Sebuah Kehidupan

Sebuah Kehidupan
Pertarungan Melawan Bos Dungeon


__ADS_3

Singkatnya malam hari pun tiba , karena mereka janjian untuk bertemu di titik lokasi dekat markas musuh berada.


Dirga berlari dengan kecepatannya yang sangat mengerikan , ditambah dengan kemampuan barunya yang menambah kecepatannya menjadi lebih mengerikan lagi.


Sesampainya di lokasi , Dirga ternyata sampai yang pertama di tempat itu. Sambil menunggu teman-temannya , ia memakan coklat yang ia bawa dari asrama.


Setelah beberapa menit akhirnya mereka bertiga sampai , ternyata mereka naik mobil bersama dengan tim kepolisian lainnya.


" Lama banget kalian " ujar Dirga


" gila , kamu cepet banget Ga. Sekali pulih langsung Badas lagi "


" ahaha , aku berlatih lagi di kampung halaman "


Setelah melakukan persiapan , mereka berempat pun masuk ke sebuah bungker. Tak seperti bungker yang lama , tempat itu jauh lebih besar dan dalam. Anak tangga yang di turuni oleh mereka berempat terasa seperti tiada akhir.


" Ga , kamu ga pakai senter? "


Dirga menatap kearah Dayu dengan pupil mata yang bersinar berwarna biru.


" Tidak , mataku sudah sangat terang "


" gila , kemampuan apa lagi yang kamu pelajari di kampung halaman kamu? "


" hanya kekuatan turunan yang di berikan oleh ayah "


Mereka terus berjalan menuruni anak tangga yang tiada habisnya itu.


Mereka pada akhirnya sampai di ujung jalan. Memasuki pintu , mereka mendapati diri mereka berada di ruangan yang penuh dengan kotak-kotak yang berisi narkoba , dan obat-obatan terlarang lainnya.


Insting Dirga merasakan ada beberapa orang di ruangan itu dan meminta semuanya untuk berpencar dengan insting mereka masing-masing. Total mereka melumpuhkan 20 orang yang menjaga Kotak-kotak.


" hah , baru stage pertama udah mulai cape " ujar Falen


" Haha , boro-boro mau lawan bos Dungeonnya [ Patan ] " ujar Dayu


" udah-udah , lucuti senjata mereka dan ayo kita lanjutkan. Dayu , minta tim polisi mu untuk mengurus hal ini "

__ADS_1


Setelah selesai , mereka turun ke lantai selanjutnya. Mereka terus berjalan sampai akhir terhenti di sebuah pintu besar. Insting Dirga merasakan ada dua orang yang bertubuh besar dan kekar sedang berdiri di belakang pintu. Mereka berempat mendorong pintu tersebut dan langsung berhadapan dengan dua orang besar tersebut.


Mereka berdua memegang sebuah pedang besi lengkap dengan baju Zirah besi. Tak mau membuang waktu , Dayu , Akil dan Falen mulai melakukan serangan sinkronisasi dengan cara menyerang dari berbagai arah.


Mereka bertiga menyerang secara bersamaan dengan cepat. Sedangkan Dirga masih memperhatikan mereka bertiga.


Dengan Kemampuan barunya itu , Dirga langsung menghantam dada pria besar yang memakai zirah tersebut.


Bruuuk!!!


Ia terhempas ke tembok yang membuatnya langsung tak sadarkan diri. Pria besar yang satunya lengah dan langsung bisa di kalahkan dengan mudah oleh Dayu , Akil dan Falen.


" Gila Ga , kok bisa ada petir-petirnya gitu? "


" ini adalah Aura petir biru milikku "


" Haha , memang hebat "


Mereka mengecek satu persatu ruangan yang ada di situ dan hanya menemukan amunisi dan persenjataan. Tim polisi segera di arahkan oleh Dayu untuk masuk ke ruangan tersebut dan mengamankan semua persenjataan serta amunisi yang ada.


Setelah selesai , mereka melanjutkan perjalanan menuju lantai selanjutnya. Selang beberapa menit berjalan menuruni anak tangga , mereka menemukan sebuah gerbang pintu yang terbuat dari besi. Mereka berempat mendorong pintu gerbang itu dan mendapati seseorang yang sedang duduk di tengah-tengah ruangan yang sepertinya adalah ruangan sel tahanan , dimana para Sandra di tahan.


Tanpa berpikir panjang , Akil dan Falen malah langsung menyerang kearah Patan secara bersamaan


" hehe , teman-teman mu ini sepertinya sangat bobrok yah? " ujar Patan


Ia memerintahkan roh jahat untuk menyerang Akil dan Falen. Namun kita semua tau kalau roh itu tidak bisa di serang kecuali dengan menggunakan aura atau benda yang berkaitan dengan aura spiritual.


Alhasil serangan Akil dan Falen tembus ke badan roh yang membuat mereka di pukul balik


Bang!!! Pow!!!


" Pahlawan bayangan , kesempatan tidak datang dua kali. Aku harap kau tidak memberikanku pertarungan yang membosankan seperti saat terakhir kau kalah , yah? "


Falen dan Akil langsung terkena luka fatal yang membuat mereka tak sadarkan diri.


Pupil mata Dirga mulai menghilang dan menjadi warna putih kebiruan yang bersinar. Aura petirnya mulai keluar di sekitar tubuhnya.

__ADS_1


" Whoah , menarik sekali. Tidak menyangka aku akan bertemu dengan pengguna aura petir "


Patan mulai mengerahkan seluruh roh jahat miliknya untuk menyerang Dirga , namun apalah daya. Mereka semua bahkan tidak bisa menyentuh Dirga karena aura petir di sekitar tubuhnya.


" Haha , hebat-hebat. Ini lah yang aku harapkan dari seorang pahlawan bayangan " ujar Patan


Mereka berdua mulai adu serang , serangan Dirga mampu mengimbangi semua serangan dari Patan. Patan menggunakan Darkness Fist miliknya untuk memukul Dirga namun berhasil di blok dengan mudah.


Menyadari bahwa pertarungan Dirga dengan Patan akan menghancurkan tempat ini , Dayu bergegas memerintahkan kepada anak buahnya agar masuk ke ruangan tersebut untuk melepaskan semua Sandra yang ada sekaligus mengambil semua barang bukti seperti surat perdagangan budak dan uang hasil penjualan senjata secara ilegal dan masih banyak lagi.


Dirga dan Patan masih beradu serangan yang membuat Dongeon itu retak dan ingin hancur.


" Arrrgghh , Aku tidak ingin kalah!!!! " Patan berteriak dan mulai mengerahkan seluruh kekuatan spiritual kegelapan miliknya yang membuat dirinya berubah menjadi naga hitam.


Tempat tempat tersebut sudah mau runtuh dan untungnya para Sandra , polisi beserta barang bukti sudah berhasil di bawa keluar.


Pada akhirnya jalan menuju keatas pun tertutup oleh reruntuhan. Dirga dan Patan terjebak di dalam Bungker Dungeon tersebut dan masih melanjutkan pertarungan mereka.


Wujud asli Patan yang adalah seekor Naga hitam , mulai menyerang Dirga dengan semburan api miliknya.


Namun dengan kecepatan Dirga , ia mampu menghindari semburan api tersebut.


GROOAAR!!!


Dirga pun mengeluarkan Dragon Fist miliknya dan serangan mereka saling beradu yang membuat daerah atas menjadi gempa.


[ Pertarungan ini mungkin terbilang tidak masuk akal. Tapi ini adalah pertarungan antar pengguna Energi spiritual. Dirga pengguna Aura spiritual Petir biru dan Patan adalah pengguna aura kegelapan. Perubahan wujud Patan di pengaruhi oleh seberapa pekatnya energi spiritual yang ada di sekitarnya ]


Dirga terus memukuli Naga Patan dengan Dragon Fist yang membuat Patan menjadi kewalahan. Lama kelamaan energi Patan habis dan ia mulai berubah ke wujud semula.


" Uhuk , hehe. Dari pahlawan bayangan berubah menjadi Thor. Sungguh hebat sekali " ujar Patan


Dirga menarik kerah bajunya dan membawa ia pergi ke atas dengan cara mendobrak beton dan tanah dengan menggunakan Dragon Fist.


Setelah keluar dari Dungeon tersebut , semua orang tampak sangat terkejut melihat seseorang berperawakan seperti dewa petir yang keluar dari tanah sambil membawa orang dengan cara di seret-seret kerah bajunya.


Dirga pun menenangkan dirinya dan mulai meredakan aura petir miliknya. Ia menyeret tubuh Patan yang sudah tak sadarkan diri untuk dibawa dan di urus oleh Dayu. Saat sampai di tempat dimana para polisi berkumpul dengan Dayu , Dirga melemparkan tubuh Patan ke depan Dayu. Kemudian ia pingsan karena kehabisan tenaga.

__ADS_1


Dayu membawa tubuh Dirga kedalam mobil untuk di antar ke rumah sakit.


__ADS_2