Sebuah Kehidupan

Sebuah Kehidupan
Sudut Pandang Dayu


__ADS_3

Dayu dan anggotanya melanjutkan perjalanan , mereka melewati rawa-rawa dan juga menyebrangi air terjun yang sangat ganas arusnya. Cahaya sang raja siang pun tergantikan oleh cahaya rembulan malam , ini adalah saat-saat paling berbahaya bagi para anggota kepolisian. Jikalau mereka tidak waspada dan tidak berhati-hati , nyawa mereka bisa melayang seketika.


Semuanya mengambil dedaunan dan lumpur untuk membuat penampilan mereka berkamuflase seperti daerah hutan yang disana. Malam disana sangat indah karena bulan purnama yang menyinari hutan membuat suasana di hutan itu menjadi tenang. Namun sangat di sayangkan , Dayu dan lainnya hanya bisa merunduk untuk mengistirahatkan tubuh mereka sementara.


Di tengah malam yang tenang , sebuah suara langkah kaki terdengar di telinga Dayu.


" Semuanya , seseorang datang. Tampaknya mereka beramai-ramai " ujar Dayu dengan suara kecil.


Semuanya bangun dari tidurnya namun masuk tetap dalam posisi merunduk karena mereka sedang berkamuflase. Suara langkah kaki itu berasal dari rombongan penjahat yang ingin segera melarikan diri dari hutan.


" segera pasang peredam kalian "


" Baik "


Mereka memasang peredam suara senjata mereka masing-masing untuk menyerang musuh secara diam-diam. Dayu hanya melihat senjata jenis Rifle yang di bawa oleh para penjahat tersebut. Kecurigaannya Dayu mendorongnya untuk membagi tim menjadi dua.


Tim satu untuk mengikuti penjahat , sedangkan tim dua untuk pergi ke titik lokasi GPS tracker yang lokasinya masih sama seperti saat Dayu terakhir kali lihat.


" Baiklah , bagi tim menjadi dua. Satu akan mengikuti penjahat , dan satunya pergi ke titik lokasi yang sudah tak jauh lagi "


" baik "


Setengah dari mereka akhirnya berpisah , Dayu pergi ke titik lokasi untuk melihat apa yang ada disana sebenarnya. Setelah maju beberapa meter kedepan , suara tembakan terdengar. Menandakan tim satu sudah mulai melakukan baku tembak dengan para penjahat.


" Ayo-ayo , kita harus bergegas ke lokasi itu "


Mereka akhirnya sampai di sebuah bangunan yang tertinggal , dapat di buktikan dengan tanaman rambat yang sudah menjulur ke seluruh bagian dari rumah tersebut. Dayu mengisyaratkan kepada anggotanya untuk mengecek sekeliling bangunan tersebut.


Dayu ingin melakukan pengepungan terhadap bangunan tersebut , karena Instingnya juga merasakan hal yang buruk akan terjadi.


" Ikuti aba-aba ku. Tunggu aku diluar "


" baik.."

__ADS_1


Dayu masuk ketempat yang terbengkalai tersebut untuk mengecek keadaan didalamnya. Persenjataan dan juga obat-obatan terlarang semuanya ada disana dan ini membuat Dayu bingung. Kenapa para penjahat itu meninggal barang yang selama ini mereka pertahankan.


Namun saat sedang memikirkan keadaan yang membingungkan ini. Tiba-tiba seseorang berbicara melalui ruangan yang gelap disana.


" Hehehe , jadi kamu adalah teman target yah? Hm hm.. Target memang hebat bisa berteman dengan Irjen seperti mu "


Dayu menodongkan senjatanya kearah yang tidak pasti sembari melontarkan pertanyaan


" Siapa kau!? "


Sesaat setelah Dayu melontarkan pertanyaan , aura didalam bangunan seketika mencekam. Aura sihir jahat ini membuat Dayu was-was karena lawan yang akan di hadapinya jauh lebih kuat dari musuh-musuh sebelumnya.


" Hahaha , kau memang tidak sekuat target. Tapi bisa ku jadikan boneka latihan..."


Seseorang misterius itu langsung melaju ke hadapan Dayu dan memukul perutnya sampai Dayu terlempar keluar bangunan dan terhantam ke pohon.


Anggota lainnya pun panik dan mulai menodongkan senjata mereka. Seseorang misterius itu pun keluar dari bangunan tersebut dan memperkenalkan diri sebagai anak buah dari Si elang.


" Kalian akan menghalangi rencana bos ku , maka dari itu aku akan memusnahkan kalian semua "


Ia pun tak tinggal diam dan bangkit untuk menyerang orang tersebut menggunakan Karambit.


Klang!!! Bang!!! Pow!!!


Saling baku hantam lah mereka di tempat itu.


" Haha , aku salah menilai mu. Kau sekuat diriku dan ini akan menjadi lebih seru lagi..!! "


Orang tersebut menggunakan pisau kecil sebagai senjatanya dan Dayu menggunakan Karambit sebagai senjatanya , mereka berdua sama-sama kuat dan ahli dalam pertarungan jarak dekat. Sampai pada saat orang tersebut lengah , Dayu berhasil merobek dadanya dan memukulnya sekeras mungkin dan membuatnya menghantam pohon sampai-sampai membuat pohon tersebut tumbang.


" Uhuk.. Uhuk.. Kau sungguh hebat... Bisa berkembang pada saat bertarung... "


Dayu hanya diam sambil menatap wajah orang tersebut dengan tatapan yang tajam. Orang itu bangkit dan mulai menyerang Dayu.

__ADS_1


Kali ini ia berhasil menyayat mata kiri Dayu dan ingin menendang rahangnya , namun sayangnya keinginannya itu tak bisa terjadi saat Dayu menahan kakinya dan langsung mengunci kakinya tersebut. Dayu juga tak pikir panjang langsung mematahkan kaki kanan orang tersebut yang membuatnya teriak kesakitan.


Kreeeek!!!


" Arrrrggghh , kaki ku!!! "


Teriakannya terdengar sampai ke area pertarungan tim satu yang sedang baku tembak dengan penjahat lainnya.


Orang tersebut merasakan kesakitan yang bukan main. Dayu kembali menusuk kaki kirinya dan membuat lumpuh permanen.


Karena sudah tidak ada pilihan lain , orang tersebut ingin menusukkan pisau tersebut kearah lehernya untuk melakukan bunuh diri. Namun hal itu berhasil di hentikan oleh Dayu dengan cara melemparkan Karambit ke tangan orang tersebut yang membuat tangannya terpotong.


Orang itu sudah tidak bisa melakukan apapun lagi selain merintih kesakitan dan juga mengerang. Dayu merobek bajunya dan mengikatnya ke tangan kanan dan kaki kiri orang tersebut agar tidak terjadi pendarahan , karena orang itu masih berguna untuk mencari informasi.


Tak lupa , Dayu juga mengikatnya menggunakan tali agar tidak bisa kemana-mana. Ia melihat keadaan anggotanya yang tak sadarkan diri di sana , setengahnya masih bernafas dan setengahnya sudah tumbang. Setelah memberikan hormat kepada anggotanya yang tumbang , ia pun bergegas mengambil senjatanya dan berlari kearah suara tembakan tersebut.


Keadaan di sana sudah seperti Medan Tempur. Terdapat banyak orang yang bertumbangan , mau itu dari pihak penjahat maupun pihak kepolisian. Dayu membantu menembaki penjahat yang tersebut disana.


Setelah semuanya selesai , Dayu menghubungi kemiliteran untuk mengirimkan helikopter karena tugas mereka sudah selesai. Mereka yang masih bertahan mulai memindahkan tubuh teman-teman mereka yang tumbang karena peperangan tersebut.


Setelah menunggu berjam-jam , akhirnya helikopter dari militer pun datang untuk menjemput mereka semua. Mereka mengangkut tubuh yang tumbang terlebih dahulu , dan setelah semuanya selesai. Dayu beserta anggota yang tersisa pun berangkat kembali ke kota Wayangandja.


***


Disaat Dayu sedang menjalani misi , Dirga sedang melakukan UTS. Para mahasiswa lainnya tampak serius mengikuti Ujian tersebut karena hal ini memang menyangkut masa depan mereka semua.


" untungnya aku sudah belajar.. Kalau tidak , aku pasti akan kesusahan mengikuti ujian ini karena soalnya pun.. Ck ck susah banget " gumam Dirga dalam hati


Setelah dua jam setengah mereka mengerjakan soal , mentor meminta agar kertas soalnya di kumpulkan karena waktu yang telah habis.


" hah , akhirnya selesai juga "


" Bagaimana mas? Lancar ngisi soalnya? " tanya Putri

__ADS_1


" Alhamdulillah lancar , untung aku belajar banyak sebelum ujian tiba... Kalau tidak aku pasti sudah kesusahan "


Setelah selesai mengerjakan semua soal ujian di hari ini , Dirga pun pergi untuk makan bersama teman-temannya di kafetaria.


__ADS_2