
Namun mana mungkin preman yang tadi di seret oleh Dirga tidak emosi. Saat perjalanan pulang , Dirga di ikuti oleh preman tersebut tapi Dirga membiarkannya karena instingnya merasakan preman itu tidak membawa senjata apapun.
Gerak gerik preman itu juga seperti sedang memata-matai. Saat di rumah , preman tersebut melihat sekitar rumah tersebut dan langsung pergi. Dirga langsung menyimpulkan dua kemungkinan , yang pertama , preman tersebut takut dan akhirnya memilih untuk kembali dan yang kedua , preman tersebut akan kembali membawa kawanannya.
" Biarkan saja lah , hanya preman kecil "
Dirga masuk ke rumah. Saat di rumah , Dirga di mintai tolong oleh Susi untuk pergi ke balai desa , karena truck pengangkut barang akan segera sampai. Dirga mengiyakan permintaan Susi dan mengambil satu batang coklat sebelum ia pergi.
Di balai desa Dirga menyapa menyapa pak Kades yang tengah ngopi di sana.
" Assalamualaikum pak kades "
" Waalaikumsalam. Eh nak Dirga , ada urusan apa yah? "
" Nggak pak , saya mau nunggu mobil pengantar barang "
" Ooh , sini duduk dulu. Kita ngopi "
Dirga pun duduk di kursi yang tersedia di sana. Ia menunggu mobil pengangkut sambil berbincang-bincang dengan pak kades. Setelah beberapa menit menunggu , akhirnya mobil pun datang. Dirga berjalan menghampiri mobil tersebut.
" atas nama Dirga? "
" iya pak , saya sendiri "
" mohon tanda tangannya mas "
Dirga menuliskan tanda tangannya , bukti kalau transaksi sudah selesai.
Setelah di tanda tangani , Dirga membantu petugas pengantar barang mengeluarkan barang yang ia beli. Ada banyak barang yang di beli , dari vas bunga gantung , bunganya juga , dan alat untuk menanam bunga lainnya.
Dirga bertanya kapan mobil pengangkut selanjutnya akan datang
" Pak , mobil pengangkut jadwal selanjutnya kapan datangnya? "
" oh , itu akan datang besok mas. Ia membawa semen dan pasir dan material lainnya kalau tidak salah "
" baiklah pak , terimakasih atas kerjasamanya karena sudah membantu mengangkat barang-barang ini "
" iya mas "
Setelah mobil tersebut pergi , Rey datang sambil membawa sebuah gerobak yang ia pinjam dari pak Jaka.
Mereka mengangkat barang-barang tersebut untuk membawanya kembali ke kediaman Dirga , pak kades juga ikut membantu mereka mengangkat barang.
Saat sudah sampai di rumah , teman-teman Dirga membantunya menurunkan barang dan membawanya ke gudang halaman belakang rumahnya.
Setelah selesai memindahkan semua barang , mereka semua beristirahat di kamarnya masing-masing karena besok masih ada banyak sekali kegiatan KKN yang harus di lakukan.
Keesokan harinya setelah sholat subuh , mereka semua mulai mengeluarkan barang-barang yang kemarin di angkut ke gudang karena mereka ingin membawanya ke taman umum desa Curuguyang.
__ADS_1
Karena Dirga hari ini tidak bertugas di sekolah , ia pergi membantu teman-temannya yang ingin pergi ke taman umum desa. Di sana , yang laki-laki membantu membersihkan area sekitar taman di bantu juga oleh warga. Sedangkan yang perempuan , mereka menanam bunga dan tanaman lainnya untuk menghias taman.
Saat sedang bersih-bersih , Insting Dirga merasakan ada yang memperhatikan mereka semua dari jauh. Mereka tampak mencurigakan. Dirga membisikkan hal itu kepada Rey yang kebetulan sama tugasnya dengan Dirga
" Rey , bilang ke yang cewe agar jangan pergi kemanapun sendiri. Ada yang mengawasi kita dari jauh "
" Ya , aku juga merasakan hal yang sama dari tadi "
Rey mendekati para cewe yang sedang menanam bunga di pot
" Mbak , nanti jangan jalan-jalan sendirian , ada yang sedang memperhatikan kita di sini "
" Ah , yang bener kamu Rey "
" bener , aku serius "
" Mungkin itu cuman perasaan kamu aja Rey "
Para cewe tidak percaya dengan melanjutkan pekerjaan mereka untuk menanam bunga.
Rey memberikan kode kepada Dirga dengan gelengan kepala bahwa para cewe tidak percaya dengan perkataannya. Dirga menghela nafas dan lanjut menyapu taman bersama Rey.
Setelah selesai nyapu , Dirga di telpon oleh Susi
[ Susi ]
[ Dirga ]
Waalaikumsalam mbak , ada apa yah?
[ Susi ]
Ini mas , barang selanjutnya sudah mau sampai di balai desa. Bisa mas Dirga ambil bersama mas Rey?
[ Dirga ]
Bisa , saya juga sudah selesai disini
[ Susi ]
Kalau begitu makasih mas , assalamualaikum
[ Dirga ]
Waalaikumsalam
Dirga menutup telponnya dan mengajak Dirga pergi mengangkut barang di balai desa , Rey mengiyakan ajakan Dirga dan bersama-sama pergi ke balai desa
" Ga , itu yang cewe gapapa ditinggal? " tanya Rey khawatir
__ADS_1
" Gapapa , masih ada cowo yang membantu mereka "
" Tapi mereka tidak bisa bela diri "
" Kita punya insting , jadi tidak perlu khawatir "
" insting ku tidak setajam dan seluas desa ini jangkauannya , kalau mereka di culik kita akan repot mencarinya "
" Hehe , tenang. Desa ini mungkin lumayan luas , tapi insting ku lebih luas daripada desa ini "
" Apa iya? Jangan ngomong yang nggak-nggak deh "
" haha. Yang penting sekarang ambil barang dulu. Oh ya , kamu belajar di perguruan mana? "
" aku hanya belajar mandiri , tidak di ajarkan oleh orang lain. Belajar dari kecil juga "
" ooh , gitu "
Mereka berbincang-bincang sambil berjalan menuju balai desa yang agak lumayan jauh dari taman umum desa Curuguyang.
Sesampainya di sana , Dirga dan Rey menunggu di kursi yang ada di sana sambil memesan kopi di kedai kecil yang berada tak jauh dari balai desa.
Setelah beberapa menit menunggu , akhirnya truck pengangkut pun datang. Dirga dan Rey beranjak dari duduknya dan pergi berjalan mendekati truck tersebut.
" Rey , kamu telpon si Lintang sama si Ryan tuh. Suruh pinjem gerobak dua biji "
" oke lah "
Setelah Dirga menandatangani transaksi dan truck pengangkut itu berjalan menjauh , Dirga dan Rey sekarang hanya tinggal menunggu Ryan dan Lintang untuk membawa gerobak karena barang yang mereka beli adalah 50 sak semen dan material pembangunan lainnya untuk membangun WC umum dan juga ruko kecil untuk para warga berjualan.
Tak membutuhkan waktu yang lama , Ryan dan Lintang datang membawa gerobak yang lumayan besar
" Balik lagi aja , bawa sepuluh-sepuluh dulu. entar balik lagi " ujar Rey
" Iya dah , buruan angkat semennya dulu "
Dirga dan Rey mengangkat semen tersebut keatas gerobak untuk di bawa ke lokasi pembangunan.
" Ingat , 25 Buat Ruko , 25 lagi buat WC umum. Antar ke tempat yang benar "
" iya iya "
Mereka berdua pun jalan menuju tempat pembangunan untuk meletakkan material pembangunannya di sana.
Sementara itu di taman umum desa , para cewe dan cowo yang bertugas disana sudah menyelesaikan tugas mereka. Taman terlihat sangat cantik dan adem untuk di pandang.
Karena lelah , mereka semua berpisah ke tempat yang ingin di tuju masing-masing. Yang cowo lebih memilih untuk pulang , sedangkan yang cewe memilih untuk pergi ke Indomaret dimana tempat Rio dan Dimas bekerja.
Namun saat di perjalanan menuju Indomaret , Abelia , Nia Daniati , Zahra Jasmine , dan juga Vania Larisa di bius menggunakan tisu oleh orang yang tak di kenal. Orang tersebut sudah pasti adalah rombongan geng naga yang sedari tadi memata-matai mereka semua.
__ADS_1