Sebuah Kehidupan

Sebuah Kehidupan
Perang Dingin


__ADS_3

Para teman-teman Dirga yang di culik terbangun di sebuah tempat yang mereka sendiri tidak tau dimana. Tempat yang sepertinya sudah tertinggal.


Mereka di pakaikan penutup mulut agar tidak bisa berteriak minta tolong , tangan dan kaki mereka di ikat agar tidak bisa melakukan apa pun.


" Hehe , tangkapan yang bagus. Bos besar pasti suka " ujar salah satu anggota geng naga


" Hehe , kita harus merasakan kualitasnya dulu sebelum di kirim bukan? " ujarnya menyeringai lebar


Sangat ingin meraba tubuh Abelia , sebuah pisau langsung menancap tangan anggota geng naga tersebut. Orang yang melempar pisau tersebut bernama Patan Nugraha , ia adalah ketua tertinggi dalam geng naga.


" kau jangan membuat masalah , si elang masih sangat marah karena bisnisnya hancur di Purnamasari. Kalau kau tidak ingin mati , jangan mengacau "


Dengan tubuh yang gemetar anggota geng naga itu menjawab


" Ba-baik Tuan "


Patan turun dari lantai atas untuk menemui Sandra yang ia tangkap.


Tiga teman Dirga tampak sangat takut dan menangis tapi sayangnya tidak bisa mengeluarkan suara karena mulut mereka sudah di ikat dengan kain dengan sangat kencang.


" Hmph , sebenarnya siapa yang bisa menghancurkan bisnis si elang dengan sekali serang seperti ini "


" Tu-tuan , sekarang orang yang paling di curigai adalah pahlawan bayangan. Meski kita tidak tau apakah dia terlibat atau tidak , tapi melihat kondisi markas tuan elang , mana mungkin bisa di serbu dengan sekali serangan saja "


" hm hm , menarik "


***


Di rumah , Dirga tampak sedang beristirahat karena lelah mengangkut material pembangunan ke tempat yang di tentukan. Dirga memperhatikan kalau para cowo sudah kembali seperti Ucok Tigor , Udin Simbolon dan Alvaro. Namun yang cewe tampak belum kembali , padahal waktu Dzuhur hampir tiba dan makan siang juga sedang di siapkan.


Karena sudah menyadari bahwa para cewe di culik , Dirga beranjak dari duduknya dan pergi ke teras kamarnya untuk menggunakan insting secara besar-besaran.


Dirga mulai berkonsentrasi pada lingkungannya


[ Catatan: Insting itu di bagi dua jenis dan dua mode. Jenis pertama adalah pasif yaitu jenis yang selalu bisa digunakan secara tidak sadar meski insting pasif ini tidak terlalu kuat. jenis pasif bisa mendeteksi sekitar dengan pasif atau tanpa di sadari. Jenis yang kedua adalah aktif , bisa di gunakan saat sedang mencari aura kehidupan makhluk hidup tergantung dari seberapa jauh jangkauan yang kita bisa , namun jenis aktif memiliki efek samping yang serius. Jika penggunanya melebihi batas waktu yang ia mampu , ia akan melukai tubuhnya sendiri karena terlalu lama menggunakan insting aktif.


Selanjutnya insting juga di bagi menjadi dua mode. Mode yang pertama adalah mode mengintai , mode ini digunakan saat ingin mengikuti atau memata-matai pergerakan seseorang dari jangkauan insting pengguna. Mode yang kedua adalah mode menyerang , mode ini digunakan saat sedang bertarung , jika menggunakan insting mode menyerang , pengguna dapat menghindari serangan musuh dengan mudah , karena insting mode menyerang ini menggunakan jenis insting pasif , sedangkan dalam mode mengintai , kita harus menggunakan insting jenis aktif dan tentunya tidak bisa di pakai lama-lama , mengingat efek sampingnya yang serius ]


Ia menggunakan Instingnya untuk mendeteksi seluruh daerah desa Curuguyang dengan insting aktifnya , ia tidak mendapatkan apapun dari Instingnya.


Baru saja menggunakan insting besar-besaran selama 2 menit , hidungnya mimisan dan gendang telinganya berdengung karena sudah tidak kuat untuk menggunakan Instingnya. Ia pun menghentikan pencarian.


Setelah menyeka darah dari hidungnya , ia turun dan mendapati teman-temannya panik karena tidak bisa menghubungi Abelia dan teman-temannya.

__ADS_1


Dirga dari atas berusaha menenangkan semua


" Guys , tenang dulu. Jangan ada yang menelpon polisi dulu , penculik ini tidak sederhana yang kita kira "


" Apa maksudmu Dirga? "


" sebenarnya tim yang bertugas di taman tadi sudah dimata-matai oleh penculik. Mereka membawa senjata api yang bisa membahayakan polisi beserta teman kita yang menjadi Sandra " jelas Dirga


" Jadi kita harus bagaimana sekarang? "


" Aku akan mengurus hal ini , kalian tidak perlu khawatir. Terus fokus pada kegiatan masing-masing , dan harus tetap waspada karena mereka bisa saja datang kesini lagi untuk menangkap orang " ujar Dirga


" Iya , kalian fokus saja. Masalah ini jangan sampai tersebar dulu , takutnya membahayakan kita dan warga desa " ujar Rey


Semuanya mengangguk meski dalam hati mereka , mereka sangat khawatir dan takut dengan keadaan teman mereka. Bersamaan dengan itu , tiba-tiba hp Dirga berdering. Ternyata Dayu lah yang menghubunginya


[ Dayu ]


Halo Ga


[ Dirga ]


Ya , kenapa?


[ Dayu ]


[ Dirga ]


Oo. Tampaknya belum berakhir yah


[ Dayu ]


Ya. Aku menemukan satu kotak penuh dengan obat-obatan terlarang


[ Dirga ]


Teman ku di culik di desa Curuguyang , bisa kau bantu menyelidiki. Aku sudah mendeteksi seluruh daerah desa Curuguyang menggunakan insting besar-besaran , tapi tidak menemukan apapun


[ Dayu ]


Hmm , tampaknya mereka langsung pergi dari desa tersebut


[ Dirga ]

__ADS_1


Ya , awalnya mereka hanya memata-matai rumah ku di Curuguyang , tapi malah berakhir menculik tiga teman ku. Perawakannya sih seperti preman


[ Dayu ]


Pergerakan seperti ini terlalu cepat untuk seorang preman , kurasa mereka adalah profesional


[ Dirga ]


Iya. Kau bantu selidiki yah? Soalnya aku masih KKN di sini , mungkin bulan depan baru selesai


[ Dayu ]


Iya dah , siap


Dirga menutup telponnya dan turun kebawah untuk makan siang. Setelah selesai makan siang , mereka semua beristirahat tidur siang karena sore ini sudah harus memulai proyek mereka.


Susi masih sibuk dengan laptopnya karena ia yang bertanggungjawab terhadap proyek yang mereka lakukan.


Singkatnya sore hari tiba , para cowo bersiap menuju tempat pembangunan ke WC umum untuk membantu warga desa membangun WC umum tersebut. Untuk masalah uang rokok dan kopi untuk istirahat , itu akan di tanggung oleh pak kades.


Susi datang ke tempat pembangunan untuk mengecek sekitar , teman-temannya menggodanya


" Buset , Bu mandor udah Dateng nih "


" ih , apasih Ucok. Lanjutin kerjaan mu "


Dirga membantu mengangkat semen dan memindahkan kayu fondasi. Para warga sangat antusias membantu proyek tersebut , karena bagaimanapun proyek itu juga untuk warga desa sendiri.


Mereka selesai membuat fondasi sekitar jam 18:30 , setelah itu mereka semua pulang ke kediaman Dirga untuk beristirahat karena besok masih harus menjalani kegiatan KKN mereka.


Keesokan harinya , setelah melakukan pencerahan pagi dan juga melakukan kegiatan remaja masjid , mereka semua kembali ke rumah Dirga untuk sarapan. Setelah itu kembali ke aktivitas masing-masing. Ada yang mengajar , ada yang membersihkan area-area desa , ada yang membantu membersihkan baju kotor di rumah , dan ada juga yang membantu warga melanjutkan proyek pembangunan WC umum desa.


Untuk hari ini Dirga mengajar para murid. Ia mengajarkan para murid dengan metode yang menyenangkan agar para murid dapat mengikutinya dengan santai dan tidak tegang.


Pelajaran yang ia ajarkan masih sama seperti kemarin yaitu Informatika dan IPS. Setelah jam Dirga selesai , ia berganti posisi dengan Rey. Materi selanjutnya guru meminta Rey mengajarkan anak-anak untuk PBB.


Dirga pulang untuk beristirahat sejenak , namun instingnya merasakan ada yang mengawasi rumahnya. Tidak melepaskan kesempatan ini , Dirga langsung pergi keluar rumah untuk menangkap mata-mata tersebut.


Dirga pura-pura berjalan tak tau apa-apa. Ia di perhatikan menggunakan teropong oleh mata-mata tersebut.


Namun hanya dalam hitungan detik , Dirga langsung menghilang dari pandangan mata-mata itu dan berpindah ke belakang badannya untuk melumpuhkannya dengan cara menotok bagian Vitalnya.


Buuuk!!!

__ADS_1


Ia membawa tubuh mata-mata tersebut untuk di interogasi.


__ADS_2