
Sesampainya ia di desa Curuguyang sekitar jam 9:00 pagi , ia turun dari mobil dan membuka gerbang agar dirinya beserta mobilnya bisa masuk. Ia menderum mobilnya dengan halus dan menjalankannya untuk memasuki rumah dan di parkirkan di samping mobil kakaknya.
" Hah , sampai juga akhirnya... Sekarang tinggal turunkan barang bawaan dan memasukkannya ke dalam rumah "
Dirga mengambil barangnya yang ia letakkan di bagasi mobil dan segera masuk kedalam rumah. Didalam ia terkejut bukan main karena melihat buku-buku berserakan di atas lantai , meja , maupun sofa dirumahnya.
Sari yang sedang membereskan beberapa buku melihat Dirga dan memanggilnya
" Dirga? Sini bantuin kakak "
"... Baik "
Dirga menaruh tasnya di luar dan segera masuk untuk membantu kakaknya membereskan buku yang berserakan dimana-mana. Dirga dan Sari menyusun buku-buku tersebut dan mengumpulkannya ke pojok ruang tamu. Sembari Dirga menyusun , Ia juga membaca beberapa buku yang semuanya berhubungan dengan kekuatan spiritual dan kemampuan lainnya.
" Ini semua pasti punya ayah " gumamnya sambil melihat lembar halaman buku yang ia baca.
Waktu terus berjalan , Dirga dan Sari selesai membereskan buku-buku tersebut sekitar jam 13:04 siang.
" Hah , capek.... "
Sayup-sayup suara ribut di dapur terdengar dan sesaat setelah itu , Mina datang dengan membawa banyak lauk untuk makan siang mereka.
" Makan siang sudah datang.... Eh? Dirga? Kamu sudah pulang? "
" Iya ibu , baru saja selesai membereskan buku bersama kakak " ( Dirga mencium tangan ibunya )
" Yasudah , ayo kita makan dulu... Ayahmu lagi sibuk bantuin warga untuk bikin panggung buat acara nikahan "
Sembari menyendok nasi , Dirga menanggapi perkataan ibunya tersebut
" Nikahan siapa emangnya Bu? "
" Itu , em... siapa yah?... Mempelai prianya namanya kalau ga salah... Rio Febrian "
Dirga tersedak air mendengar nama yang sangat familiar di telinganya ini , nama itu adalah Rio Febrian yang adalah teman Dirga sewaktu pertama kali merantau ke desa Curuguyang.
" Uhuk , Uhuk... Dia? " Tanya Dirga seakan tidak percaya dengan perkataan ibunya.
" Iya... kamu kenal memangnya? "
" Hahaha , kenal lah Bu.. Dia adalah teman Dirga sewaktu pertama kali masuk ke desa ini... Kini dia tau-tau udah nikah aja... Mempelai wanitanya siapa Bu? "
" Ah , kalau itu ibu ga tau , nak... Nanti setelah makan , kamu bantu ayah mu dan warga yah?.. Sekalian ketemu sama teman lama "
" Iya Bu "
" Aku juga mau ikut , mau lihat siapa mempelai wanitanya " Celetuk Sari
__ADS_1
" baiklah , nanti kalian pergi berdua yah "
Dirga dan Sari pun menghabiskan makanan mereka dan segera bersiap untuk pergi ke lapangan desa Curuguyang untuk membantu warga membangun panggung.
Disana banyak orang-orang sedang bersibuk , yang muda maupun tua semuanya bergotong-royong mengangkat besi-besi kerangka. Dirga dan Sari juga tak ingin kalah , Dirga pergi membantu warga , sedangkan Sari pergi membantu ibu-ibu untuk menyiapkan makanan maupun minuman untuk para warga yang bekerja.
Rio juga tampak bersemangat membantu para warga. Tak hanya Rio yang Dirga lihat , Dimas , Boyeng , Renaldi , dan Sudarta pun tak luput dari perhatian Dirga.
Setelah memasang kerangka , mereka semua beristirahat sejenak di tenda untuk memakan makanan yang sudah tersedia di sana. Para anak muda disana mengobrol-ngobrol santai sambil berjalan menuju tenda.
" Yo... sudah lama tidak bertemu , sekalinya ketemu langsung adain nikahan... Hebat banget kamu Rio "
" Haha , bang Dirga bisa aja... Gimana hubungan Abang dengan Mbak Putri? "
" Aku..."
Dirga terdiam karena tidak tau apa yang harus ia katakan kepada Rio.
Sontak Sudarta pun memberi semangat kepada Dirga.
" Ayo dong Dirga , kita jadi cowok harus berwibawa dan berani... Masa kalah sama Rio yang sebentar lagi akan menikah " ujarnya sambil merangkul pundak Dirga
" Aku... Tidak tau dia suka atau... "
" Bang , sepertinya kamu tidak menyadari perasaan mbak Putri selama ini... sejak awal saat kamu tertembak di Tempat Makan kece dulu... Ia sangat khawatir dan takut kehilanganmu , bang " ujar Boyeng
" Yang dikatakan Boyeng benar , bahkan ia tidak pulang dari rumah sakit karena hal itu " Rio melengkapi perkataan Boyeng.
" Baiklah , aku pasti akan mendapatkannya... "
" Ayo!! Semangat bang Dirga!!! " ucap mereka semua serentak untuk menyemangati Dirga.
Mereka semua pun pergi ke tenda untuk beristirahat. Para pemuda lainnya duduk di kursi sambil berbincang-bincang santai , sedangkan Dirga pergi mengambil minuman untuk menghilangkan rasa haus.
Disana ia bertemu dengan Putri yang tengah bersibuk membawakan minuman. Senyumannya semanis madu , ia ramah terhadap orang lain dan yang terpenting adalah masakannya sangat lah lezat.
Dirga menghampiri Putri untuk meminta minuman.
" Mbak Putri.... " panggilnya
" Eh? Mas Dirga? kapan pulang? "
" Baru saja datang , tau-tau Rio mau nikah... Saya langsung datang kemari "
" Haha , iya yah... Rio dan Tasya memang pasangan yang serasi "
" Ooh , jadi mbak Tasya yang jadi mempelai wanitanya... Pantesan aja... Bikin iri aja yah.. orang sibuk dengan urusan kamus , ia malah mengadakan pernikahan "
__ADS_1
" I-iya yah mas... "
Teman-teman Dirga memperhatikan dirinya dari meja makan. Melihat obrolan mereka berdua bagai sepasang kekasih.
" Lihat mereka berdua... Udah pas banget bukan? "
" Iya Boy , bentar lagi pasti jadian... Tapi pasti akan datang banyak masalah lagi kedepannya.. Karena bagaimanapun bang Dirga ini seperti Protagonis utama di sebuah novel "
" Haha , khayalan mu kejauhan Renaldi "
Kembali ke percakapan Dirga dengan Putri.
" Mas , sebenarnya...."
Saat Putri ingin mengatakan sesuatu , Dirga tiba-tiba di panggil oleh ayahnya karena ia ingin membicarakan sesuatu dengan Dirga.
" Dirga... Sini dulu "
" Baik..... Maaf yah mbak , saya kesana dulu "
" eh.. iya mas "
Dirga berjalan menuju meja yang di duduki oleh ayahnya , pak Jaka serta pak Abdul Darta selaku Pak RT disana.
" Assalamualaikum "
" Waalaikumsalam " Sahut mereka serentak
Dirga pun duduk di salah satu kursi kosong di sana untuk mengobrol dengan para bapak-bapak itu.
" Haha , hebat kamu Dirga. Sekarang sudah sukses " Ujar Pak Jaka
" haha , bapak bisa aja "
mereka ngobrol-ngobrol santai disana sambil memakan makanan dan meminum minuman yang tersedia di atas meja. Pembicaraan mereka mulai beralih ke arah topik yang berhubungan dengan asmara.
" Jadi , nak Dirga udah punya pacar belum? Masa sampai sekarang masih belum punya "
" Sudah ada calon pacar saya kok pak RT , tuh orangnya... Yang lagi sibuk membawa makanan dan minuman " Ucap Dirga sambil menunjuk kearah Putri
" Hahaha , pilihan anak ayah pasti tepat... Ayah doakan hubungan kalian berdua langgeng meski dalam kesulitan apapun "
" Aamiin. Yah , coba ceritain dong saat ayah dan ibu bertemu sampai menikah "
Pak RT serta Pak Jaka menatap kearah Suryanto dengan tatapan permohonan karena saking penasarannya dengan kisah Suryanto.
" Ah , kalian ini... Bukan hal yang seru untuk didengar "
__ADS_1
" Ayolah , sedikit saja... Setidaknya saat bertemu saja "
" Haish , baiklah... Tapi sedikit saja... "