Sebuah Kehidupan

Sebuah Kehidupan
Membantu Mbak Maya


__ADS_3

Lampu kamar mandi tiba-tiba kedip-kedip sendiri.


" apa yang mau di lakukan oleh hantu aneh ini , ada-ada saja " pikir Dirga


Setelah gosok gigi , Dirga menghadap ke belakang dan melihat seseorang sedang berdiri di pojok ruangan. Ia seperti wanita yang memakai gaun putih. Kakinya melayang , tidak menempel di lantai.


Dirga tidak takut karena ia sudah biasa menemui hal yang seperti ini di perguruannya. Bisa melihat beginian juga karena latihan khusus yang di berikan oleh ayahnya. Latihan ini hanya di berikan kepada Dirga , sedangkan yang lainnya tidak di berikan ilmu untuk melihat hal ghaib seperti ini , hanya bisa merasakan keberadaan mereka karena melatih insting.


Dirga mendekati Wanita itu


" permisi mbak , sudah malam sebaiknya mbak tidur di tempat yang nyaman yang mbak mau. Ada banyak kamar di rumah ini , mbak bisa pilih yang mana saja "


Wanita itu menoleh dengan tatapan yang menyeramkan. Mereka berdua terdiam sejenak.


" Mbak? "


Mbak-mbak itu menghilang. Dirga kembali ke kamarnya untuk tidur. Keesokan harinya Dirga bangun untuk membersihkan diri dan Sholat Subuh. Setelah selesai sholat dan membaca Al Qur'an , Dirga membersihkan rumah tersebut dan juga membersihkan halamannya. Mbak-mbak kemarin tampak sedang memperhatikan Dirga yang sedang menyapu halaman dari jendela.


" apa yang dia lakukan? dia sama sekali tidak takut dengan ku. apakah dia benaran manusia? "


gumam mbak-mbak itu


Setelah menyapu , Dirga pergi kedalam rumah untuk mengambil sepatu larinya. Ia memakainya dan pergi berlari pagi berkeliling desa. Hal yang pertama ia lakukan adalah menyapa Bu Tuti yang sedang menyapu halamannya , Putri juga ada di sana membantu ibunya menyapu.


" Assalamualaikum Bu Tuti , mbak Putri "


" Waalaikumsalam " jawab mereka berdua serentak


" Sini Bu , biar saya bantu "


" Eh , ga usah repot-repot nak "


" Gapapa Bu "


Dirga mengambil sapu lidi dan membantu membersihkan halaman rumah Putri yang di penuhi oleh daun dari pohon jambu yang berjatuhan.


Tidak memakan waktu yang lama , halaman rumah Putri jadi bersih


" Terimakasih mas sudah bantu-bantu "


" Iya , Gapapa "


Bu Tuti keluar dari rumah dan memanggil mereka berdua


" Ayo masuk dulu , kita sarapan sama-sama "


" Waduh , boleh nih Bu? Kalau begitu makasih-lah "


Mereka pun makan bersama-sama disana. Saat sudah makan , Putri mendekati Dirga karena ingin membicarakan sesuatu.


" Mas , besok Putri mau kuliah di universitas Weyangdarma "


Dirga yang masih mengunyah makanan menanggapi perkataan Putri


" Oh , sama saya juga , sudah ngirim surat yang di perlukan disana. Tinggal masuk doang jadi nya "


" Apa iya , dengan semudah itu bisa langsung masuk? "


" iya dong , saya kan Murid top di waktu SMA dulu , jadinya tinggal masuk sekarang. Tadinya mau lanjut kuliah setelah lulus , tapi karena krisis ekonomi keluarga , jadinya ke tunda. Dan sekarang saya sudah punya uang jadi tinggal masuk "


" oh gitu , jadi kapan mas akan berangkat? "


" Hmm , besok sih. Barengan kamu aja deh biar sekalian "


Wajah Putri memerah lagi , Dirga tidak terlalu memperhatikan karena sedang makan.


" hihi , kalian berdua ini memang ck ck. Yang satu ga peka , yang satu lagi kepincut terus. Haish memang masa muda " pikir Bu Tuti


Setelah selesai makan , Dirga berpamitan dengan mereka berdua dan pergi melanjutkan lari paginya. Ia bertemu dengan Rio yang sedang lari pagi juga , Dirga menyapanya sekalian berpamitan karena ingin kuliah besok.

__ADS_1


" assalamualaikum Rio "


" Waalaikumsalam bang "


" kita ke tempat biasa "


" ayok lah "


Mereka berdua pergi ke warung Bu Wati untuk berbincang-bincang. Saat sampai di warung


Dirga ditanjani pesanan yang biasa.


" Mau yang biasa dek Dirga? "


" eh , hari ini sudah sarapan Bu , di rumah Putri tadi "


" Owh gitu , yaudah gapapa. Nak Rio? "


" saya yang biasa Bu "


Mereka berdua duduk di kursi pelanggan dan Dirga pun membuka obrolan


" Rio , jadi gini , aku mau kuliah di universitas Weyangdarma. Mungkin akan tinggal di asrama mahasiswa "


" Jadi Abang mau pergi?. Haish , perasaan baru kemarin kita kenalan , sudah mau pergi aja "


" haha , iya yah. Kamu beritahu ke semua kenalan kita. Aku akan pergi kuliah , berangkatnya bersama Putri "


" Iya dah. Hubungan Kalian dekat sekali yah , aku jadi iri "


" iyalah , harus akrab "


Mereka berbincang-bincang santai di sana sampai waktu menunjukkan pukul 9:06.


Dirga berpamitan dengan Bu Wati dan Rio untuk pulang


" iya dah bang , aku akan bilang kesemuanya "


" iya dah makasih banyak....Bu makasih banyak ya Bu "


" iya dek , hati-hati "


Dirga pun berjalan kembali ke rumahnya untuk membereskan barang bawaannya.


Di rumah , saat masuk ke dalam kamar , Dirga , di kagetkan dengan kemunculan Mbak-mbak hantu yang tadi pagi.


Namun Dirga tidak terkejut sama sekali


" Ada apa yah mbak? "


tanya Dirga membuka obrolan


" kau tidak takut dengan ku? "


" tidak. Aku mau membereskan barang ku dulu , kalau tidak mau bantu sebaiknya jangan mengganggu dulu "


" A-aku akan bantu ! "


" Eh? , kamu bisa menyentuh barang? "


" bisa kalau hanya barang baju saja "


" tapi setelah itu kamu bantu aku untuk mencari jasad ku , bagaimana? "


" baiklah , bisa saja "


Mereka berdua pun mulai beres-beres


" Oh ya , sama mbak siapa? "

__ADS_1


" nama saya Maya "


" oh , saya Dirga Prananda "


Maya mengurus baju-baju Dirga sedang Dirga mengurus bawaan lainnya. Setelah selesai , Maya meminta untuk mencari jasadnya yang di kubur entah dimana.


" jadi , kamu tahu dimana mayat kamu? "


" aku tidak tahu , tapi harusnya ada di sekitar sini "


" haish , ini akan menjadi semakin rumit , tapi jangan khawatir. Kurasa penciuman ku bisa menemukan nya "


Dirga mencoba mengendus aroma yang mencurigakan di sekitar rumahnya. Sudah sekitar setengah jam Dirga mengendus , namun ia tak merasa ada aroma yang mencurigakan di rumahnya.


" Hm , sekarang hanya tinggal halaman belakang yang belum di cek "


" kalau begitu ayo kita coba cari "


Setelah beberapa menit mengendus di halaman belakang , Dirga mencium aroma busuk , meski sangat tipis. Dirga mengikuti aroma tersebut


" Disini nih harusnya. Aku harus memanggil polisi dulu "


Dirga mengambil Hp nya yang ada di saku dan menelpon polisi. Tak sampai 10 menit akhirnya polisi datang ke rumah Dirga.


" Ada apa yah mas? "


" ini pak , saya mencium aroma busuk dari sini. Bukannya apa-apa sih , tapi takutnya saja kan pak..? "


" Hmph , iya nih mas , baunya sudah menyengat sekali. Saya akan memanggil tim polres dekat sini untuk menyelidikinya , mas Dirga mohon tunggu "


ucap Polisi tersebut sembari menutup hidungnya


Setelah tim polres lainnya datang dan memeriksa , ternyata benar saja ada seorang jasad yang sepertinya belum lama ini di kubur , seperti 5 bulan lalu baru di kubur.


" Innalilahi "


" Baiklah , kalian bawa jasad ini. Mas Dirga mohon ikut kami ke polres untuk dimintai keterangan "


Dirga mengangguk dan pergi ikut dengan para polisi itu. Dirga di mintai beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan rumah itu dan jasad tersebut. Dirga menjawab semuanya dengan baik.


" ok baiklah , terimakasih atas kerjasamanya , kami akan tetap menyelidiki rumah anda untuk beberapa waktu , kita mungkin bisa menemukan beberapa petunjuk "


" baiklah pak , terimakasih atas bantuannya. Saya serahkan rumah ini sementara kepada Rio teman saya. Karena saya besok mau berangkat Kuliah "


" baiklah , kalau begitu mas Dirga sudah boleh pulang "


Dirga menjabat tangan polisi tersebut dan berpamitan. Sesampainya di rumah , rumah Dirga sudah di berikan garis pembatas polisi.


Barang-barang bawaan Dirga juga sudah ada di luar , karena Maya yang menaruhnya di sana.


Maya muncul di depan Dirga untuk berterimakasih


" Terimakasih Dirga , karena sudah membantu untuk menemukan jasad ku. Akhirnya aku bisa beristirahat "


" ya , istirahatlah dengan tenang "


Maya perlahan menghilang dari situ. Melihat kejadian rumah Dirga , Putri berlari kearah Dirga karena khawatir.


" Mas. Mas gapapa kan? "


" aman kok , tapi sekarang rumah ku lagi di selidiki dulu , mungkin malam ini aku akan nginap dulu di rumah Rio "


" Mas. em. Kalau mau , mas boleh kok nginep di rumah Putri untuk malam ini. Jadi besoknya tinggal langsung jalan ke halte bus berdua "


ujar Putri dengan wajah yang merah


" Oh , boleh nih?. Kalau begitu makasih-lah , maaf sudah merepotkan "


Dirga membawa barang-barangnya , Putri juga membantu dan mereka berdua pergi ke rumah Putri.

__ADS_1


__ADS_2