Sebuah Kehidupan

Sebuah Kehidupan
Persiapan Acara Pernikahan Rio dan Tasya


__ADS_3

Sesampainya ia di desa Curuguyang sekitar jam 9:00 pagi , ia turun dari mobil dan membuka gerbang agar dirinya beserta mobilnya bisa masuk. Ia menderum mobilnya dengan halus dan menjalankannya untuk memasuki rumah dan di parkirkan di samping mobil kakaknya.


" Hah , sampai juga akhirnya... Sekarang tinggal turunkan barang bawaan dan memasukkannya ke dalam rumah "


Dirga mengambil barangnya yang ia letakkan di bagasi mobil dan segera masuk kedalam rumah. Didalam ia terkejut bukan main karena melihat buku-buku berserakan di atas lantai , meja , maupun sofa dirumahnya.


Sari yang sedang membereskan beberapa buku melihat Dirga dan memanggilnya


" Dirga? Sini bantuin kakak "


"... Baik "


Dirga menaruh tasnya di luar dan segera masuk untuk membantu kakaknya membereskan buku yang berserakan dimana-mana. Dirga dan Sari menyusun buku-buku tersebut dan mengumpulkannya ke pojok ruang tamu. Sembari Dirga menyusun , Ia juga membaca beberapa buku yang semuanya berhubungan dengan kekuatan spiritual dan kemampuan lainnya.


" Ini semua pasti punya ayah " gumamnya sambil melihat lembar halaman buku yang ia baca.


Waktu terus berjalan , Dirga dan Sari selesai membereskan buku-buku tersebut sekitar jam 13:04 siang.


" Hah , capek.... "


Sayup-sayup suara ribut di dapur terdengar dan sesaat setelah itu , Mina datang dengan membawa banyak lauk untuk makan siang mereka.


" Makan siang sudah datang.... Eh? Dirga? Kamu sudah pulang? "


" Iya ibu , baru saja selesai membereskan buku bersama kakak " ( Dirga mencium tangan ibunya )


" Yasudah , ayo kita makan dulu... Ayahmu lagi sibuk bantuin warga untuk bikin panggung buat acara nikahan "


Sembari menyendok nasi , Dirga menanggapi perkataan ibunya tersebut


" Nikahan siapa emangnya Bu? "


" Itu , em... siapa yah?... Mempelai prianya namanya kalau ga salah... Rio Febrian "


Dirga tersedak air mendengar nama yang sangat familiar di telinganya ini , nama itu adalah Rio Febrian yang adalah teman Dirga sewaktu pertama kali merantau ke desa Curuguyang.


" Uhuk , Uhuk... Dia? " Tanya Dirga seakan tidak percaya dengan perkataan ibunya.


" Iya... kamu kenal memangnya? "


" Hahaha , kenal lah Bu.. Dia adalah teman Dirga sewaktu pertama kali masuk ke desa ini... Kini dia tau-tau udah nikah aja... Mempelai wanitanya siapa Bu? "


" Ah , kalau itu ibu ga tau , nak... Nanti setelah makan , kamu bantu ayah mu dan warga yah?.. Sekalian ketemu sama teman lama "


" Iya Bu "


" Aku juga mau ikut , mau lihat siapa mempelai wanitanya " Celetuk Sari

__ADS_1


" baiklah , nanti kalian pergi berdua yah "


Dirga dan Sari pun menghabiskan makanan mereka dan segera bersiap untuk pergi ke lapangan desa Curuguyang untuk membantu warga membangun panggung.


Disana banyak orang-orang sedang bersibuk , yang muda maupun tua semuanya bergotong-royong mengangkat besi-besi kerangka. Dirga dan Sari juga tak ingin kalah , Dirga pergi membantu warga , sedangkan Sari pergi membantu ibu-ibu untuk menyiapkan makanan maupun minuman untuk para warga yang bekerja.


Rio juga tampak bersemangat membantu para warga. Tak hanya Rio yang Dirga lihat , Dimas , Boyeng , Renaldi , dan Sudarta pun tak luput dari perhatian Dirga.


Setelah memasang kerangka , mereka semua beristirahat sejenak di tenda untuk memakan makanan yang sudah tersedia di sana. Para anak muda disana mengobrol-ngobrol santai sambil berjalan menuju tenda.


" Yo... sudah lama tidak bertemu , sekalinya ketemu langsung adain nikahan... Hebat banget kamu Rio "


" Haha , bang Dirga bisa aja... Gimana hubungan Abang dengan Mbak Putri? "


" Aku..."


Dirga terdiam karena tidak tau apa yang harus ia katakan kepada Rio.


Sontak Sudarta pun memberi semangat kepada Dirga.


" Ayo dong Dirga , kita jadi cowok harus berwibawa dan berani... Masa kalah sama Rio yang sebentar lagi akan menikah " ujarnya sambil merangkul pundak Dirga


" Aku... Tidak tau dia suka atau... "


" Bang , sepertinya kamu tidak menyadari perasaan mbak Putri selama ini... sejak awal saat kamu tertembak di Tempat Makan kece dulu... Ia sangat khawatir dan takut kehilanganmu , bang " ujar Boyeng


" Yang dikatakan Boyeng benar , bahkan ia tidak pulang dari rumah sakit karena hal itu " Rio melengkapi perkataan Boyeng.


" Baiklah , aku pasti akan mendapatkannya... "


" Ayo!! Semangat bang Dirga!!! " ucap mereka semua serentak untuk menyemangati Dirga.


Mereka semua pun pergi ke tenda untuk beristirahat. Para pemuda lainnya duduk di kursi sambil berbincang-bincang santai , sedangkan Dirga pergi mengambil minuman untuk menghilangkan rasa haus.


Disana ia bertemu dengan Putri yang tengah bersibuk membawakan minuman. Senyumannya semanis madu , ia ramah terhadap orang lain dan yang terpenting adalah masakannya sangat lah lezat.


Dirga menghampiri Putri untuk meminta minuman.


" Mbak Putri.... " panggilnya


" Eh? Mas Dirga? kapan pulang? "


" Baru saja datang , tau-tau Rio mau nikah... Saya langsung datang kemari "


" Haha , iya yah... Rio dan Tasya memang pasangan yang serasi "


" Ooh , jadi mbak Tasya yang jadi mempelai wanitanya... Pantesan aja... Bikin iri aja yah.. orang sibuk dengan urusan kamus , ia malah mengadakan pernikahan "

__ADS_1


" I-iya yah mas... "


Teman-teman Dirga memperhatikan dirinya dari meja makan. Melihat obrolan mereka berdua bagai sepasang kekasih.


" Lihat mereka berdua... Udah pas banget bukan? "


" Iya Boy , bentar lagi pasti jadian... Tapi pasti akan datang banyak masalah lagi kedepannya.. Karena bagaimanapun bang Dirga ini seperti Protagonis utama di sebuah novel "


" Haha , khayalan mu kejauhan Renaldi "


Kembali ke percakapan Dirga dengan Putri.


" Mas , sebenarnya...."


Saat Putri ingin mengatakan sesuatu , Dirga tiba-tiba di panggil oleh ayahnya karena ia ingin membicarakan sesuatu dengan Dirga.


" Dirga... Sini dulu "


" Baik..... Maaf yah mbak , saya kesana dulu "


" eh.. iya mas "


Dirga berjalan menuju meja yang di duduki oleh ayahnya , pak Jaka serta pak Abdul Darta selaku Pak RT disana.


" Assalamualaikum "


" Waalaikumsalam " Sahut mereka serentak


Dirga pun duduk di salah satu kursi kosong di sana untuk mengobrol dengan para bapak-bapak itu.


" Haha , hebat kamu Dirga. Sekarang sudah sukses " Ujar Pak Jaka


" haha , bapak bisa aja "


mereka ngobrol-ngobrol santai disana sambil memakan makanan dan meminum minuman yang tersedia di atas meja. Pembicaraan mereka mulai beralih ke arah topik yang berhubungan dengan asmara.


" Jadi , nak Dirga udah punya pacar belum? Masa sampai sekarang masih belum punya "


" Sudah ada calon pacar saya kok pak RT , tuh orangnya... Yang lagi sibuk membawa makanan dan minuman " Ucap Dirga sambil menunjuk kearah Putri


" Hahaha , pilihan anak ayah pasti tepat... Ayah doakan hubungan kalian berdua langgeng meski dalam kesulitan apapun "


" Aamiin. Yah , coba ceritain dong saat ayah dan ibu bertemu sampai menikah "


Pak RT serta Pak Jaka menatap kearah Suryanto dengan tatapan permohonan karena saking penasarannya dengan kisah Suryanto.


" Ah , kalian ini... Bukan hal yang seru untuk didengar "

__ADS_1


" Ayolah , sedikit saja... Setidaknya saat bertemu saja "


" Haish , baiklah... Tapi sedikit saja... "


__ADS_2