
Esok harinya Dirga bangun dari tidur dan bersiap-siap mandi , setelah mandi ia pergi berlari pagi menuju Warung Bu Wati untuk sarapan seperti biasanya.
" Bu , seperti biasa Bu "
" siap dek "
Dirga menunggu pesanannya. Setelah beberapa menit , Bu Wati menyuguhkan pesanan yang Dirga pesan. Ia pun memakannya dengan lahab.
" Bu , uangnya saya taru di bawah piring "
" iya dek "
Dirga pun melanjutkan lari paginya berkeliling desa , Dia melihat pak Jaka yang sedang membereskan barang-barang di tokonya , Dirga pergi menyapanya
" assalamualaikum pak "
" Waalaikumsalam nak Dirga , pagi-pagi gini udah lari. Udah sarapan belum? "
" udah pak , baru aja tadi di warung Bu Wati....sini pak biar saya bantu "
" Terimakasih nak Dirga , maaf jadi ngerepotin kamu "
" tidak apa pak "
Mereka berdua mengangkat kotak-kotak besar itu , Rio yang kebetulan lewat juga ikut membantu mereka berdua mengangkat kotak-kotak besar itu.
" Assalamualaikum pak Jaka , bang Dirga "
Rio menyapa mereka
" Waalaikumsalam " sahut Jaka dan Dirga serentak
" bantuin sini , angkat yang gede-gede itu "
" siap pak "
setelah selesai membereskan kotak-kotak besar itu , mereka berpamitan untuk pergi bekerja
" pak , kami duluan yah "
" iya nak Dirga dan nak Rio. Makasih banyak sudah membantu saya "
Sesampainya di tempat kerja , disana ada Putri yang sedang menyapu di halaman Indomaret.
" Assalamualaikum mbak Putri "
" Waalaikumsalam mas Dirga "
Rio mengambil nafas dalam-dalam dan membuangnya perlahan
" Hhhuuuffft , hari gajian ini sangat beda dari yang lain " ucapnya sambil memandang langit
" Iya , kau benar "
" Hihihi , sudah , ayo masuk dan bersiap menyambut pelanggan "
Mereka semua memulai kerja hari ini. Pelanggan di hari libur sangat banyak , mereka membagi tugas mereka seperti kemarin karena luka Dirga masih masa pemulihan.
" Hah , sudah jam 16:30. Pelanggan juga sudah sepi " Rio membuka obrolan.
" Ya , pak Wawan juga sudah memberikan gaji kita "
Pak Wawan adalah manager mereka , dia orang yang baik dan juga dermawan.
Dirga ingin pulang duluan karena harus mengirimkan uang kepada orangtuanya.
" Eh aku duluan yah "
" Ya deh mas , biar Rio yang beresin sisanya , jangan lupa istirahat yang cukup "
" iya-iya "
Mendengar hal yang dikatakan oleh Putri , Rio mulai bercanda dengan mereka
" Bucin teroooos , jadi aku ini obat nyamuk gitu? "
" apaan dah. Aku duluan "
Putri dan Rio melambaikan tangan kearah Dirga. Di gudang Pak RT , lebih tepatnya di depan Gudang , disana terdapat telpon umum , ia menggunakan telpon umum itu untuk menelpon orangtuanya.
Tuuut Tuuuut
[ Mina ]
Halo? Siapa ini?
[ Dirga ]
Halo ibu , ini Dirga , Dirga sudah mengirimkan ayah dan ibu uang
[ Mina ]
Iya Dirga , uangnya sudah ibu terima. Kamu sehatkan?
[ Dirga ]
Alhamdulillah Bu , Dirga sehat kok , ibu jangan khawatir. Ayah gimana kabarnya Bu , sehatkan?
[ Mina ]
Ayah sehat , ini ayah mau bicara sama kamu
[ Suryanto ]
Halo Dirga , kamu sehat kan?
[ Dirga ]
__ADS_1
Alhamdulillah Yah
[ Suryanto ]
Jangan lupa makan , dan juga jangan gunakan ilmu yang ayah ajarkan untuk
Berbuat jahat
[ Dirga ]
Iya ayah , aku akan ingat kata-kata ayah
[ Suryanto ]
Iya. yasudah ayah mau kerja lagi , kamu baik-baik disana
[ Dirga ]
baiklah yah
[ Mina ]
baiklah nak , jangan terlalu malam tidur ,
[ Dirga ]
Iya Bu , Dirga mau tutup telpon dulu yah Bu ,
Mau mandi dan makan
[ Mina ]
Iya Nak , assalamualaikum
[ Dirga ]
Waalaikumsalam Bu
Dirga menutup telponnya dan pergi untuk mandi. Seusai mandi , seseorang mengetuk pintu gudang
Tok. Tok. Tok.
" Assalamualaikum mas Dirga "
Dirga memakai bajunya dan pergi membukakan pintu
" Waalaikumsalam , ada apa yah mbak Putri? "
" Ini mas , saya memasak makan malam , ibu saya juga menyuruh saya untuk memberikannya kepada Mas Dirga "
ucap Putri sembari memberikan rantang yang berisi nasi dan lauk.
" Eh...? Ga ngerepotin nih? "
" Ga kok mas , jangan lupa di makan sampai habis "
Dirga menerima Rantang itu dan masuk kedalam. Ia memakannya dengan lahap sampai habis
" Wah , masakan Putri enak juga yah "
Ia mencuci piring dan juga rantang tersebut untuk diantar besok.
Keesokan harinya , sehabisnya mandi ia mengambil Rantang milik Putri dan mengantarnya. Dijalan ia bertemu Rio yang sedang lari
" Assalamualaikum bang "
" Waalaikumsalam "
" Mau kemana bang , bawa-bawa Rantang segala...? "
" Ini , mau nganterin Rantang punya Putri ,
habis ini baru ke warung Bu Wati untuk sarapan "
" Yaudah , sekalian aja bang , aku juga ikut "
" Yasudah , ayo "
Mereka berdua berjalan menuju rumah Putri.
Sesampainya disana , terlihat wanita paruh baya yang sedang berbicara dengan anak muda.
" Wanita itu ibunya Putri yah? " bisik Dirga kepada Rio
" Iya bang , namanya Tuti marini "
Dirga dan Rio mendekati Bu Tuti dan pemuda yang sedang berbicara dengannya.
" Bu , makasih sudah memberikan saya makanan kemarin , ini Rantangnya "
" Eh kamu Nak Dirga yah. Iya Nak sama-sama itu sebenarnya kemauan anak saya "
" Wah kalau begitu maaf sudah merepotkan "
" tidak apa nak Dirga "
Pemuda yang sedang berbicara dengan Bu Tuti merasa kesal karena di abaikan.
Pemuda itu memperhatikan Dirga dari atas sampai bawah.
" apakah dia yang di maksud oleh bos " gumam pemuda itu dalam hati
Pemuda itu menepuk pundak Dirga
" aku mau bicara dengan mu "
" Ada apa yah mas? "
__ADS_1
" ikut aku "
Dirga berpamitan dengan Bu Tuti dan pergi mengikutinya , begitu juga dengan Rio.
Pemuda itu membawa mereka kesebuah gang kecil yang tak jauh dari rumah Putri.
Rio mendekat dan berbisik
" Bang , lelaki ini agak lain , masa kita dibawa ke gang kecil seperti ini "
" Kau benar , mari kita lihat dia mau ngapain "
Pemuda itu berhenti dan menghadap kearah Dirga dan Rio.
" Nama ku Hendra Setiawan , Seorang petarung. Mr. SSD memerintahkan ku untuk memberimu kesempatan. Maukah kau menjadi bawahannya , dia akan memberimu 20 juta perbulan. Kalau kau menolak , aku akan menghajar kalian berdua disini "
Ancam Hendra
" Aku menolak tawarannya , suruh dia datang langsung menghadap ku kalau dia mau berbincang , jangan menyuruh orang seperti ini "
" Kalau begitu aku tidak akan sungkan "
Hendra menghilang dari pandangan Dirga dan langsung berada di belakang Dirga.
Pow!!! Sreeet!!!
Dirga menahan serangannya dan terdorong mundur beberapa langkah.
Rio yang melihat itu juga tak tinggal diam , ia menyerang Hendra. Namun dengan mudah Hendra memukul perut Rio yang membuatnya muntah darah
" Pfffft , dia sangat kuat " gumam Rio dalam hati.
Dirga juga melancarkan serangannya.
Bang!!! Pow!!!! Bruuk!!
" Kau boleh juga " ujar Hendra
Mereka beradu pukul di gang tersebut
Dan pada akhirnya Dirga memukul perut Hendra yang membuatnya muntah darah.
" Pfffft. Haha , kau begitu kuat namun kenapa kau menolak tawarannya? "
" Tidak semua bisa di beli oleh harta di dunia ini "
Hendra tertawa
" Hahahaha , akhirnya aku bisa terbebas dari jeratan iblis kaya itu " ujarnya
Hendra melanjutkan kata-katanya
" sepertinya aku akan hidup di desa ini mulai sekarang "
" apa maksudmu? "
Dirga tidak mengerti apa yang ia katakan
" aku hanya mengikuti orang kuat , itulah jalan hidupku. Kau telah mengalahkan ku , maka aku akan mengikuti mu "
Dirga menanggapi penjelasan Hendra
Dan berkata
" Tidak Tidak Tidak , kau harus menjalani hidup mu sendiri , tidak harus mengikuti orang lain "
Setelah mengatakan itu , Dirga menopang tubuh Rio dan membawanya ke rumah Putri karena itu adalah tempat terdekat.
" Assalamualaikum Bu Tuti , numpang taru badan orang Bu "
" Lho Rio kenapa mas? "
" ini , dia dan aku terlibat perkelahian kecil di gang kecil tadi "
" Kamu berkelahi sama Hendra? Kenapa? "
Tanya Bu Tuti
" Uhuk Uhuk , si Hendra itu nyari masalah sama bang Dirga , dia menyerang bang Dirga duluan "
Rio menjelaskan
" apakah karena berebut Putri? " pikir Bu Tuti
" Yasudah , aku sudah menelpon ambulans , mereka akan datang dalam beberapa menit lagi "
Ambulans pun datang dan membawa Rio , ditemani dengan Dirga yang juga ikut.
Di rumah sakit , Dirga duduk di kursi tunggu , menunggu kabar dari dokter.
" Dok , gimana keadaan Rio? "
" Pasien mengalami luka dalam yang lumayan parah , dia tidak boleh terlalu banyak melakukan aktivitas fisik "
" sudah boleh pulang sekarang dok? "
" sudah boleh pulang , tapi dia harus memeriksa lukanya 3 hari sekali "
" baik dok terimakasih "
Dirga masuk keruangan pasien untuk menemui Rio.
" Maaf bang , hari ini ga kerja dulu "
" tidak apa , istirahat saja dulu "
Dirga membantu Rio berdiri dan mengantarnya pulang.
__ADS_1