
Seusainya mengikuti semua kelas , Putri menemui Dirga karena ingin bertanya tentang kakaknya Dirga. Putri pergi mengikuti Dirga bersama dengan Sari.
Ia terkejut melihat Dirga yang tidak memakai atasan baju dan sedang menyeka tubuhnya dari keringat. Wajahnya merona melihat hal itu dan berusaha untuk fokus , tapi Sari menggodanya dengan membisikkan sesuatu
" Lihat tubuh adikku , bagus bukan? "
Mendengar hal itu Putri salting dan menutup mulut Sari dengan kedua tangannya
" Ih kak Sari , jangan gitu dong bercandanya "
" Hihi , wajahmu sangat imut "
Mereka berjalan kearah Dirga yang sedang memakai pakaiannya kembali
" Mas Dirga , bisa kita bicara? " ucap Putri kepada Dirga
" Bisa mbak "
Mereka pergi ke tempat dimana mereka biasa makan malam. Disana Putri menanyakan pertanyaan terkait Sari , bersamaan dengan itu , Daniel dan yang lainnya juga datang untuk makan malam di sana.
Mereka semua duduk dengan rapi karena ingin mendengarkan penjelasan dari Dirga
" Huh , jadi ini namanya Sari Ayu Azzahri , dia adalah kakakku. Dia memang jarang keluar rumah , sekalinya keluar rumah hanya untuk membeli bahan makanan yang di suruh ibu. Kalian pasti tidak tahu karena aku memang jarang cerita tentang keluarga ku. Dimas juga tidak tahu kalau aku punya kakak "
" Haish , terpaksa mengarang cerita "
Mereka semua mengangguk kepalanya menanggapi apa yang Dirga jelaskan.
" Iya sih , muka pun mirip " ucap Rendi
Semuanya berkenalan dengan Sari dan mereka makan malam sambil berbincang-bincang santai disana.
" Kak , sudah daftar masuk universitas? " tanya Dirga kepada Sari
" Sudah , kakak masuk ke jurusan sosial dan budaya "
" Wah , bagus kalau begitu "
Seusai makan , Dirga bersama Sari pergi ke pusat kota Purnamasari untuk belanja kebutuhan harian. Karena kita tahu kalau Sari tidak punya baju selain yang ia pakai sekarang dan juga alat mandi dan lain-lain.
Dengan menggunakan mobilnya , ia dan Sari pun pergi ke pusat perbelanjaan di malam tersebut.
" Perguruan Pranandrat sudah tidak ada , jadi sekarang kamu pergi merantau dan kuliah karena sudah tidak latihan lagi? " ucap Sari membuka obrolan
" Iya kak , tadinya juga buat bantu-bantu ekonomi keluarga. Ayah juga ga ada niatan buat buka perguruan lagi "
" ya , di sudah tak segagah dulu. Sudah tua "
" iya "
Dirga penasaran dengan asal usul kakaknya tapi tidak ingin menanyakannya karena takut menyakiti hatinya. Sesampainya di pusat perbelanjaan , mereka sampai di sana sekita pukul 22:30 malam.
" Ayo kak , kakak pilih kebutuhan kakak. Biar Dirga yang bayar "
" Wah , tampaknya dari merantau ini kamu mendapatkan banyak uang yah? Dapat dari mana tuh? Halal kan? "
" Hehe , tentu saja halal. Nanti Dirga ceritain pas pulang "
Mereka berdua berkeliling mencari barang yang di inginkan oleh Sari. Saat sedang memilih memilah barang yang di butuhkan , insting Dirga merasakan ada yang memperhatikan mereka dari jauh.
" De , kamu sudah merasakannya yah "
" iya ka , mereka sekitar 12 orang , terpencar-pencar di sekitar sini "
" Kita pura-pura ga tau aja dulu "
__ADS_1
" iya ka "
Sari tetap melanjutkan belanjanya. Dirga juga berpura-pura memilih barang
" Ka , apakah lebih baik kalau kita pancing ke tempat sepi? " bisik Dirga
" bagus bagus "
Setelah mereka membeli barang masing-masing , Dirga dan Sari berusaha memancing mereka ke tempat yang sepi. Dirga memancing mereka ke sebuah gang kecil dekat bangunan besar yang ada di sana.
Dengan kecepatannya , Dirga dan Sari pun bersembunyi dari kejaran para stalker yang mengikuti mereka.
" Kemana mereka berdua pergi!!? , cepat berpencar dan cari mereka " ujar pemimpin stalker tersebut yang memerintahkan kepada anak buahnya untuk berpencar mencari Dirga.
" Haish , sepertinya bos dari penjahat tersebut sudah mengetahui identitas ku " ucap Dirga dengan suara kecil
" hihi , kamu sudah seperti buronan saja de "
Dirga menggunakan insting mode mengintai untuk mengintai pergerakan mereka semua dari jauh. Dari gerak gerik mereka tampaknya mereka hanya mengincar Dirga , tidak mengincar yang lain.
Dirga mengambil hpnya dan menelpon Ali agar segera datang ketempat tersebut.
[ Dirga ]
Assalamualaikum pak
[ Ali ]
Waalaikumsalam. Ada apa mas Dirga?
[ Dirga ]
Segera datang ke pusat perbelanjaan kota , para penjahat itu mengikuti saya sedari tadi
[ Ali ]
Dirga menutup telponnya dan mulai keluar dari tempat persembunyiannya. Dan perlahan berjalan kearah parkiran dimana mobilnya terparkir.
" Huh , kita diam di mobil saja ka , menunggu polisi datang "
" iya , insting mu juga tidak akan kuat "
Setelah beberapa menit menunggu , akhirnya polisi datang untuk mengajar para stalker tersebut. Dirga mengintip keluar dari kaca mobilnya dan mendapati beberapa orang tertangkap polisi.
Dirga pun keluar dari mobilnya dan pergi ke tempat Ali berada. Disana ia dan Ali membicarakan tentang hal yang berkaitan dengan stalker ini
" Jadi sepertinya mereka hanya mengincar saya pak "
" Hm , saya akan melaporkan ini ke Irjen Dayu dan mohon kerja samanya mas Dirga untuk datang ke polres Purnamasari "
" baik pak , saya ikut "
Sebelum Dirga pergi ke polres , Dirga menyuruh Sari untuk pulang duluan
" Ka , bisa nyetir mobil ngga? "
" Tidak " jawab Sari sambil tersenyum
" Yaudah , Dirga pesankan taksi untuk pulang ke asrama. Sepertinya para penjahat itu sudah mengetahui identitas Dirga jadi kakak harus lebih berhati-hati "
" iya iya , kamu terlalu meremehkan kakak mu ini "
Taksi pun datang dan Sari masuk ke dalamnya sambil melambaikan tangan kearah Dirga. Setelah Sari pulang , Dirga menggunakan mobilnya pergi ke polres untuk dimintai keterangan oleh Dayu.
Sesampainya di Polres , Dirga seperti biasa memarkirkan mobilnya di parkiran. Ia masuk kedalam dan terkejut dengan para polisi yang berbaris dengan pose hormat kearah Dirga.
__ADS_1
" Eh? Ada orang penting yah? Maaf karena sudah masuk sembarangan " ujarnya sambil berbalik pergi , tapi salah dari seorang polisi mulai bicara
" Pahlawan Dirga , kamu adalah orang penting itu " ucap polisi tersebut sambil memberi hormat
" sudah-sudah pak. Bapak lebih tua dari saya , kalau anda memberikan hormat saya jadi tidak enak. Kalian semua juga "
Mereka semua menurunkan tangan mereka , Dirga pun lanjut masuk , ingin bertemu dengan Irjen Dayu.
Didalam , tampak Dayu yang sedang duduk di kursi menunggu Dirga. Saat Dirga masuk , ia pun berdiri dan memberikan hormat.
" Pak Dayu juga? "
" Haha , hormat pada pahlawan masyarakat "
Ia pun menurunkan tangannya dan menyuguhkan kopi kepada Dirga. Dirga pun duduk di kursi yang ada di ruangan tersebut.
Dayu mulai angkat bicara soal para stalker dan perampok kemarin.
" Ada berita bagus yang ingin saya sampaikan kepada anda "
" silahkan pak "
" Jadi menurut kesaksian para stalker , mereka disewa oleh orang yang bernama Hadi Andayani untuk mengikuti dan memata-matai pergerakan anda "
" hmm , lanjutkan "
" Informasi ini didapat dari penginterogasi profesional kami , namanya adalah Hermanto Sandoyo "
" Dia? Seumuran dengan ku tapi bisa menginterogasi sampai para kelas kakap buka mulut? "
" Anda mengenal dia? Ya dia memang sangat menyeramkan. Para rekan kami saja sampai merinding saat melihat ia menginterogasi "
" Hebat "
Dirga menyeruput kopi dan melanjutkan pertanyaannya
" jadi apa rencana kalian selanjutnya "
" Hehe , ini pasti menarik. Kami telah mendapatkan lokasi mereka secara spesifik "
" yang bener? Ini bisa jadi jebakan untuk kepolisian "
" kami sudah mengirim satu mata-mata profesional untuk menyelidikinya. Mereka benar berada di sana , sekarang ia masih berada di sana "
" Baiklah , jadi kalian ingin mengalahkan mereka dari belakang? "
" Hehe , tentu tidak. Ini adalah waktu yang tepat untuk meregangkan tulang dan otot "
" Hehe. Bagus , tapi persenjataan mereka takutnya ada yang lebih berbahaya dari senjata api "
" Silahkan anda lihat datang yang di berikan oleh mata-mata kami "
Dirga melihat data tersebut dan mendapati mereka hanya memiliki senjata api berupa pistol dan senjata tajam berupa pisau.
" hehe , bagus juga. Kita bisa memulainya sekarang. Tapi kamu yakin ingin menyerang mereka dari depan "
" Haha , tampaknya pahlawan masyarakat terlalu meremehkan ku. Kita bisa memulainya sekarang "
" baiklah "
" kita ganti baju dulu sebelum pergi "
" ya "
Rencana untuk mengalah para ******* dan juga pemimpin mereka pun di mulai dari malam ini.
__ADS_1