Sebuah Kehidupan

Sebuah Kehidupan
Sang Mr. SSD


__ADS_3

Di rumah sakit , Dirga di rawat. Peluru yang ada di bahunya di keluarkan. Perawatan itu memakan waktu 2 jam.


Putri yang khawatir berjalan bolak-balik di dekat kursi tunggu , menunggu kabar dari dokter dan sesekali menyeka air matanya.


Setelah lama menunggu , akhirnya dokter keluar dari ruangan


" Dok , gimana keadaan mas Dirga? "


Tanya Putri panik


" kondisi pasien sudah stabil , fisiknya sangat kuat karena bisa menahan pendarahan yang lumayan banyak , sekarang hanya tinggal memperbanyak Istirahat saja "


" Baik pak terimakasih "


Putri masuk ke ruangan untuk menemui Dirga , Ia terkejut melihat Dirga yang setengah telanjang , badannya hanya berbalutkan perban yang menahan pendarahan Dirga.


" Tubuh mas Dirga gagah banget " pikirnya


Ia berusaha untuk fokus


" Ba-bagaimana keadaan mas Dirga "


" Alhamdulillah , hanya lemas sedikit , sekarang sudah boleh pulang "


Dirga mengambil bajunya dan memakainya.


Mengetahui keadaan Dirga yang sekarang berada di rumah sakit , Rio juga datang karena Khawatir begitu juga dengan Boyeng yang tubuhnya sudah di obati di klinik.


" Bang , Abang ok kan? " Tanya Rio khawatir


" Aman-aman "


" Maaf bang , ini salah Boyeng karena sudah membahayakan Abang "


" Ini bukan salah siapa pun , mereka yang mengacau juga sudah di urusi oleh polisi "


Setelah memakai bajunya , Dirga pulang bersama dengan yang lainnya.


" Bang Dirga ok nih kita tinggal? " tanya Boyeng Khawatir


" Iya , tidak apa , besok juga aku akan kembali bekerja "


Mereka berpamitan dengan Dirga dan pulang kerumah masing-masing.


Dirga juga masuk ke gudang untuk beristirahat.


Esok harinya Dirga seperti biasanya berlari pagi berkeliling desa , ia pergi ke warung Bu Wati untuk sarapan seperti biasanya.


Disana sudah ada Rio yang sedang duduk menunggu pesanannya datang. Dirga pun menyapanya


" Assalamualaikum Rio "


" Waalaikumsalam bang , gimana keadaannya? Sudah Baikan? "


" sudah kok "


Bu Wati datang menyuguhkan makan yang di pesan oleh Rio , karena mendengar pembicaraan antara mereka berdua tadi , Bu Wati pun bertanya kepada Rio karena penasaran.


" Emangnya dek Dirga kenapa Rio? "


" ini Bu , kemarin di tempat makanan Kece ada sebuah kekacauan yang terjadi. Para geng motor menyerang tempat itu "


Rio berhenti sejenak dan melanjutkan perkataannya


" Teman saya yang kerja di tempat makan itu di pukuli oleh geng motor tersebut , bang Dirga berusaha membantu berbicara namun mereka semua menyerang bang Dirga secara bersamaan "


Bu Wati mendengarkan cerita Rio dengan seksama dan sesekali mengangguk menanggapi ceritanya


" Bang Dirga berhasil menaklukkan para anak buahnya namun karena panik , si pemimpin malah mengeluarkan pistol dari sakunya dan menodongkannya kearah bang Dirga "

__ADS_1


" bang Dirga berhasil menangkap pistol tersebut namun bahunya tertembak dan mengalami pendarahan kemarin. Bang Dirga juga dirawat kemarin , untungnya fisik bang Dirga kuat , jadi tidak terlalu parah pendarahannya "


Rio menceritakan panjang lebar. Setelah mendengar cerita dari Rio , Bu Wati menjadi Khawatir


" aduh dek Dirga , sekarang kamu sudah tidak apa kan? "


" Sudah tidak apa-apa Bu. Saya mau pesan yang biasa ya Bu "


" Iya dek , jangan terlalu banyak aktivitas , nanti cape "


" iya-iya Bu "


Setelah beberapa menit , Bu Wati akhirnya menyuguhkan makanan yang Dirga pesan , Dirga memakan makanannya dengan lahab.


Setelah makan , Rio dan Dirga berpamitan dengan Bu Wati dan pergi ke rumah untuk bersiap kerja , karena hari ini hari libur.


" Sampai ketemu di tempat kerja "


Rio berpamitan dengan Dirga


" ya "


Sesampainya di tempat kerja , Putri terlihat sangat kesusahan karena pelanggan hari libur sangat banyak. Melihat hal itu , Rio dan Dirga segera pergi membantu.


" Bang , kamu di kasir saja bantu mbak Putri ,


Aku akan mengambil stok barang "


" baiklah "


Mereka pergi menyelesaikan tugas masing-masing. Pelanggan yang tidak ada habisnya membuat mereka bertiga sibuk sampai sore hari tiba.


" Pelanggan hari libur sangat banyak "


Ucap Rio sembari meregangkan tubuhnya


" Ya hari yang melelahkan "


" Baiklah , besok akan gajian jadi tidak perlu khawatir " sahut Rio


Dirga hanya senyum dan mengangguk.


Mereka beres-beres dan menutup Indomaret tersebut. Sesampainya di Tempat makanan kece , mereka masuk ketempat itu dan mencari tempat untuk duduk.


Disana Rio tidak melihat Boyeng , hanya melihat seorang wanita cantik yang sedang mencatat pesanan pelanggan.


" Bang , sepertinya Boyeng lagi libur dulu karena cederanya "


" Iya , dia tidak terlihat disini "


Wanita itu datang ke meja dimana Dirga , Rio dan Putri duduk.


" Eh , Putri? Kamu juga disini? " Ucap wanita itu


" Iya nih , sekalian makan malam "


Rio mendekati Dirga yang ada di sebelahnya dan berbisik


" Bang , menurut Abang , mana yang lebih cantik? "


" apaan dah , aku ga ikutan "


Melihat dua orang pria yang duduk di meja yang sama dengan Putri , Wanita itu pun bertanya


" Mas-mas ini siapa put? "


" Oh yang ini mas Dirga dan yang satunya mas Rio , mereka temen kerja aku di Indomaret "


" Mas , ini namanya Tasya Himawati. Dia temen SMA aku "

__ADS_1


" Hai salam kenal " sahut Rio dan Dirga.


" Salam kenal , mau pesan apa? "


" Aku Es teh madu dan nasi goreng spesial nya yah Mbak....? "


Ucap Rio yang tampak bahagia melihat Tasya


" aku Es kopi sama nasi ayam nya "


pesanan Dirga


" aku satenya sama desert nya yah "


Pesanan Putri


Mereka menunggu pesanan mereka sambil berbincang-bincang santai. Saat sedang ngobrol , tiba-tiba suara motor terdengar dari arah luar tempat makan.


Ngreeeng!!! Ngreeeng!!!!


" Bang Dirga jangan turun tangan , untuk sekarang biar aku yang mencoba menghadapi mereka " ucap Rio


" Jangan bertindak dulu , lihat dulu tujuan mereka datang kesini mau ngapain "


Rombongan geng motor itu masuk kedalam tempat makan tersebut , ia menatap kearah Dirga yang sedang duduk di sana. Karena mencoba mendekati Dirga , Rio lantas berdiri dan bertanya


" Mau apa kau!!? " tanya-nya tegas


orang yang kemarin menembak bahu Dirga membungkuk , diikuti dengan yang lainnya , yang juga sama-sama membungkukkan badan mereka.


" Bang saya minta maaf atas kejadian kemarin !!! " ucap orang itu


Dirga berdiri mendekati orang itu , ia mengangkat tubuh orang itu dari bungkuknya dan berkata


" Jangan ulangi lagi kejadian yang kemarin. Kamu juga jangan hanya minta maaf kepada ku , mintalah maaf kesemua orang yang ada di sini dan juga pelayanan yang kamu pukuli kemarin "


" Baik bang "


" ngomong-ngomong , nama kamu siapa? "


" nama saya Tubagus Renaldi "


" Namaku Dirga Prananda yang ini namanya Rio Febrian dan mbak-mbak yang memakai jilbab itu namanya Putri Wulandari dan juga temannya Tasya Himawati "


" yasudah , kamu harus minta maaf sama semuanya dan jangan lupa ganti Krostin motornya agar tidak berisik "


Renaldi mengangguk dan meminta maaf kepada semuanya , begitu juga dengan rombongannya yang mengikuti. Rio dan Dirga duduk kembali , menunggu pesanan mereka datang.


" Mereka langsung tobat , bang Dirga memang hebat "


" Sepertinya mereka sama seperti kamu , di suruh oleh Mr. SSD ini "


" ya , ini sih mungkin Banget "


Setelah beberapa menit , Tasya menyuguhkan makanan yang mereka pesan di atas meja , mereka bertiga memakannya dengan lahab ,


Begitu pula dengan rombongan geng motor itu yang tampak sedang memesan makanan.


***


Bruuk!!


Seseorang memukul meja karena kesal akan sesuatu


" Siapa sebenarnya orang ini , berani melawan kendali ku di desa Curuguyang "


Ia berhenti sejenak dan melanjutkan kata-katanya


" aku harus menyewa " dia " untuk melawan pemberontak ini "

__ADS_1


Orang itu ada adalah Mr. SSD yang dimaksud oleh Rio , dia memiliki harta yang banyak namun di gunakan untuk membuat onar.


Ia tampak kesal karena dua cabangnya sudah berhenti berpihak padanya.


__ADS_2