Sebuah Kehidupan

Sebuah Kehidupan
KKN Moment


__ADS_3

Keesokan harinya , Dirga bangun pagi dan membantu kedua temannya yang masuk terkapar di atas kasur. Ia menyambar handuk dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri karena sebentar lagi adzan subuh akan berkumandang.


tepat saat adzan subuh berkumandang , Dirga pun selesai mandi dan memakai pakaiannya untuk pergi sholat subuh di musholla universitas. Setelah selesai sholat , Dirga pergi joging pagi. Ia juga melihat kakaknya yang sedang lari bersama dengan Putri.


Dirga pun menyapa mereka berdua


" Assalamualaikum Putri , ka Sari "


" Waalaikumsalam " jawab mereka serentak


Mereka berbincang-bincang santai sambil berlari pagi berkeliling universitas.


Dirga bertanya kepada Putri


" mbak Putri , hari ini kita ada kelas atau enggak sih? Saya lupa "


" Hari ini kita ga ada kelas mas , tapi nanti di suruh ngumpul di kelas karena ada pengumuman tentang KKN "


" Ooh , okelah. Jam berapa pengumuman nya mbak? "


" sehabisnya kita sekolah militer aja mas katanya "


Mereka melanjutkan joging mereka sampai ke lapangan untuk berbaris menunggu pelatih.


Seusainya mereka semua latihan , Dirga pergi untuk berganti pakaian dulu sebelum ke kelas. Setelah selesai ganti baju , ia pergi ke kelas untuk mendengarkan pengumuman dari mentornya soal KKN.


Mentor bilang kalau mereka akan mengadakan KKN untuk pendekatan kepada masyarakat di desa , tapi masalahnya masih belum di tentukan desa mana yang akan di tuju untuk kelas ini. Ada dua mahasiswa yang mengusulkan desa , yang satu mengusulkan untuk KKN di desa Seuring dan yang satu lagi mengusulkan untuk KKN di desa Seuring.


Dirga hanya duduk mendengarkan pendapat mereka karena bagaimanapun Dirga hanya mengikuti keputusan para perwakilan kelas yang sedang berdiskusi. Setelah beberapa menit berdiskusi , mereka sepakat untuk KKN di desa Curuguyang karena beberapa faktor.


Dan semuanya pun bubar mempersiapkan apa yang akan di butuhkan. Dirga pergi ke kamarnya untuk beres-beres baju , disana sudah ada Rendi dan Daniel yang juga sedang beres-beres , karena akan KKN ke desa Curuguyang.


Setelah membereskan barang-barangnya , Dirga pergi ke kelas lagi karena di suruh ngumpul. Di kelas para murid sudah berdiskusi tentang barang bawaan dan kendaraan , pemimpin kelas bernama Rey menanyakan sesuatu kepada mahasiswa lainnya.


" Guys , ada yang punya mobil ngga. Kalau ada bisa bantu bawain barang-barangnya ke penginapan "


Dirga mengangkat tangannya

__ADS_1


" Rey , biar aku saja yang bawa barangnya ke desa. Sekalian kelas kita nginep di rumah ku aja "


" Wah , boleh nih Ga? Baguslah kalau begitu "


Mereka melanjutkan diskusinya sampai pada akhirnya keputusan sudah di tentukan dan mereka mulai mengangkut barang ke mobil Dirga , Dirga memasukkan barangnya ke dalam kursi penumpang , karena memang hanya membawa baju dan alat kuliah lainnya seperti laptop dan lainnya.


Sisanya dimuatkan di tempat yang masih kosong seperti tempat duduk belakang dan bagasi. Setelah selesai Dirga berpamitan berangkat duluan untuk mengangkut barang teman-temannya


" Duluan yah , kalian hati-hati dijalan "


" Iya Ga , kau juga. Terimakasih atas bantuannya dan tempat nginepnya "


" iya "


Setelah berpamitan , ia menyalakan mobilnya dan memacu kecepatannya di tingkat sedang dan berjalan menuju desa Curuguyang tempat dimana Dirga pertama kali merantau.


Dirga sampai sekitar jam 19:21. Saat sampai di desa ia turun untuk membuka gerbang rumahnya , setelah itu ia memarkirkan mobilnya di bagasi rumahnya dan mengeluarkan semua barang yang ada di mobil untuk di masukkan kedalam rumah.


Rumah tampak sangat bersih dan rapi , karena Rio yang merawatnya setiap hari. Setelah membereskan barang bawaannya. Ia menelpon Rey dan mengabarkan tentang keberadaannya sekarang yang sudah ada di rumah dan memberitahukan bahwa barangnya sudah di letakkan di ruang tamu.


Ia terbangun sekitar jam 4:30 , orang-orang tampak sudah pergi ke kamar kosong yang sudah di sediakan oleh Dirga. Dirga membersihkan diri karena adzan subuh sudah berkumandang , ia pergi ke masjid desa dan mendapati Rio yang sedang berjalan menuju masjid. Dirga pun menyapanya


" Assalamualaikum Rio "


Rio terkejut dan refleks langsung melihat kebelakangnya


" Waalaikumsalam bang , bikin terkejut aja bang Dirga ini. Gimana kabarnya bang , sehat? "


" Alhamdulillah sehat , makasih banyak udah bantu ngejagain rumah "


" Ah , urusan kecil tidak perlu begitu. Ngomong-ngomong kapan Abang sampai "


" kemarin , sekitar jam setengah 8 malam lah. Kampus akan adain KKN di sini , jadi temen sekelas akan nginep di rumah ku selama 2 bulan ini "


" ooh , bagus kalau begitu. Biar ada kemajuan di kampung Curuguyang ini "


Mereka ngobrol-ngobrol santai sambil berjalan menuju masjid. Singkatnya setelah sholat , Dirga pulang dan mendapati teman-temannya sudah pada bersiap karena ingin menemui kepala desa , begitu juga dengan Dirga yang ikut bersiap.

__ADS_1


Di balai desa , mereka semua berbicara tentang masalah-masalah yang ada di desa Curuguyang bersama kepala desa. Setelah selesai berdiskusi disana , mereka balik ke rumah Dirga.


" Tolong dong yang cewe beli makanan " ujar Rey


" Iya iya. Mas Dirga tau dimana tempatnya kan? "


" iya mbak , saya antar "


Dirga bersama dengan dua dua orang temannya yaitu Susi Susanti dan Dina Lorenza berjalan menuju warung yang buka di waktu pagi seperti ini , yaitu warung Bu Wati.


Sesampainya disana , tampak Rio sedang menyantap makanannya. Dirga menyapanya


" Assalamualaikum , makannya Bae "


" Hmm , waalaikumsalam bang. Mau makan juga? "


" Mau bungkus makanan. Oh ya , kenalin ini temen sekelas ku. Yang ini namanya Dina Lorenza dan yang ini namanya Susi Susanti "


" Salam kenal mbak , nama saya Rio Febrian. Teman Bang Dirga "


Setelah berkenalan , Dirga memesan nasi goreng 20 bungkus kepada Bu Wati. Bu Wati menanggapinya dengan cepat dan langsung membuatkan nasi goreng berskala besar.


Sambil menunggu pesanan , mereka bertiga juga memakan gorengan yang di suguhkan disana. Pesanan mereka jadi sekitar jam 7:10. Setelah selesai , Dirga membayar makanan beserta gorengan yang ia dan teman-temannya makan dan segera kembali ke rumah.


" Assalamualaikum , makanan sudah siap " ujar Dirga kepada teman-temannya


" Wah , akhirnya sampai juga "


Setelah selesai makan , mereka memulai aktivitas masing-masing. Mereka sebagai ada yang mengajar di sekolah dasar dan sebagian lagi ada yang kerja bakti membantu para warga membersihkan lingkungan desa.


Tim kerja bakti ada 10 orang dan kebanyakan laki-laki termasuk Dirga. Aktivitas tersebut berjalan dengan baik sampai tengah hari tiba. Mereka semua kembali untuk beristirahat di rumah Dirga , para guru juga sudah kembali dari mengajar anak SD di sekolah.


Putri membawakan mereka makanan dari rumahnya. Ada sayur , ikan dan banyak lagi yang di bawa oleh Putri dan juga temannya yang bernama Tasya Kamila untuk mereka makan siang.


Sementara itu ketua penyelenggara KKN yaitu Rey sedang sibuk dengan laptopnya karena sedang mendisain toilet umum untuk warga dan juga pembaruan taman umum desa Curuguyang.


Dirga tersenyum melihat momen seperti ini , bersenang-senang dan bersibuk bersama dengan teman sejurusan.

__ADS_1


__ADS_2