Sebuah Kehidupan

Sebuah Kehidupan
Kasus Perampokan


__ADS_3

Keesokan harinya setelah menyelesaikan semua kelas di kampus , Dirga pergi ke mobilnya yang terparkir di parkiran kampus.


" Haaah , gini-gini enaknya jalan-jalan ke kota , sekalian ngirim uang ke ayah dan ibu "


Ia menyalakan mobilnya dan berangkat menuju pusat kota. Sesampainya di sana , Dirga pun pergi ke bank untuk mengirimkan uang dan sekalian ngecek kartu yang dikasih oleh Walian. Betapa terkejutnya ia ketika melihat sebesar apa uang yang di berikan oleh Walian.


5% sahamnya sama dengan 5,5 Triliun


" Orang-orang ini sudah gila apa yah? Bisa memberikan uang sebanyak ini " gumamnya dalam hati


" aku belum sempat kerja , tapi sudah mendapatkan uang sebanyak ini. Ada-ada saja "


Setelah ia mengirimkan uang ke orangtuanya sebesar 5 Miliar , instingnya merasakan ada yang tidak beres.


" Hmm , di lift ada 10 orang membawa senjata lengkap. Dengan baju pelindung , akan ada yang terjadi sebentar lagi " pikir Dirga


" SEMUANYA ANGKAT TANGAN!!! KALAU TIDAK INGIN MATI , JANGAN MELAWAN!!! " ujar ******* yang menyuruh para pengunjung untuk menyerah


Semua orang mengangkat tangan mereka dan ketakutan , ada yang menangis dan ada pula yang pingsan karena sangking takutnya.


" Haduh , sore-sore begini malah terjadi perampokan bank. Sepertinya memang harus meregangkan tulang tubuh yang kaku ini " gumam Dirga


Dirga berusaha mencari-cari penutup wajah , dan kebetulan ada seorang anak kecil yang membawa topeng hitam. Dirga juga mengambil jubah hitam milik bapak-bapak yang tergeletak di lantai bank.


Setelah memakainya , Dirga pergi menyelinap kebelakang ******* yang sedang menjaga Sandra. Dirga melumpuhkannya dengan mudah dan mengambil semua persenjataannya.


" Serahkan kode brangkas utama bank kalau tidak ingin mati !!! " ******* tersebut mengancam CS


Karena takut , ia pun memberikannya kode brangkas utama bank tersebut kepada *******. Para ******* tersebut pergi ke ruangan teratas dari bank tersebut untuk membuka brangkas utama.


Sedangkan Dirga sibuk mengatur para Sandra untuk jangan panik dan mengarahkan mereka ke jalan keluar dengan sangat hati-hati.


Setelah semua Sandra berhasil di urus , Dirga pun pergi ke ruang teratas untuk menyusul para *******.


" para ******* ini masih magang kayaknya " gumam Dirga


Diatas terdapat 8 orang yang berjaga di luar pintu brangkas dengan senjata dan peralatan lengkap. Dengan cepat Dirga melumpuhkan semuanya dengan jurus yang ia pelajari di perguruan Pranandrat.


" huh , untungnya saja tidak ada penembakan yang terjadi "


Dirga mencoba mengintip dari celah yang ada di pintu brangkas. Namun sebuah peluru melesat kearah kepala Dirga , untungnya masih bisa di hindari.


" Haha , insting mu hebat juga anak muda " sanjung pemimpin *******


Dengan kecepatannya , Dirga berpindah tepat kebelakang pemimpin ******* tersebut. Namun ternyata dia juga memiliki insting yang kuat dan dapat menghindari serangan dari Dirga.


******* tersebut menembaki Dirga tanpa ragu. Tapi gerakan Dirga sekarang sudah secepat peluru.


" haha , sampai kapan kau akan menghindar ha!!? "

__ADS_1


Peluru terus-menerus di tembakan oleh *******. Sampai pada saat pelurunya habis , Dirga tak menyia-nyiakan kesempatan ini untuk menyerang ******* tersebut. Namun ia masih punya pisau di pinggangnya dan menggunakan pisau tersebut untuk melawan Dirga.


" Haha , kau boleh juga pahlawan bayangan "


Swuush. Bang!!!


Meski serangan Dirga berhasil mengenai tubuhnya , namun itu tidak membuatnya terluka apa lagi terpukul mundur.


Dirga berusaha mencari titik tanpa armor atau bagian tubuh yang tidak tertutup baju pelindung menggunakan Instingnya.


" bagian yang tidak tertutup adalah bagian leher , tapi susah untuk memukulnya " gumam Dirga dalam hati


Dirga tetap berusaha untuk menyerang bagian yang ber-armor untuk mengecoh ******* tersebut.


" hey , kau bodoh atau gimana? Tubuhku sangat keras "


Bang!!! Taang!!! Buuuk!!!


Sampai pada akhirnya ******* itu lengah , Dirga langsung memukul lehernya dengan keras. Tak berhenti sampai disitu , Dirga menarik helmet yang ******* itu pakai dan memukul wajahnya sampai ia terpukul mundur.


" Belum selesai !!! " pekik Dirga yang terus melangkah maju mengarah ke ******* tersebut untuk memukul kepalanya


Bang!!! Pow!!!


Pemimpin ******* tersebut tepar , tak sadarkan diri


" Hosh , Hosh. akhirnya beres juga semua ******* ini "


Suara langka kaki sekelompok polisi terdengar di telinga Dirga , ia langsung buru-buru pergi dari tempat itu.


Dirga melepaskan jubah dan topeng yang ia pakai dan membuangnya di lantai bank. Ia pergi ke parkiran untuk pergi dari tempat kejadian. Dengan mobilnya , ia pergi ke tempat makan untuk beristirahat karena lelah mengurusi para ******* yang ingin merampok Bank tadi.


***


Polisi masuk kedalam bank dan menyelidiki apa yang terjadi. Mereka menemuka 1 orang yang tergeletak tak sadarkan diri di lantai pertama , memakai baju pelindung lengkap serta senjata api yang sudah di lepas dan di letakkan di lantai.


" Amankan dia. Bawa dia ke mobil " ucap Irjen Dayu Sandian


" Siap pak!! "


Bawahan Dayu membawa ******* yang tergeletak itu beserta perlengkapannya. Selanjutnya mereka pergi ke lantai atas , mengikuti pengakuan dari CS yang memberikan petunjuk kepada mereka.


" ini terlalu mudah....apakah aku terlambat " pikir Dayu


Sesampainya mereka di lantai teratas , dimana brangkas utama berada , mereka terkejut melihat para ******* sudah pada tepar di tempat dengan perlengkapan mereka yang sudah di lepas.


Mereka dengan cepat mengamankan semua ******* yang tak sadarkan diri tersebut untuk dibawa ke kantor polisi. Dayu masih kebingungan dengan apa yang ia lihat dan menyusuri sekitar brangkas dan mendapati orang yang bertubuh besar dan kekar sudah tak sadarkan diri di dalam brangkas utama bank.


" disini penuh dengan bekas amunisi , tapi tidak ada korban kecuali ******* , hm......orang yang membereskan hal ini sangat hebat. Andai saja CCTV menyorot ke lorong dan dalam brangkas , pasti akan mudah mengetahui identitas pahlawan ini " gumam Dayu

__ADS_1


Ia pergi keluar brangkas sembari menyeret tubuh pria besar tersebut keluar bersamanya dari brangkas.


***


" hah , melelahkan sekali. Kenapa aku harus berurusan dengan hal seperti ini , tadinya cuman mau ngirim uang dan jalan-jalan sebentar , eh malah ketemu kejadian "


Dirga pun masuk ke sebuah tempat makan , ia memesan minuman untuk melepas lelah setelah kejadian bank sore itu.


Saat sedang minum jus yang ia pesan , tiba-tiba hp Dirga bergetar karena menerima pesan


Drrrrt!!! Drrrrrt!!!


[ Daniel ]


Bos , lihat berita terbaru


[ Dirga ]


✓✓


[ Daniel ]


Gimana bos , pahlawan bayangan yang ada di berita sangat hebat dan cepat bukan? Kecepatannya dalam menyerang ******* tersebut sangat luar biasa


[ Dirga ]


Ya , kecepatan yang luar biasa


[ Daniel ]


Kita harus menemukannya , jangan-jangan dia adalah murid perguruan Pranandrat


[ Dirga ]


Untuk apa ingin menemuinya?


[ Daniel ]


Untuk mengetahui siapa dia sebenarnya lah bos , pake nanya


[ Dirga ]


Yasudah terserah mu saja , buatlah kesibukan mu sendiri


[ Daniel ]


Iya dah bos


Setelah minum jus , ia balik ke kampus. Ia pergi ke mobilnya yang berada di parkiran. Di perjalanan , tampak para polisi sedang menyelidiki kasus perampokan di daerah bank

__ADS_1


" Huh , tak apa lah , bukan urusan ku juga. Aku hanya menyelamatkan pengunjung yang tak bersalah , selebihnya ku serahkan pada polisi saja " pikir Dirga


__ADS_2