Sebuah Kehidupan

Sebuah Kehidupan
Kakaknya Dirga


__ADS_3

Sesampainya di kota Purnamasari , Dirga menurunkan Dimas karena Dia dan Nadila sudah mencapai tujuan , yaitu universitas Weyangdarma.


" Dim , aku bisa antar kamu sampai sini saja " ucap Dirga kepada Dimas


" Iya ga papa "


" Kamu hati-hati dijalan "


" siap "


Dimas melambaikan tangannya kearah Dirga , begitu pula sebaliknya. Setelah memarkirkan mobilnya , Nadila dan Dirga pun kembali ke asrama masing-masing untuk beristirahat , mengingat mereka sampai jam 3:00 pagi.


Keesokan harinya , Dirga seperti biasanya mengikuti sekolah militer dan kelas lainnya sampai sore hari tiba. Ia teringat dengan panggilan dari Dayu yang memintanya untuk datang ke polres , karena ada informasi baru yang ingin di tanyakan kepada Dirga.


Hp Dirga berdering


Ia pun mengangkat telpon tersebut.


[ Dirga ]


Halo pak


[ Dayu ]


Halo mas Dirga. Ada waktu?


[ Dirga ]


Ada pak. Tempatnya seperti kemarin kan?


[ Dayu ]


Iya mas , saya tunggu


Dirga menutup telponnya dan segera pergi ke tempat yang di maksud oleh Dayu , yaitu Polres Purnamasari.


Sesampainya disana , Dirga memarkirkan mobilnya dan masuk ke dalam polres. Didalam sudah ada Dayu yang sedang menyeruput kopi.


Dirga pun menyapanya


" assalamualaikum pak Dayu "


" Waalaikumsalam. Sini mas ngopi dulu "


Dirga mengiyakan ajakan dari Dayu dan pergi ngopi bersama. Sambil ngobrol-ngobrol santai. Dan akhirnya mereka pun lanjut ke topik utama pembicaraan.


" Baik mas , salah satu dari mereka bilang kalau kamu menghadapi mereka dari depan. Apakah benar "


" Ti-tidak pak. Saya menghadapi mereka dari belakang , memang ada yang sempat menyadari keberadaan saya. Tapi langsung saya lumpuhkan , bagaimanapun saya belajar sekolah militer di kampus "


" Hmm. Baiklah , kita kesampingkan dulu hal ini. Mereka masih ada hubungannya dengan perampokan bank di hari lalu. Aku mendapatkan informasi kalau bos mereka sama dengan perampok kemarin tapi mereka tidak tahu nama bosnya siapa "


" Hmm , apakah mereka tahu keberadaan dari bos tersebut? "


" Sayang sekali mereka bilang bahwa hanya pernah berkomunikasi lewat kode Morse "


" Haish , mungkinkah kode tersebut sudah di hapus oleh mereka? "

__ADS_1


" Hm , sudah pasti. Tim juga sudah menyelidiki letak alat penerima kode tersebut namun sayangnya sudah di hancurkan "


" Bersih sekali mereka menyelesaikan tugas "


" ya , ini lebih sulit dari yang kami kira. Tampaknya sekarang juga masih buntung , hanya bisa menunggu mereka bertindak. Semoga saja pahlawan bayangan masih bisa membantu kita "


" haha , iya. Semoga saja "


Setelah selesai berbincang-bincang di polres tersebut. Dirga berpamitan karena hari sudah mulai gelap


" kalau begitu pak , saya pamit dulu "


" iya mas Dirga , hati-hati dijalan "


Dirga pun pergi menuju mobilnya yang terparkir di parkiran polres.


Ia pun balik ke kampus. Ia sampai di kampus pukul 22:01 malam. Karena belum ngantuk , ia pun pergi ke atap asrama untuk memandangi bulan , karena kebetulan sekarang sedang bulan purnama.


" Hah , indah sekali bulan purnama itu " ucap Dirga lega


Tiba-tiba ia teringat dengan barang yang ayahnya berikan. Dirga mencari barang itu di sakunya dan mendapati kota kecil yang berisi cincin giok berwarna Hitam berbintik-bintik putih seperti bintang yang ada di langit.


" Aku lupa memakainya , tapi sekarang biar kucoba pakai "


Dirga mengeluarkan cincin tersebut dari kotak kecil dan menggunakannya di jari telunjuk. Seketika aura hangat-dingin memancar di seluruh tubuh Dirga.


Bersamaan dengan hal itu , seorang wanita cantik muncul di belakang Dirga dan berkata


" Hey , kau memilih tempat yang bagus juga untuk pertemuan pertama kita "


Refleks Dirga melihat belakangnya


" Nama ku Kanjeng Nyai Sari "


" Kenapa kamu ada di sini? "


" Kamu sekarang adalah pemilik cincin Budarmo , jadi mulai sekarang kamu adalah milikku "


Dirga bingung sambil menggaruk kepalanya


" tunggu , tadi kamu bilang aku adalah pemilik cincin Budarmo kan? Kenapa malah aku jadi milik kamu? "


" memang seperti itu " jawab Nyai Sari sambil mengangguk-angguk


" Ha? Kok gitu? " Dirga bingung dengan yang dikatakan oleh Nyai Sari


" Kalo aku bilang gitu ya gitu "


" Oke oke , jadi apa tujuan mbak Sari? "


" hehe , akhirnya aku bisa bertemu dengan adik. Aku harus bertindak seperti kakak , sudah lama akhirnya bisa bertemu dengan mu Dirga " pikir Nyai Sari


" Berani sekali kamu memanggilku dengan sebutan " mbak " seakan-akan kita seumuran. Aku ini lebih tua darimu "


" baiklah Mmmm.....Bu Sari "


" Ha!!? , kau pikir aku sudah tua apa!!? "

__ADS_1


" Mmm.... Baiklah kak Sari "


" hm , ini lebih baik. Sekarang aku adalah kakak mu. Kak Sari hahaha "


Nyai Sari tampak sangat gembira karena ia disebut kakak oleh Dirga.


" haish , aku akan menanyakan hal ini pada ayah nanti " gumam Dirga dalam hati.


Nyai Sari mulai duduk di samping Dirga , dan menjelaskan sesuatu


" Aku akan tinggal bersama mu dan belajar di kampus ini juga "


" Tapi bukankah kak Sari adalah roh? "


" Aku roh tapi aku hidup. Bagaikan Aladin saja yang terjebak di dalam lampu ajaib , tapi kakak terjebak di dalam cincin ini. Kalau tidak ada yang memakainya kakak akan tersedot kedalam cincin , begitu pula sebaliknya. Jika ada yang memakainya kakak akan bisa keluar , tapi bukan sembarang orang bisa mengeluarkan kakak "


" ooh gitu "


" hanya orang dengan kemampuan spiritual yang hebat baru bisa mengeluarkan kakak "


" wah , berarti kemampuan spiritual ku sangat hebat dong? Sampai bisa mengeluarkan kak Sari dari dalam cincin "


" kemampuan mu masih bisa dibilang amatir "


" Apa? Amatir? "


" ya , ayah bahkan bisa keluar masuk dari dimensi gaib. Kamu hanya bisa bertarung , belum bisa menangani hal seperti ayah "


" ayah? Maksudnya ayahku? "


" ayahmu ayah kakak juga. Ayo masuk , sudah mulai dingin. Jika kakak keluar dari cincin maka kakak akan terlihat oleh orang lain "


" oh gitu , baiklah. Kak Sari akan tidur di asrama putri saja dulu. Besok baru bisa daftar masuk kampus dengan di uji pengetahuannya "


" baiklah "


Setelah ngobrol-ngobrol diatas atap asrama putra , Dirga dan Sari pun berpisah ke asrama masing-masing untuk beristirahat karena besok masih harus melakukan kegiatannya masing-masing.


Keesokan harinya , Dirga bangun pagi dan langsung menyambar handuk untuk membersihkan diri. Setelah selesai mandi , ia pergi ke mushola kampus untuk melaksanakan Sholat Subuh.


Seusainya Sholat , Dirga mengambil manset dan memakainya untuk melakukan joging sebelum sekolah militer. Sambil menghirup udara pagi yang segar , ia berkeliling sekitar universitas Weyangdarma. Ia juga bertemu pelatih militer yang baru datang.


" Assalamualaikum pak Pandi


" Waalaikumsalam. Wih , pagi-pagi gini udah joging. Ga takut nanti di latihannya pingsan? "


" haha , itu tidak mungkin pak. Yaudah saya lanjut dulu pak. Assalamualaikum "


" iya Dirga , waalaikumsalam "


Dirga melanjutkan joging paginya. Setelah selesai joging , Dirga beristirahat sejenak menunggu mahasiswa lainnya baris di lapangan karena sebentar lagi sekolah militer akan segera dimulai. ia juga melihat Kak Sari yang sedang berjalan menuju gedung dekan fakultas ilmu sosial bersama Putri.


Para mahasiswa lainnya pun berbaris di lapangan , begitu juga dengan Dirga yang ikut dengan barisan Rendi dan Daniel.


" Bos , tapi mbak Putri mengantar seseorang. Katanya orang itu kakaknya bos , betul kah? " tanya Rendi kepada Dirga


" ya , dia kakak ku. Aku tidak pernah cerita tentangnya jadi kalian tidak tahu "

__ADS_1


" wah , ternyata guru punya dua anak. Pasti bakatnya bukan main " ujar Daniel


Mereka pun mengikuti kelas militer sampai selesai pada jam 11:50 siang.


__ADS_2