Putri untuk pergi menemui pria tadi
" mbak , aku mau pergi menemui orang tadi yah...? "
" iya mas , hati-hati "
__ADS_1
Dirga melambaikan tangannya dan pergi ke halte bus yang dimaksud. Saat sampai , Dirga melihat sebuah mobil hitam yang terparkir di sana. ia juga melihat pria tadi sedang menunggunya di dekat mobil.
" Ayo cepat "
Dirga mempercepat jalannya dan masuk ke mobil hitam tersebut. ia pergi kesebuah tempat yang terdapat gedung disana.
Ada banyak sekali pengawal yang menjaga tempat itu. Tempat itu adalah rumah SSD itu sendiri. Tempat yang sangat besar dan megah terlihat dari taman rumahnya yang luas dan besar ukuran rumah itu sendiri.
Mereka berdua turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah.
Para pengawal berbaris menyambut mereka di sebelah kanan dan kiri.
Mereka naik ke lantai dua rumah tersebut dan sampai mereka berdua di depan sebuah pintu ruangan.
" masuklah , tuan sudah menunggu mu "
Dirga masuk ke ruangan itu. Didalam , ia melihat seorang pemuda yang sepertinya seumuran dengannya. Pemuda itu tampak sedang menunggu Dirga.
" Akhirnya aku bertemu dengan mu. Namaku Sudarta Sanjaya Drajat. Orang yang ingin menguasai desa Curuguyang " Sudarta memperkenalkan diri.
" Aku Dirga Prananda. Ada urusan apa kau memanggil ku kesini? "
" Hanya ingin merekrut....."
Tak sempat ia menyelesaikan kalimatnya , Dirga memotong nya
" tidak mau , dan tidak tertarik. Lebih baik kau lepas keinginan mu yang tidak masuk akal itu , itu malah merugikan negara dan juga kehidupan masyarakat "
" Kau lancang !!! "
Prok! prok!
Ia menepuk tangannya dia kali.
Pria yang tadi mengantar Dirga berserta 5 pengawal masuk kedalam ruangan.
Mereka semua bersiap untuk memukul Dirga.
Dirga juga mengambil ancang-ancang.
" Aku berikan satu kesempatan lagi...."
" tidak mau "
" Kau!!!!. Serang dia!! "
Mereka semua mengeroyok Dirga.
Dirga juga tanpa pikir panjang memukul mereka semua.
Bang!!!! Pow!!!!
Beberapa dari pengawal berhasil Dirga lumpuhkan.
" Haha , kau cukup kuat , hari ini pasti seru "
ucap pemuda itu yang belum maju menyerang Dirga.
Pow!!!! Kraaak!!!
Setelah selesai melumpuhkan para pengawal Sudarta , sekarang giliran pemuda itu yang maju.
" Namaku Ferdi Hasan , murid dari perguruan
Suriangayem. Kakak seperguruan dari Hendra
Setiawan "
" Dirga Prananda , seorang perantau biasa "
Mereka berdua mulai beradu pukul di ruangan tersebut.
Pow!!!!!! Bang!!!!!
Ferdi berhasil memukul wajah Dirga.
Dirga juga berhasil memukul perut Ferdi.
" Pfffft , kau boleh juga...."
Dirga tak melewati kesempatan untuk menendang leher Ferdi yang membuatnya terlempar
Kraaaak!!!
Terdengar suara renyah tulang yang bergeser.
Ferdi pun tak sadarkan diri di tempat itu.
Dirga mendekati Sudarta.
__ADS_1