Sebuah Kehidupan

Sebuah Kehidupan
Santai Dulu


__ADS_3

Mereka sampai di asrama sekitar jam 4:11 pagi. Saat Dirga , Nadila dan Royan keluar mobil , Walian memanggil Dirga.


" Dek Dirga , sini sebentar "


Dirga pun mendekat


" Kenapa yah pak? "


Walian memberikan sebuah kartu , yang tertulis nomor telepon di atasnya


" Sebagai ucapan maaf saya , kamu bisa datang ke Asean ID Group kapanpun. Bisa ngelamar kerja juga "


" Beneran nih pak? "


" iya. Didalamnya juga ada saham perusahaan sekitar 5% saham. Kalau kamu mau buka perusahaan , kamu bisa menggunakannya. Atau mau berbuat apapun juga "


" aduh pak , ini ga berlebihan apa? Saya yang membuat kekacauan di group bapak , harusnya saya yang ganti rugi "


" ah , kamu ini gimana sih. Saya hampir membunuh mu dan juga bahkan teman-teman kamu. Saya tidak akan bisa tidur nyenyak kalau tidak minta maaf dan ganti rugi "


" Aduh. Baiklah pak , saya terima. Makasih banyak atas pemberian anda "


Dirga berbalik badan dan mendapati Nadila dan Royan sudah berjalan duluan , tidak menunggu Dirga.


" kalau begitu saya pamit pak , assalamualaikum "


" iya dek , waalaikumsalam "


Dirga pun berlari menyusul mereka berdua.


" seorang anak muda yang berbakat , aku harus menjalin hubungan dengan baik " pikir Walian


Dirga dan Royan pergi ke asrama putra , sedangkan Nadila pergi ke asrama putri.


" Roy , kamu besok harus mendaftar dulu ke gedung pusat yang di tengah-tengah itu " ucap Dirga sambil menunjuk kearah gedung pusat universitas


" iya bang "


" dan jangan berbuat jahat lagi "

__ADS_1


" iya bang siap "


Mereka pun beristirahat di asrama.


Keesokan harinya , Dirga dan Royan kesiangan karena tidur jam 4 pagi , Dirga buru-buru bersiap dan membangunkan Royan yang masih tepar di lantai.


" Roy , bangun. udah jam 6 "


Ia pun bangun , dan berusaha untuk mengumpulkan nyawa. Sedangkan Dirga pergi untuk mandi.


***


Di lapangan absen sudah dimulai untuk memulai sekolah militer


" Ucok!! "


" Siap hadir!! "


" Hendra!! "


" Siap Hadir!! "


" Dirga!!! Mana Dirga!!? "


" Siap hadir!!!!! "


" Kamu telat , push up seratus!!! "


Dirga pun melanjutkan apa yang di perintahkan pelatih. Tak membutuhkan waktu yang lama , ia pun kembali ke barisan


" Bang , kok bisa telat? " tanya Daniel


" kesiangan "


" bang Royan sudah bangun? "


" sudah , mungkin sekarang baru mandi "


Mereka pun melanjutkan sekolah militernya sampai siang hari tiba. Setelah sekolah militer selesai , Dirga dan yang lainnya pergi untuk ganti baju. Karena masih ada kelas lainnya yang harus di ikuti. Seperti biasanya , Dirga mengikuti sesi kelas dengan serius.

__ADS_1


Sampai sore hari tiba , Dirga mengecek keadaan Royan yang ternyata sedang di latih oleh pelatih militer di lapangan


" haha , dia itu bodoh , tapi fisiknya seperti robot. Tak kenal lelah " gumam Dirga


Ia pun pergi ke tempat makan untuk makan malam , disana sudah ada Putri , Ratu dan Lita yang sedang duduk di sana menunggu pesanan mereka datang.


" Eh mbak putri "


" mas Dirga? Kapan pulang? "


" semalam. Makanya tadi kesiangan "


Dirga memesan makanan untuk makan malamnya. Setelah makan malam , Dirga dan Putri pun berbincang-bincang santai di tempat makan tersebut. Dirga menatap Ratu


" Mbak Ratu. Jangan kesal dengan perjodohan kalian , Sudarta itu orangnya baik sebenarnya "


" Iya iya mas. Saya udah liat dia yang sekarang , beda banget dari yang dulu "


" ya. Bagus lah kalau begitu "


Saat sedang ngobrol-ngobrol , Daniel dan Rendi ikut bergabung dengan mereka. Mereka berdua duduk di sebelah Dirga


" Yo. Udah pada makan? "


" udah "


" Yah , kami di tinggal dong. BU!!! NASI GORENG SAMA ES TEHNYA YA!!!! "


" iya Dek Rendi "


Masa-masa santai yang nikmat , berkumpul untuk ngobrol santai dengan semua teman. Dirga tersenyum melihat momen seperti ini. Hendra juga datang ke tempat itu karena tidak ada latihan di klub taekwondo , begitu juga dengan Royan yang sehabis latihan sekolah militer langsung berlari ke arah mereka untuk memesan makanan.


" BU!! NASI AYAMNYA SAMA AIR PUTIH. BANG DIRGA YANG BAYAR!!! "


" iya dek "


" Enak kali moncong kau itu Royan " Ujar Rendi


" Haha , sekali-sekali ya bang. Besok aku yang bayar deh "

__ADS_1


" iya dah. Besok kamu yang bayar "


Mereka semua bersenang-senang di sana , pemandangan yang sangat menyenangkan.


__ADS_2