Sebuah Kehidupan

Sebuah Kehidupan
Pertarungan Duo Vs All


__ADS_3

Setelah memakai baju manset hitam beserta celana panjang spesial Parkour , mereka pun berangkat ke tempat yang sudah di tentukan oleh GPS tracker.


" Haha , kecepatan Mas Dirga memang sangat cepat. Saya sudah mulai kelelahan "


" haha , pak Dayu bisa aja "


" jangan begitu lah , saya juga ga lebih tua dari kamu "


" Iya deh. Tapi kalau di pikir-pikir hebat juga kamu Dayu , bisa berpangkat Jendral polisi di usia 20 tahun ini. Benar-benar jenius "


" haha , latihannya sangat tidak biasa. Mampu mengalahkan kemampuan seangkatan saya juga karena latihan yang tak kenal lelah "


Mereka berbincang-bincang santai sambil berlari dan melompati gedung-gedung tersebut.


Sesampainya mereka di tempat tujuan , lebih tepatnya berada di pelabuhan. Dirga dan Dayu memperhatikan gerak-gerik mereka dari atas alat pengangkat kontainer.


Dirga menggunakan Instingnya


" ada sekitar 100 orang lebih. Yang berjaga di atas ada 84 orang dan yang ada di bawah tanah ada 7 orang yang berjaga dan 3 orang yang tampaknya sangat penting. Belum terhitung dengan Sandra yang mereka tahan di sana "


" wah , insting mu menjangkau dengan sangat luas sekali Dirga "


" Haha , Kamu juga bisa menggunakan insting kan "


" tentu , tapi tidak sejauh kamu. Baiklah , biar aku yang maju dulu "


Dayu melompat kebawah dan memancing para penjaga yang ada di sana. Para penjaga mulai menodongkan senjata api mereka kearah Dayu , namun seketika Dayu menghilang dari pandangan mereka.


" Wah , Dayu boleh juga " ucap Dirga yang memperhatikan Dayu dari atas


Dayu memukul para penjahat tersebut dengan cepat


Bang!!! Pow!!!! Braaak!!! Bruuk!!!


" Woy , bagi dikit lah. Jangan di abisin " teriak Dirga sambil melompat turus kebawah.


Dirga pun juga ikut membantu Dayu menghajar para penjahat tersebut sampai mereka tak sadarkan diri.


" Dayu , jangan lupa lucuti semua senjata mereka "


" sip. Beres "


Dirga dan Dayu lanjut pergi ke pintu ruang bawah tanah yang berada di pelabuhan tersebut. Tapi sebelum itu Dayu berkomunikasi dengan bawahannya untuk mengamankan area pelabuhan.


" Lakukan! " ucap Dayu dari Walkie Talkie

__ADS_1


" Baik! "


Saat sedang berjalan di depan pintu masuk ruang bawah tanah , Dirga menggunakan Instingnya dan mendapati Seseorang yang bertubuh besar dan kekar berada di belakang pintu tersebut sambil menodongkan Machine Gun kearah pintu.


" Awas!!! " Dirga mendorong Dayu dengan tubuhnya untuk menghindari tembakan beruntun dari machine gun pria besar tersebut


" Buruan gerak !!! " pekik Dirga


Pria besar tersebut mulai menembaki mereka. Peluru yang termuntahkan dari machine gun tersebut menghancurkan pintu besi yang menghalangi jalan masuk ke dalam rumah bawah Tanah.


Dirga dan Dayu terus menghindar dari peluru yang terus menerus menghujani mereka. Sampai saat masuk kedalam kapal kontainer untuk bersembunyi dan memikirkan cara untuk mengalah pria besar tersebut sebelum para petinggi ******* melarikan diri.


" Hosh , Hosh. Hampir saja " ucap Dayu


" Biar aku yang mengalihkan perhatian dia , kau cari kesempatan untuk menyerang dan melumpuhkannya "


" tapi , kau oke kan? "


" aman , masih kuat lari "


Dirga menarik nafasnya dalam-dalam dan mulai bergerak berlari memancing tembakan dari pria besar tersebut.


" haha aku akan membuat badan kecilmu menjadi sarang lebah yang bolong-bolong " ujar Pria besar itu sambil terus menembaki Dirga.


Sedangkan Dayu pergi pergi ke belakang badan pria besar tersebut untuk mencoba melumpuhkannya. Dayu melukai punggung pria besar tersebut dengan merobeknya menggunakan Karambit.


Pria besar itu mulai menodongkan senjatanya keara Dayu. Saat ingin menembak , peluru dari machine gun tersebut habis dan harus di isi ulang. Dayu menarik karambi tersebut dari tubuh Pria besar itu dan mulai berlari , disaat itu Dirga menendang rahang pria besar itu sampai ia terkapar tak berdaya.


" Huh , lucuti senjatanya "


" Hosh. Baiklah , bantu aku mengangkat machine gun yang besar ini "


Setelah Dirga dan Dayu melucuti senjata pria besar tersebut , mereka berdua pergi ke ruang bawah tanah. Disana Dirga menggunakan Instingnya untuk mengecek keadaan sekitar , begitu juga dengan Dayu yang melakukan hal yang sama.


Mereka melihat tiga orang yang tampaknya penting tersebut sedang membicarakan sesuatu yang sudah jelas itu adalah rencana untuk melarikan diri.


Dirga membuka pintu ruangan tersebut dan langsung menghajar mereka bertiga sampai pingsan


Bang!!! Pow!!! Plak!!!


" Haish , selesai juga akhirnya. Untuk selanjutnya kau yang akan mengurus semua barang bukti yang ada di sini " ucap Dirga kepada Dayu


" Ya , aku akan melepaskan Sandra yang ada di sini "


Dirga dan Dayu melepaskan semua Sandra yang ada dan seluruh area termasuk ruang bawah tanah yang ada di pelabuhan di ambil alih oleh polisi untuk di selidiki.

__ADS_1


" Dari yang aku perhatikan , sepertinya mereka tidak hanya ******* tapi juga pembisnis haram yang melakukan penyelundupan senjata berat kedalam negara kita "


" ya. Dan pastinya melakukan perdagangan budak "


" wah , hukuman ini sih sangat berat. Kau sudah menjadi pahlawan nasional Dirga "


" hahaha , mohon untuk tidak menyebar luaskan hal ini "


" pasti "


Setelah mengurus semua hal di pelabuhan , Dirga dan Dayu kembali ke polres Purnamasari untuk beristirahat sejenak.


" Haaaah , kejadian malam ini berlangsung dengan hebat. Hampir saja aku mati kalau tidak ada kau Dirga " ucap Dayu sambil membuka Manset hitamnya.


" Ya. Hari yang melelahkan. Ditambah besok masih harus mengikuti kelas "


" haha , nasib anak kuliahan "


Setelah ganti baju , Dirga pergi ke parkiran untuk pulang ke asrama. sesampainya di asrama , Dirga langsung beranjak ke kasur dan memejamkan matanya untuk beristirahat karena besok harus mengikuti kelas lagi.


Keesokan harinya , seperti biasanya sholat subuh dan joging pagi sebelum mengikuti kelas militer.


Setelah itu , Dirga pergi ke lapangan untuk menunggu mahasiswa lainnya. Ia melihat Putri lari kearahnya dengan wajah yang khawatir.


" Mbak Putri kenapa? "


" Mas gapapa kan? Putri khawatir karena ka Sari bilang kalau mas Dirga sedang melawan Orang-orang jahat "


" Saya ngga apa-apa kok , hanya pegal-pegal saja "


Putri langsung berdiri kebelakang Dirga dan memijat bahunya.


" Ih mas Dirga mah , lawan orang jahat terus. Ga mikirin badan sendiri "


" Hehe. Maaf "


Setelah beberapa menit akhirnya pelatih pun datang bersama dengan mahasiswa lainnya. melihat Putri yang memijat Bahu Dirga membuat para laki-laki langsung mengubah raut wajah mereka dari senang menjadi marah.


Setelah Putri selesai , Dirga dan Putri pun masuk barisan untuk memulai latihan militer mereka. Setelah absen , semua seperti biasanya memulai pemanasan dan pergi berlari 10 putaran di lapangan.


Sari juga mengikuti pelatihan sekolah militer tersebut dan berlari di samping Dirga


" kamu ga cape apa de? Pulang malam dan harus mengikuti kelas militer begini? "


" aman kok ka , masih kuat 20 km lagi "

__ADS_1


" Hehe , bisa aja boongnya "


Dirga mengikuti kelas militer dan juga kelas lainnya sampai malam hari tiba. Setelah kelas terakhir selesai , Dirga langsung pergi ke asrama dan merebahkan tubuhnya di atas kasur untuk mengistirahatkan tubuhnya.


__ADS_2