Sebuah Kehidupan

Sebuah Kehidupan
Misi Dayu di Pulau Natara


__ADS_3

Keesokan harinya Dirga pergi ke pusat kota untuk membeli peralatan sehari-hari. Langit awan yang gelap menandakan bahwa hujan akan turun , maka dari itu sebelum ia berangkat , Dirga mengambil payung yang berbaris rapih di dekat jalan masuk ke area parkiran.


Perjalanan Dirga ditemani oleh suara gemericik air hujan yang turun dari langit , ia menurunkan kecepatan mobilnya karena jalan raya pada saat hujan sudah bagaikan lantai yang terbalut oleh minyak.


Namun , entah apa yang dipikirkan oleh pengemudi di belakangnya sampai-sampai berani menyalip mobil Dirga dengan kecepatan tinggi. Seolah di sengaja , mobil Jeep berwarna kuning juga ikut menyalip mobil Dirga namun kali ini lebih berbahaya karena ia menyalip dengan sangat tajam.


Kedua mobil tersebut memacu kecepatan mereka dan mulai tidak terlihat dari jalan raya.


" Apa-apaan mereka itu? Aku hampir saja mengalami kecelakaan dibuatnya " Ujar Dirga yang geram dengan kejadian tersebut.


Akhirnya Dirga sampai di pusat kota , ia memarkirkan mobilnya dan berjalan menuju toserba yang berada tak jauh dari sana. Ia mulai memilih memilah barang yang ingin ia beli , akan tetapi insting Dirga merasakan ada seseorang yang mengawasinya diam-diam.


" Hm , mata-mata bobrok lagi? " Gumam Dirga dalam hati


Tak hanya itu , instingnya juga merasakan ada yang tidak beres dengan toserba tersebut. Ia mulai mengitari sekitar dan melihat-lihat pembeli yang lain.


Dan benar saja , para pengunjung maupun kasir disana adalah pembunuh bayaran yang di bayar untuk menghabisi Dirga secara diam-diam. Dirga berusaha untuk bersikap biasa saja di tempat yang sangat berbahaya tersebut , karena ia memiliki rencana yang lebih baik daripada menghajar mereka semua.


Setelah membeli barang yang ia butuhkan , bukannya pergi ke parkiran , Dirga pergi ke gang kecil dekat toserba tersebut. Pandangan mata-mata tersebut melekat kearah Dirga dan mengikuti kemana ia pergi.


Mata-mata tersebut masuk ke gang kecil tersebut. Gang kecil itu terlihat gelap karena tangisan langit yang tak henti-henti menurunkan airmata nya. Mata-mata tersebut terus berjalan menyusuri jalan yang gelap , suara pantulan air dari pipa-pipa disana membuat suasana menjadi sedikit was-was.


Setelah beberapa meter mata-mata itu memasuki gang kecil , ia melihat sebuah makhluk yang entah apa itu. Matanya berwarna Biru terang seperti air dan sekitar tubuhnya di kelilingi oleh cahaya biru seperti arus listrik yang terlihat.


Tak sempat ia mengeluarkan kata-katanya , makhluk tersebut langsung berpindah ke belakang dari tubuh mata-mata tersebut dan mencekiknya.


Ia meronta-ronta karena mulai kehabisan nafas , Dirga pun melepaskan mata-mata tersebut. Ia terengah-engah karena kehabisan nafas.


Tak sampai disitu , Dirga menarik kerah baju pria tersebut dan menanyakan beberapa hal.


" Siapa yang menyuruhmu? "


" A-aku , hanya di perintahkan. Jangan sakiti aku.... " tangannya gemetar karena menatap mata Dirga yang sangat tajam sampai menusuk mentalnya , wajahnya juga pucat bagai bulan kesiangan.


Dirga tak puas dengan jawaban yang di berikan oleh mata-mata tersebut dan menanyakannya sekali lagi.


" Sekali lagi aku tanya.. Siapa yang menyuruhmu..? "

__ADS_1


" Aku.. Aku tidak tahu apapun.. Aku bahkan tidak kenal siapa yang menyuruhku... "


Dirga pun menotok bagian leher mata-mata tersebut yang membuatnya tak sadarkan diri untuk sementara waktu. Kemudian ia mengambil Handphone yang ada di sakunya untuk menghubungi Polisi yang bertugas di pusat kota Purnamasari untuk saat ini , yaitu Ali Halim


[ Dirga ]


Assalamualaikum pak


[ Ali ]


Waalaikumsalam , Ada yang bisa saya bantu , Dirga?


[ Dirga ]


Segera datang ke toserba dekat jalan raya , dan geledah semua orang di sana


[ Ali ]


Siap laksanakan


Tak membutuhkan waktu yang lama , kepolisian pun datang dan mengepung tempat tersebut. Semuanya di tangkap. Dirga menyeret tubuh mata-mata tadi seperti sedang menyeret sampah , dan melemparkannya ke hadapan Ali untuk segera di tangani.


" Tolong urus mereka pak Ali , jika menemukan informasi.. Segera hubungi saya... Oh ya , Dayu kemana? "


" Irjen Dayu sedang menjalani tugasnya di kota Wayangandja. Kasus besar terjadi disana akhir-akhir ini "


" Oh gitu , kalau begitu terimakasih pak atas bantuannya hari ini "


" terimakasih juga atas laporan mas Dirga.. Kalau begitu saya akan mengurus orang-orang ini dulu.. Mas Dirga hati-hati dijalan "


" Siap pak "


Sebelum Dirga pergi ke parkiran mobil , ia masuk ke toserba untuk mengambil payungnya karena itu adalah fasilitas milik kampus yang tidak boleh di hilangkan ataupun di rusakkan.


Ia membuka payungnya dan berjalan menuju mobilnya yang terparkir tak jauh dari sana.


***

__ADS_1


Sementara itu di kota Wayangandja , Dayu sedang bertugas dengan para anggotanya untuk menangani kasus penyelundupan senjata-senjata berat dan juga obat-obatan terlarang.


Alat pelacak menunjukkan bahwa barang selundupan berada di sebuah pulau kosong. Tanpa berpikir panjang , ia dan anggotanya langsung pergi ke pulau tersebut dengan menggunakan helikopter dan juga perlengkapan yang lengkap.


" Semuanya , misi ini sangat berbahaya dan akan sangat beresiko jika kita tidak fokus dan berhati-hati. Maka dari itu , aku harap semuanya sudah siap " Dayu berusaha untuk memprovokasi semangat para anggotanya yang ikut misi tersebut.


" Tentu saja!! " setelah melakukan sorak sorai semangat bersama , mereka semua pun terjun bebas kebawah langit yang tertutup oleh kabut tersebut.


Setelah menarik tali parasut , mereka mendarat secara perlahan sembari melihat bentuk geografis dari pulau tersebut. Pulau itu bernama Narata dan tidak berpenghuni meski ukurannya terbilang lumayan luas.


Setelah mendarat di atas pepohonan yang tinggi , semuanya berusaha untuk melepaskan diri dari parasut yang tersangkut di pepohonan itu.


Setelah terlepas dari sangkutan pohon , mereka pun turun dan meneruskan perjalanan menuju titik lokasi GPS tracker.


Sejauh mata memandang , mereka hanya melihat pepohonan yang menjulang tinggi keatas langit. Ditambah dengan angin sepoi-sepoinya yang membuat kewaspadaan mereka menjadi turun.


" Semuanya tetap waspada.. Mereka ada disini seharusnya "


" Baik.."


Saat mereka maju beberapa meter kedepan , firasat Dayu menjadi tidak enak. Tiba-tiba pohon-pohon di sekitar sana di tembaki oleh seseorang menggunakan machine gun secara beruntun.


" Menunduk!!! "


Mereka semua hampir tertembak oleh Machine Gun yang menembak membabi-buta ke segala arah. Ternyata itu adalah salah satu penjahat yang melakukan penyelundupan , mereka mengetahui kalau tim kepolisian akan datang untuk menangkap mereka. Mereka tak memiliki pilihan lain selain menggunakan senjata yang di selundupkan tersebut.


Terjadi baku tembak di hutan itu. Suara tembakan terdengar dari segala arah , membuat para fauna yang menempati tempat tersebut pun panik dan ketakutan.


" Jangan gegabah!!! persenjataan mereka sangat banyak... Hati-hati dengan langkah kalian!!! "


Sedikit demi sedikit para anggota kepolisian berhasil melumpuhkan beberapa penjahat yang menembaki mereka , karena peluru yang di pakai oleh anggota kepolisian adalah peluru karet. Sehingga para penjahat hanya mengalami kelumpuhan sementara jika terkena tembakan di titik vital mereka.


" Cepat-cepat , lumpuhkan mereka.. Jangan membuang-buang waktu lagi...!! "


Dayu pengeluaran Karambit miliknya dan mulai berlari menerobos pertahanan lawan dan melumpuhkan beberapa lawannya dengan cara mengambil senjata dan menyayat kakinya.


Ia melakukannya secepat angin dan juga selincah Cheetah yang berlari untuk menerkam mangsanya. Setelah daerah itu berhasil di tangani , mereka pun mengikat para penjahat itu menggunakan tali dan menggantungnya di pohon agar tidak bisa melakukan apapun

__ADS_1


__ADS_2