
Mereka seperti biasanya mengikuti kelas sampai sore hari tiba. Dirga pergi ke asrama untuk beristirahat sebentar sebelum makan malam. Ia membuka Hpnya dan mendapati sebuah berita yang lagi panas , berita tersebut menginformasikan tentang ramainya penculikan anak dan wanita.
" haish , kalau di biarkan bisa-bisa punah umat manusia. Tapi aku tetap tidak ingin bertindak karena ini masuknya kedalam balas dendam "
Setelah melihat berita tersebut , Dirga beranjak dari tempat tidurnya dan pergi ke kafetaria kampus untuk makan malam. Dirga menjalani hari-hari di kampus seperti biasanya , tak ada masalah dan masalah juga tidak datang kepada Dirga.
Namun Dirga merasa bersalah karena tidak menolong wanita dan anak-anak yang di culik tersebut. Suatu hari saat sudah selesai mengikuti kelas , Dirga pergi ke pusat kota Purnamasari dengan menggunakan mobilnya untuk menemui Dayu
Dengan kecepatan mobilnya , ia sampai ke polres Purnamasari dengan cepat.
Dirga masuk ke dalam polres dan mendapati banyak sekali kertas laporan di meja Ali. Ia tampak pusing memikirkan bagaimana cara menyelesaikan masalah yang hampir semuanya adalah kasus penculikan.
Dirga berjalan mendekati Ali untuk bertanya perihal Dayu
" pak Ali "
" eh mas Dirga , ada urusan apa yah? "
" ini pak , saya mau ketemu sama Dayu "
" oh , Irjen saat ini sedang ada di ruang diskusi. Sedangkan mendiskusikan masalah kasus baru-baru ini "
" oooh , kalau begitu terimakasih pak "
Dirga masuk ke dalam ruangan tersebut dan mendapati Dayu sedang bersama dua orang yang seumuran dengan Dirga.
" assalamualaikum "
" waalaikumsalam. Eh Dirga? Kamu sudah sembuh? "
" iya , sudah pulih total "
Dua orang tersebut tampak bingung melihat Dirga
Dayu pun memperkenalkan mereka berdua
" oh ya Ga , ini namanya Falen dan yang ini namanya Akil. Mereka berdua adalah teman seperjuangan ku saat masih di latih "
__ADS_1
" Oh , salam kenal. Namaku Dirga Prananda , seorang mahasiswa "
Mereka berempat ngobrol-ngobrol soal kasus yang lagi panas.
" Jadi , apakah kamu sudah ada rencana? " tanya Dirga
" belum. Ditambah dengan posisi mereka yang tidak di ketahui " Jawab Dayu sembari menggelengkan kepalanya
" nih ya , aku kasih spoiler buat kalian tentang musuh yang akan kita hadapi "
Mereka bertiga mengangguk
" Musuh kita sangat kuat , bahkan aku pun bisa kalah waktu itu "
" Kamu emangnya pernah berhadapan dengan dia Dirga? " tanya Falen
" Iya , aku hampir mati di buatnya. Ia memiliki sebuah jurus bernama Aura kegelapan dan jurus Roh jahat. Ketika ia menggunakan jurus roh jahat miliknya , para roh jahat akan menyerang kita dengan cara keroyokan. Dan kita tidak bisa menyerang balik karena ia adalah roh "
" Wah , ngeri juga "
" ya , dan yang paling fatalnya adalah jurus aura kegelapan miliknya , pukulan auranya sangatlah dahsyat "
" ya , oleh karena itu kita harus berhati-hati dalam menyerangnya , ditambah ia juga memiliki anak buah yang sangat banyak dan semuanya memegang senjata api "
" wah , gila sih "
" jadi apa yang kita harus lakukan sekarang? "
" hmm , tidak ada pilihan lain selain menunggu jejak dan pergerakan mereka "
" ya , tapi akan memakan waktu yang lama "
" tidak apa , asalkan nyawa Sandra aman "
Mereka menyudahi diskusi dan pergi pulang ke tempat tinggal masing-masing. Saat Dirga ingin pulang , Dayu membungkukkan badan dan meminta maaf
" Pahlawan!!! , maaf karena tidak bisa menyelamatkanmu "
__ADS_1
Dirga pun berbalik dan membantu Dayu untuk berdiri dengan tegap
" Jangan seperti itu , aku tidak apa-apa "
Setelah itu ia pun masuk ke mobilnya untuk kembali ke asrama. Ia sampai di asrama sekitar pukul 20:02. Rendi dan Daniel sedang nongkrong ngopi di kafetaria , Dirga pun ikut dengan mereka berdua untuk nongkrong sebelum tidur. Saat sudah waktunya tidur , mereka semua balik ke kamar.
Daniel dan Rendi sudah tertidur pulas , sedang Dirga hanya pura-pura tidur. Dirga mengambil sikap duduk bersila di kasurnya dan mulai berkonsentrasi.
Aura petir birunya keluar dan rambut Dirga naik ke atas seperti Mengaktifkan mode Saiyan.
" gila , keren banget. aku tidak menyangka bahwa bakal bisa dapet Aura petir air "
Pupil mata Dirga juga menghilang dan seluruh matanya berubah menjadi putih bersinar sembari mengeluarkan arus listrik kecil dari dalam matanya.
Dirga terus melatih keahliannya dalam menggunakan jurus barunya itu , karena ia takut akan hilang kendali dan malah melukai orang yang salah.
Setelah berjam-jam berlatih , Dirga sudah lumayan bisa mengendalikan aura petirnya. Karena jam menunjukkan pukul 4:00 , ia pun segera menyambar handuk dan pergi membersihkan diri.
Ia membangunkan teman-temannya dan pergi sholat di musholla universitas , setelah itu seperti biasanya ia joging pagi bersama kakaknya dan Putri yang memang kebetulan saling berpas-pasan.
Setelah ia joging pagi , ia lanjut untuk mengikuti kelas pagi. Karena ia hanya ada kelas pagi di hari ini , Dirga memilih untuk pergi jalan-jalan ke kota untuk mencari informasi sekaligus bersantai. Ia berkeliling taman , ada banyak sekali jajanan yang bisa di beli. Dirga membeli es jagung karamel dan memakannya sambil jalan memandang sekitarnya.
Tak di sangka , disana ada cewe yang sedang duduk sendiri. Ia termenung seperti sedang memikirkan sesuatu , saat ia beranjak dari duduknya dan pergi pulang , ia malah di bius menggunakan tisu yang membuatnya langsung pingsan.
" hm , bagus. Akhirnya ikan telah memakan umpan "
penculik tadi langsung membawa tubuh wanita tersebut masuk kedalam mobil dan tanpa pikir panjang , ia langsung tancap gas dari taman itu. Tak memberikan Dirga pilihan lain selain mengikuti mobil penculik itu menggunakan mobilnya.
Penculik tadi menggunakan mobil yang kecepatannya tak jauh berbeda dari mobil milik Dirga. Karena melihat mobil Hitam terus mengikuti mobilnya , penculik tersebut menambah kecepatannya. Dirga tau kalau penculik itu sudah tau bahwa Dirga mengikuti mereka , Dirga mengambil jalur kiri yang adalah jalan kembali ke kampus.
Untungnya Dirga sudah berhasil menempelkan GPS tracker ke mobil yang ia anggap mencurigakan saat masuk ke daerah taman , GPS tracker itu ia dapatkan karena di kasih oleh Dayu.
GPS tracker itu langsung terhubung di komputer Dayu yang sedang berada di kantor polres Purnamasari. Tampak mobil tersebut sedang mengarah ke jalan yang di samping kanan dan kirinya adalah hutan yang lumayan lebat.
Tempat tersebut berada di jalan terusan antara desa Seuring ke kota Purnamasari. Dayu menandai lokasi tersebut.
Sedangkan Dirga balik ke kampus karena Kakaknya sangat mengkhawatirkan dirinya. Sari takut kalau Dirga pergi lagi dan pulang-pulang dalam keadaan koma.
__ADS_1
Dirga memarkirkan mobilnya di parkiran kampus dan pergi ke kafetaria untuk makan siang bersama yang lain. Dirga di nasehati habis-habisan oleh Sari , sedangkan teman-teman hanya memperhatikan mereka berdua yang tampak sangat akrab layaknya kakak dan adik.