Sebuah Kehidupan

Sebuah Kehidupan
Teman-Teman Baru Sudarta


__ADS_3

Karena ketakutan , Sudarta memanggil pengawalnya yang lain untuk melawan Dirga.


Namun selama tidak ada senjata api , Dirga pasti bisa menang melawan mereka.


Bang!!!!! Bruuuuk!!!!


Sudah sepuluh pengawal yang Dirga hajar dan tak sadarkan diri , sisanya lari karena ketakutan melihat Dirga.


" apa yang kalian lakukan !!! , hajar dia !!! "


Sudarta berteriak tidak jelas


" Hey , pengawal mu sudah habis , sisanya malah lari "


Tempat itu sepi , hanya tinggal mereka berdua saja yang tersisa. Dirga melepaskan tubuh pengawal yang ia pegang dan duduk di meja Sudarta.


" Apa sebenarnya motif kamu melakukan hal ini? "


Sudarta hanya diam saja dengan mukanya yang kesal


" Ayolah teman , ceritakan pada ku "


Mendengar kata teman , Sudarta akhirnya menceritakan tentang kehidupannya. Dari sekolah dasar sampai keluar dari bangku SMA.


Dirga mendengarkan ceritanya sambil sesekali mengangguk menanggapi cerita dari Sudarta.


" oh , jadi intinya dia ini kesepian " pikir Dirga


" Jadi begitulah "


" Oh , kamu hanya kesepian dan butuh teman , yang kamu sewa dengan uang itu bukanlah teman melainkan alat. Teman didapat bukan membelinya dengan uang , ia secara alami datang dalam kehidupan kita , tergantung pada kitanya juga sih. Tapi tidak apa , sekarang aku adalah teman mu "


Wejangan dari Dewa


" Sungguh? , tapi perbuatan ku sudah kelewatan "


" Tidak apa , besok kamu datang ke desa Curuguyang untuk meminta maaf kepada para warga. Gimana? "


" Baiklah.... terimakasih te-teman "


" Haha. Baiklah aku pergi dulu "


Dirga berpamitan dengan Sudarta sembari menepuk pundaknya


" oh ya , jangan lupa minta maaf kepada mereka yang sudah kamu sewa dan bawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan "


" baiklah "


Dirga tertatih-tatih berjalan menuju gerbang.


Pas sekali saat di depan gerbang , ia pingsan dan tak sadarkan diri.


Untungnya disana ada Boyeng dan juga Renaldi yang mengikuti mereka memakai motor.


" Ayo cepat bawa tubuh bang Dirga "


Ucap Boyeng Khawatir


Renaldi dan Boyeng pun menaikkan tubuh Dirga ke motor. Dan mereka pun berjalan kembali menuju desa Curuguyang.


Dirga dibawa ke klinik Curuguyang untuk di rawat. Boyeng juga menelpon Rio dan menceritakan kejadian malam itu.


Rio bergegas kesana.


" Bang Rio ga nelpon pacar bang Dirga? "


" tidak usah , kalau di telpon , mungkin dia akan di sini sampai pagi. Kita jangan membuatnya khawatir "


Dirga pun tersadar dari pingsannya.


" Alhamdulillah bang Dirga sudah siuman "


ucap Boyeng lega


" Kenapa aku di sini? "


Tanya Dirga sambil melihat kanan dan kiri

__ADS_1


" bang Dirga tadi abis bertarung , dan hanya kecapean kata dokter Rian "


Jelas Boyeng


Rio memanggil Dokter


" Dokter , pasien sudah boleh pulang kan? "


Dokter mendatangi mereka


" Masnya sudah kuat berjalan belum? "


Tanya dokter


" Sudah dok "


Jawa Dirga


Dengan di bantu oleh Boyeng dan Rio , tubuh Dirga ditopang dan dibawa pergi ke luar klinik. Disana juga sudah ada Renaldi yang menunggu mereka.


Ia menyalakan motornya untuk menggoncang Dirga , di temani dengan Rio yang juga ikut mengantar Dirga pulang.


Sesampainya di gudang pak RT.


" Bang Dirga ok kan? Ditinggal sendiri "


Tanya Rio khawatir


" aman kok , besok juga sudah bisa kerja lagi "


" yasudah kalau begitu , kami balik dulu bang "


" iya dah , hati-hati di jalan "


Dirga melambaikan tangannya dan masuk untuk beristirahat. Keesokan harinya seusai mandi dan sholat subuh. Dirga berlari pagi ke arah Warung Bu Wati untuk sarapan.


" assalamualaikum Bu Wati , yang biasa Bu "


" Waalaikumsalam , siap dek. itu wajah kamu kenapa dek? "


" oh gitu...."


Bu Wati datang dan menyuguhkan pesanan Dirga. Ia memakannya dengan lahap.


Seusai makan , ia melanjutkan lari paginya. Ia pergi ke toko pak Jaka untuk membantunya membuka toko.


" assalamualaikum pak Jaka "


" Waalaikumsalam salam nak Dirga "


" Sini pak saya bantu "


" iya nak , makasih. Ngomong-ngomong wajah kamu kenapa bonyok begitu nak? "


" terlibat perkelahian kecil pak "


" oh "


Setelah selesai membuka toko , Dirga pun berpamitan dan melanjutkan lari paginya.


ia pulang ke rumah dan bersiap-siap untuk berangkat kerja.


Di Indomaret , ia sudah melihat Putri dan Rio yang sedang beres-beres. Dirga masuk dan membantu mereka berdua.


" Bang Dirga udah baikan? "


" udah kok "


Putri bertanya tentang keadaan Dirga karena ia tidak tahu apa yang terjadi kemarin


" emangnya mas Dirga kenapa? sampai wajah nya bonyok begitu? "


" Hanya terlibat perkelahian kecil saja , tidak ada yang serius "


Putri tidak percaya dengan perkataan Dirga


" Ih , mas Dirga bohong terus "

__ADS_1


ucapnya merajuk


Mereka melanjutkan pekerjaan mereka.


Saat sedang melayani pelanggan , salah satu pelanggan bertanya


" M-mbak , yang n-namanya Di-Dirga ada ga yah? "


tanya pelanggan tersebut


" ada mas , itu dia mas , lagi ngisi ulang stok belanjaan " jawab Putri sembari menunjuk kearah Dirga.


" oh iya M-mbak , M-makasih "


pelanggan tersebut mendatangi Dirga dan menyapanya ,


" Te-teman "


Pelanggan itu adalah Sudarta , ia belum terbiasa akrab dengan orang lain , jadi masih kikuk saat berbicara.


" Eh Sudarta , kamu sudah dari tadi disini? "


" Ti-tidak juga , aku baru masuk Indomaret "


" Yaudah , ayo kita bicara di luar "


Sudarta mengangguk dan mengikuti Dirga.


Di luar , mereka berbincang-bincang santai.


" Maaf ya , aku belum bisa ngobrol panjang sama kamu , masih kerja soalnya "


" iya gapapa "


" Nanti jam 19:00 kita ke tempat makanan kece saja , di dekat halte bus "


" baiklah , maaf sudah mengganggu kerja mu , sampai jumpa nanti malam "


Dirga melambaikan tangannya pada Sudarta dan kembali bekerja.


" siapa itu mas? "


tanya Putri


" itu temen baru , Sudarta "


" oh , gitu "


" Kalian berdua nanti mau ikut ke tempat makanan kece ga? "


Ajak Dirga


" mau dong "


Jawab Rio dan Putri serentak


" baiklah , nanti setelah kerja "


Mereka pun bekerja seperti biasanya.


Saat Indomaret sudah tutup , mereka pun pergi ke tempat makanan kece untuk makan malam. Disana nampak sudah ada Sudarta yang menunggu.


Dirga menyapanya


" Yo , sudah nunggu lama ya? "


" I-iya , lu lama amat dah "


Dirga memperkenalkan Sudarta kepada teman-temannya , Boyeng dan juga Renaldi juga ada di sana. Sudarta juga minta maaf kepada mereka semuanya atas kelakuannya yang kemarin-kemarin.


" Ah , gapapa kok , masalah kecil doang "


ucap Rio


" Halah , ngomong sih gampang , perut masih sakit kah? " Dirga bercanda


" Haha " mereka tertawa riang gembira di tempat itu.

__ADS_1


__ADS_2