
Keesokan harinya , Dirga mengikuti kelas. Ia mengambil 2 jurusan yaitu Keuangan dan manajemen Bisnis. Dirga tampak bersungguh-sungguh dalam mengikuti kelas.
karena ia sudah meniatkan dirinya untuk berjuang membahagiakan kedua orangtuanya.
Saat selesai kelas , Putri berjalan kearah Dirga dengan tatapan ngambek
" Mas Dirga....!!? "
" iya mbak? Kenapa yah? "
" Siapa itu Ratu Auliya , kemarin ia datang mengetuk pintu kamar Putri tengah malam. Katanya dia kenal kamu "
" Ooh. Hm. Kita bicarakan di luar saja "
Dirga dan Putri pergi ke taman untuk membicarakan soal kemarin malam.
Dirga menceritakan semua kejadian yang terjadi tengah malam kemarin.
Sesekali Putri mengangguk menanggapi apa yang Dirga cerita kepadanya
" ooh gitu ceritanya. Maaf ya mas , Putri sudah salam paham "
" eh? Salah paham kenapa? "
Putri ngambek lagi karena ketidakpekaan Dirga
" ih , mas Dirga mah. Sebel deh "
Putri pun pergi
" lah? Kenapa dia ngambek? "
" yang lebih penting sekarang adalah kasus kemarin. Aku curiga itu adalah percobaan pembunuhan atau semacamnya , aku tahu kalau masih ada penjahat lainnya. Tidak cuman satu pasti "
Dirga pun mengejar Putri yang lari kearah kelas. Karena kelas sudah mau di mulai , Dirga pun duduk di kursi nya. Begitu juga dengan Putri yang masih ngambek.
Setelah semua kelas selesai , Dirga berbicara dengan dengan Putri
" mbak. Mbak Putri kenapa? "
" gapapa...."
" Dirga ada salah ya? Maaf kalau begitu. Untuk menebus kesalahan saya , saya akan memenuhi satu permintaan mbak Putri "
" Hmph.....Kalau begitu , pulang ini kita makan malam di tempat makan "
" baik mbak , saya yang traktir mbak Putri "
" baiklah , ayo kita jalan "
Dirga mengangguk dan pergi ketempat makan bersama Putri untuk makan malam.
Ternyata Putri juga ingin membawa Ratu untuk makan bersama.
Di tempat makan , Dirga memesan nasi goreng dan air biasa. Putri dan Ratu juga memesan makanan yang sama dengan Dirga.
" Mbak Putri udah ga marah lagi kan? "
Dirga membuka obrolan
" iya iya. Eh Ratu , katanya kamu mau bicara sama mas Dirga "
__ADS_1
" oh iya. Mas Dirga , untuk kasus kemarin ternyata si pelaku malah bunuh diri di polres saat ingin di interogasi "
" hm. Sebaiknya mbak Ratu jangan pergi sendirian kemana pun itu , takutnya ini adalah pembunuh kelas kakap "
" iya. Tadinya sebelum lari-lari ke universitas ini , saya juga membawa pengawal untuk menjaga saya. Namun mereka sudah di bunuh oleh pelaku tersebut. Jenazah mereka sudah saya urus dan di makamkan "
" haish , memang musibah tidak bisa di hindari. Emangnya kenapa sih mbak , bisa sampai di kejar-kejar gitu? "
" Saingan bisnis harusnya. Ayah saya seorang pengusaha sukses , ada banyak yang ingin menjatuhkannya "
" ooh. Pokoknya mah , mbak Ratu jangan terlalu banyak keluar , karena saya merasa ada bahaya dimana-mana "
" mereka mengintai di sekitar sini. Kelas kakap memang beda. Ingin sekali menghubungi polisi , tapi takutnya ada pertumpahan darah di sini " pikir Dirga
Mereka pun memakan makanan yang mereka pesan sampai habis. Seusainya makan , Dirga berbisik kepada Putri dan Ratu
" Kalian jangan berpisah dari ku , oke? Ada yang mengintai kita disini "
bisik Dirga
Ratu dan Putri mengangguk dan mereka pun berjalan kearah ruangan klub taekwondo.
sesampainya disana , Dirga melihat Daniel dan Rendi sedang mengobrol disana.
Dirga pun mendekat mereka berdua
" Aku ada perlu dengan kalian berdua. Nanti Lumpuhkan orang yang mengintai di sekitar asrama. Kalian bisa kan? "
Dengan kemampuan mereka berdua yang kuat , mereka yakin dan mengangguk.
" mbak-mbak sekalian. Aku akan antar kalian sampai asrama , jangan berpisah , oke? "
Mereka berdua mengangguk. Dirga pun mengantar Putri dan Ratu pergi ke asrama Putri.
" iya mas , mas hati-hati. Jangan sampai terluka seperti waktu itu "
" iya , tenang saja "
Dirga balik ke asrama putra untuk memulai aksinya bersama Daniel dan Rendi.
Dirga mulai menyusun rencana
" jadi , kita tunggu malam hari , baru kita beraksi secara tertutup "
" baik bos. Saya mendengar hembusan nafas manusia di beberapa titik "
" baiklah. kita tinggal tunggu beberapa jam lagi , mereka juga tidak akan beraksi kalau satpam belum tidur "
Singkat cerita , waktu menunjukkan pukul
00:10 malam. Dirga , Daniel dan Rendi memulai aksi mereka di malam itu.
Mereka bertiga berpencar sesuai keberadaan musuh yang mereka rasakan dari insting mereka.
Dirga ke tembok dekat asrama wanita , disana ada 3 musuh. Daniel pergi ke gerbang utama universitas , disana ada 2 musuh yang sedang berjaga. Sedangkan Rendi pergi ke parkiran karena para rombongan itu datang menggunakan mobil di malam hari.
Dirga melumpuhkan para musuh dengan memukul leher mereka dari belakang yang membuatnya pingsan. Begitu pula dengan Daniel yang melakukan hal yang sama.
Rendi mengecek isi mobil dengan cara menyabotase pintu mobil. Dengan menggunakan sarung tangan karet , Rendi mengamankan semua senjata maupun barang yang ada di mobil. Alat komunikasi yang ada di mobil tersebut juga di amankan oleh Rendi.
Setelah melumpuhkan semua musuh , Dirga dan Daniel menyeret semuanya ke belakang asrama putri untuk melepaskan racun yang ada di belakang penutup wajah mereka.
__ADS_1
" akhirnya beres juga "
" iya bos. Mereka tidak memiliki insting yang kuat sehingga tidak menyadari keberadaan kita "
" haha , tidak hanya itu , kita juga tahu cara agar tidak mudah ketahuan oleh insting seseorang. Ayah memang hebat bisa tahu ilmu seperti ini "
Dirga pun menelpon Putri untuk menunjukkan hasil dari misi yang Dirga , Daniel dan Rendi jalankan.
[ Dirga ]
Halo mbak , kita sudah selesai. Kalian berdua bisa keluar
[ Putri ]
baik mas , kami keluar sekarang. Dimana kalian?
[ Dirga ]
Belakang asrama putri
Dirga menutup telpon dan menunggu Putri dan Ratu keluar. Saat Putri dan Ratu datang , Lita juga ikut bersama mereka karena penasaran.
" mbak Ratu sekarang telpon polisi "
" baik mas "
Mereka menunggu Polisi datang untuk menangani musuh yang sedang pingsan dan diikat sekarang. Tak selang berapa lama , polisi akhirnya datang.
" baik , kami akan membawa mereka sekarang. Kami akan mendatangi mbak Ratu untuk dimintai penjelasan "
" baik pak "
" terimakasih atas bantuan mas Dirga dan teman-temannya karena sudah membantu tugas kami. Selamat malam "
" iya pak , selamat malam "
Tim polisi pun pergi membawa orang-orang yang diikat untuk di interogasi di kantor polres.
" Hoam , baiklah. Kita semua harus kembali tidur karena besok masih ada kelas yang harus di ikuti "
Mereka semua kembali ke asrama masing-masing untuk beristirahat.
***
" bagaimana mungkin para pembunuh kelas kakap bisa di kalahkan dengan mudah !!? "
ujar seseorang yang sedang duduk di kantor kerja yang megah
" ya bos , kalau begini. perusahaan
' Maju Jaya ' akan semakin kuat dan mengalahkan kita. Ini tidak boleh terjadi "
tanggap seorang ajudan
" Haaah!!! kalian memang tidak bisa kerja dengan baik , membunuh seorang wanita saja tidak bisa. Kalau memang tidak bisa , minimal di tangkap dan bawa kemari "
" Ma-maafkan saya bos "
" pergi kau "
Ajudan itu keluar dari ruangan
__ADS_1
" aku harus menjatuhkan bisnis ' dia ' bagaimanapun caranya!!! "