Sebuah Kehidupan

Sebuah Kehidupan
Masa Lalu Suryanto


__ADS_3

" Dahulu , seorang paling cantik dan paling baik serta sangat pandai di sekolah adalah murid bernama Mina Sunantri... Banyak murid yang mendambakannya pada kala itu , tapi aku sama sekali tidak memikirkannya apa lagi meliriknya karena pelatihan yang aku jalani sedari lama sebelum masa SMA "


Suryanto berhenti sejenak dan melanjutkan perkataannya


" Karena sangat banyak orang yang mendambakannya , Mina seringkali di tembak dan di dekati oleh para murid sebaya ayah dahulu... Tapi semuanya di tolak dengan halus olehnya , karena Mina sama sekali tidak tertarik dengan asmara masa remaja... Ayah mengira dibenak ibu mu waktu dulu adalah belajar , belajar , dan belajar sampai tidak bisa merasakan apa itu masa muda "


Pak RT , pak Jaka serta Dirga mendengarkan cerita Suryanto dengan seksama sembari sesekali mengangguk menanggapi apa yang di katakan olehnya.


" Sampai pada suatu saat , ketika aku sedang membawa buku paket menuju ruang buku.. Aku menabrak Mina yang sedang membawa berkas yang akan ia berikan ke ruang OSIS tanpa sengaja "


Flashback


Bruuuk!!!


Buku paket serta berkas-berkas berhamburan di lantai. Suryanto yang telah menabrak Mina mulai membereskan berkas-berkas yang di bawa oleh Mina serta membereskan buku paket yang ia bawa dengan segera.


" Aduh , maaf-maaf karena tidak melihat mu " ujarnya sembari bersibuk mengumpulkan kertas-kertas itu


Mina tak tinggal diam , ia juga ikut membantu Suryanto untuk membereskan buku paketnya yang terjatuh dan berantakan di lantai.


" Aku juga minta maaf karena ceroboh "


Setelah membereskan buku paketnya , Suryanto juga membantu membawakan berkas bawaan Mina yang menurutnya terlalu banyak.


" Sini , biar aku saja... Itu terlalu banyak untukmu " ujarnya


" Eh? Tidak apa-apa kok.. Aku bisa "


" Tidak apa , sekalian aku mengantarkan buku paket ini juga "


" Ba-baiklah kalau begitu "


Suryanto menumpuhkan berkas-berkas tersebut di atas buku paket dan membawanya pergi ke ruang OSIS bersama dengan Mina. Dalam perjalanan mereka menuju ruang OSIS , Suryanto di tatap dengan tatapan pedas oleh para murid yang iri dengannya.


Tentu saja ia tidak menghiraukan hal seperti itu dan tetap melanjutkan perjalanannya ke ruang OSIS. Sesampainya mereka di sana , Mina mengambil berkas-berkasnya dan berterimakasih kepada Suryanto karena telah menolongnya.


" Em , terimakasih yah? Karena sudah menolongku membawa berkas-berkas ini "


" Tidak apa... Sudah seharusnya "


Suryanto meninggalkan Mina untuk pergi keruang buku. Tatapan terkejut Mina terpapar di wajahnya , karena biasanya para murid lain akan mencari-cari kesempatan untuk berbicara dan mendekati dia. Namun Suryanto berbeda dengan murid lainnya , ia sama sekali tidak tertarik dan murni hanya membantu orang saat sedang kesusahan.


Singkatnya sore hari pun tiba , para murid pulang ke rumahnya masing-masing untuk beristirahat. Begitu pula dengan Suryanto yang pulang ke rumahnya untuk berlatih lagi bersama ayahnya yang bernama *Pra**bu* *Nan**jaya* *Da**nuu yang adalah kakek Dirga*.

__ADS_1


Namun saat di perjalanan menuju rumahnya , Ia melihat Mina lagi-lagi sedang di ganggu oleh preman kampung yang berusaha untuk meraba-raba tubuhnya.


Tentunya sebagai seorang Protagonis utama pada zaman sebelum Dirga , ia pasti menolong orang yang sedang kesusahan tanpa memandang apapun.


" Hey , kalian... Tinggal kan dia sendiri... "


" Ha!!? Kenapa memangnya!!? " preman tersebut menunjukkan keangkuhannya didepan Suryanto


" Kalian mengganggunya dan juga membuat pemandangan yang tidak enak di lihat di depan umum "


Mendengar perkataan yang terlontar dari mulut Suryanto , para preman tersebut marah dan mulai meregangkan jari-jari serta tubuh mereka.


" Apa kau bilang!!? "


" Aku tidak bermaksud menghina kalian , tapi itu adalah kebenarannya "


Pukulan pun dilayangkan secara tiba-tiba kearah Suryanto , namun meskipun preman tersebut melayangkan pukulannya secara tiba-tiba , gerakannya terasa lambat sehingga bisa di hindari dengan mudah oleh Suryanto.


Suryanto hanya menotok lengan bagian dalam preman tersebut dan langsung membuatnya tepar berguling-guling di tanah karena menahan rasa sakit.


" Arrrgghh!! Kau!! "


Suryanto menghampiri Mina yang tampak trauma dengan kejadian tersebut.


" Aku... Tidak apa..."


" Lain kali hati-hati di jalan , jangan melewati jalan yang sepi seperti ini... Kalau bisa kamu cari jalan lain "


" ..... Kamu benar "


" Kalau begitu aku pergi dulu , hati-hati di jalan.. "


Suryanto berjalan menjauh dari Mina. Suara angin berbisik di telinganya dan mulai memanggil nama Suryanto.


" Suryanto... "


Suryanto pun menoleh kebelakang


" Terimakasih karena sudah membantu ku lagi...!! " teriak Mina kearah Suryanto


" Yaa , sama-sama!! " balas Suryanto.


Dan dihari-hari selanjutnya mereka berdua mulai dekat dan tentunya semakin baik hubungan mereka berdua , maka semakin banyak pula permasalahan yang datang menghampiri kehidupan SMA Suryanto.

__ADS_1


***


" Yah , jadi gitu lah kira-kira cerita masa-masa SMA ku dahulu... Ini masih masa SMA , belum lagi nanti setelah lulus "


" Wah , hebat-hebat... Memang kalau wanita yang di kejar banyak orang akan semakin rumit masalah yang datang jika hubungan semakin baik " Pak RT memberikan pendapat


" Ya... Kamu gimana Nak Dirga? Apakah di Kampus , Putri juga sangat didambakan seperti ibu mu dahulu? "


" Haduuuh , iya nih pak Jaka... Tatapan mata mahasiswa lainnya sangat tajam , ditambah saya duduk bersebelahan dengan Putri "


" Hahaha , hanya bisa memberi mu semangat Ga " Tawa Suryanto.


Setelah Dirga , pak RT serta Pak Jaka selesai mendengar cerita tentang masa lalu Suryanto. Mereka melanjutkan pekerjaan mereka di lapangan untuk memasang peralatan lainnya yang masih belum terpasang.


Dirga bergabung dan membantu teman-temannya mengangkat sebuah besi-besi kerangka yang tersisa untuk dipasang. Dirga bertanya kepada Rio perihal waktu pernikahannya.


" Rio , kapan acara pernikahannya akan di laksanakan? "


" Insyaallah akan dilaksanakan pada Minggu Depan.. Kira-kira acara ijab kabul akan di laksanakan pagi hari dan perayaannya akan dilaksanakan malam hari selama seminggu penuh "


" Wah , hebat banget kamu Rio... Udah sukses sekarang mah... kerja dimana emangnya? "


" Kerja di perusahaan Maju Jaya Group karena bantuan dari Sudarta juga "


" Haha , Orang dalam rupanya "


Mereka memasang kerangka tersebut dan lanjut memasang peralatan lain yang di perlukan untuk membangun panggung acara pernikahan serta pesta. Sebagian dari tempat acara akhirnya selesai di buat , besok para warga akan lanjut membangun sisanya yang belum selesai.


Dirga meregangkan tubuhnya dan berjalan menuju tempat dimana kakaknya sedang mengobrol dengan Tasya , Putri , serta wanita lainnya yang membantu menyiapkan makanan dan minuman untuk warga yang telah bekerja keras.


" Kak , ayo kita pulang... Ibu pasti sedang masak makanan yang enak di rumah "


" Iya... Sebentar yah "


Sari berpamitan dengan teman-temannya itu dan ikut bersama Dirga untuk pulang ke rumah , Suryanto juga ikut pulang bersama mereka.


Didepan rumah , Dirga , Sari , dan Suryanto mencium aroma masakan yang sangat lezat dari arah dalam rumah. Mereka masuk kedalam rumah dan mendapati meja makan sudah di penuhi oleh berbagai macam lauk serta nasi hangat yang siap di santap.


" Waaah... Masakan ibu memang sangat hebat.. Bisa tercium kelezatannya dari luar rumah "


" Hihi , ayo kita makan dulu.. Kalian pasti lelah karena sudah membantu para warga "


Mereka langsung bersiap di tempat duduk masing-masing dan menyendok nasi untuk makan bersama di meja makan tersebut.

__ADS_1


__ADS_2