Secretly Loving You

Secretly Loving You
Ch 72 - [POV Author] Mengakui Kekalahan


__ADS_3

"Bi!! Abi!! Jangan masuk, Bi!!" Nadya menghambur keluar. Langkah kakinya ingin bergerak secepat mungkin, namun perut buncit menahan pergerakannya itu. Dia menatap putus asa punggung lebar yang semakin menjauh darinya. Punggung itu menghilang di balik bangunan yang mengeluarkan asap hitam.


"Bi!! Abi!! Cepat keluar, Bi!! Bi!!" Suara Nadya mulai serak. Teriakannya tak mampu membuat Armand kembali. Air mata sudah menganak sungai di pipi mulusnya. Dia bergerak mendekati security yang berdiri di sana.


"Pak, cepat masuk! Selamatkan Abi, Pak!! Cepat, Pak!" mohonnya dengan putus asa. Dia menarik lengan security sembari menghiba-hiba.


"Sabar, Bu. Kita tunggu petugas datang ...."


"Kelamaan, Pak! Cepat tolongin, Abi, Pak!" Nadya mengguncang-guncang lengan security. Dia sangat ketakutan. Dia takut terjadi apa-apa dengan Abi. Tapi, untuk menolong langsung pun dia tak ada nyali. Dia tak memiliki keberanian untuk menerobos bangunan itu dan membawa Abi kembali. Perasaannya pada Abi tak sebesar rasa sayangnya terhadap nyawa sendiri. Dia tak bisa berkorban sebesar itu.


Kepulan asap hitam semakin membungbung tinggi. Suasana menjadi semakin mencekam. Suara isak dan tangisan terdengar.


"I-ini salahku. K-kalau aku nggak bilang Pak Armand masih di dalam, Arsha p-pasti nggak akan masuk. G-gimana ini ... s-sekarang Pak A-rmand juga ikut masuk. I-ini salahku ...." Pernyataan seorang wanita menarik perhatian Nadya. Masih dengan berurai airmata, dia mendekati kumpulan staff wanita yang tengah menenangkan satu orang wanita yang terlihat merasa sangat bersalah.


"Apa katamu? Arsha masuk karena mengira Abi di dalam?" Nadya memegang lengan wanita yang tengah gemetaran itu. Wajah wanita itu sembap. Kucuran airmata tak kunjung berhenti mengalir. Mata itu diliputi rasa bersalah dan putus asa.


"I-iya .... I-ini semua salah saya .... B-bagaimana kalau terjadi apa-apa dengan mereka? S-saya nggak bisa maafin diri saya...," rintih wanita muda itu dengan suara menyayat. Wanita itu jujur dengan ucapannya.

__ADS_1


Pengakuan wanita itu membuat pikiran Nadya terhenti untuk sejenak. Perasaannya campur aduk. Dia tak menyangka Arsha akan berbuat hal seperti itu. Ia pikir, Arsha memang tengah berada di dalam gedung dan belum sempat keluar. Nyatanya, wanita itu rela menerobos gedung yang tengah dilalap api karena dipikirnya Abi masih ada di dalam.


Nadya menelan ludah berkali-kali. Selama ini dia pikir, dia lah wanita yang paling mencintai Abi di dunia ini. Dia sudah menyukai Abi sejak kecil. Mengekori pria itu kemana pun. Melakukan banyak hal untuk menarik perhatian. Berusaha untuk membuat pria itu balik menyukai dan mencintainya. Tapi Abi tak pernah menganggapnya sebagai wanita. Di mata Abi, dia tetap dipandang sebagai seorang adik yang butuh dilindungi.


Nadya begitu putus asa untuk membuat Abi mencintainya. Hingga ia melakukan hal yang di luar batas. Terpengaruh suasana dan alkohol, dia melakukan one night stand bersama seorang pria yang baru ditemuinya malam itu. Tak disangka hubungan satu malam itu membuatnya hamil.


Awalnya Nadya begitu kebingungan. Apa yang akan dilakukannya dengan kehamilannya ini. Haruskah dia menggugurkannya saja? Namun, sebuah ide muncul di kepala. Dia sangat mengetahui karakter Abi. Meskipun Abi tak pernah memandangnya sebagai seorang wanita, namun pria itu tak pernah menolak permintaannya. Abi tak pernah bisa marah padanya. Jadi tidak ada salahnya dia merealisasikan ide ini. Siapa tahu dengan melakukannya, dia bisa memiliki Abi seutuhnya.


Nadya memberitahu seluruh keluarga, bahwa ia tengah mengandung anak Abi. Dia yakin akan mendapat dukungan seluruh keluarga. Abi tak pernah membantah perkataan orang tuanya. Bila ia berhasil meyakinkan orang tua Abi untuk membuat Abi menikahinya, maka Abi akan melakukannya.


Awalnya Nadya pikir, Abi terlalu memegang teguh prisipnya. Hingga ia tahu, bahwa ada alasan mengapa Abi melakukannya.


Selama ini, Nadya tak pernah melihat Abi tertarik atau bahkan menyukai seorang wanita. Itu mengapa dia merasa kesempatannya untuk menjadi pasangan pria itu terbuka lebar. Pria itu hanya fokus pada usaha keluarga, yang juga menjadi passionnya. Tak disangka pria itu mulai menunjukkan ketertarikan pada anak kemarin sore yang baru ditemuinya.


Sejak awal Nadya sudah tahu, bahwa ketertarikan Abi terhadap Arsha bukan hanya sekedar hubungan atasan bawahan atau adik kakak. Ada ketertarikan seorang pria dewasa pada lawan jenisnya. Nadya juga tahu bahwa Abi tidak menyadari perasaannya tersebut. Untuk itu, Nadya mengambil kesempatan itu untuk memperdaya.


Nadya yang lebih dulu mengenal Abi. Dia yang menyukai, menyayangi dan mencintai Abi selama lebih dari 20 tahun ini. Dia tidak akan melepaskan Abi untuk wanita lain yang baru dikenalnya. Dia akan melakukan banyak cara untuk membuat Abi menjadi miliknya!

__ADS_1


Hal yang dilakukannya untuk menghalau wanita itu menjauh adalah dengan berpura-pura menjadi istri Abi. Wanita normal dan waras pasti akan menjauh bila mengetahui pria yang disukai memiliki istri dan tengah berbadan dua. Caranya efektif dan berhasil. Arsha bukan tipe wanita yang sulit untuk dihalau pergi. Wanita itu sangat tahu diri. Dia pergi menjauh dari Abi.


Nadya pikir, dia sudah berhasil membuat dua orang itu berpisah. Dia hanya perlu lebih gencar lagi mendekati Abi. Untuk itu, dia ikut menyusul ke Bali. Niatnya untuk memastikan kedua orang itu tak bersama. Namun, ternyata Abi lebih gigih. Sangat mengejutkan. Melihat Abi yang sangat pasif pada wanita tiba-tiba menjadi agresif. Untuk itu ia berpura-pura kesakitan untuk menarik perhatian pria itu.


Melihat Abi memeluk Arsha membuat Nadya sangat marah. Untuk itu, dia sengaja mengatakan hal-hal menyakitkan untuk membuat wanita kecil itu menjauh. Bila Abi tak bisa menjauh dari Arsha, maka dia harus membuat Arsha yang menjauhinya.


Cara yang dilakukannya sepertinya berhasil. Hal itu terlihat dari wajah muram Abi sepulangnya dari Bali. Abi terlihat bingung dan tertekan. Arsha pasti sudah menolaknya dengan tegas.


Nadya pikir, ia sudah bisa memiliki Abi. Tak ada jalan untuk mereka bisa bersatu. Hingga kesempatan dan kemalangan datang secara bersamaan seperti ini.


Selama ini, Nadya yakin, bahwa dia lah yang paling mencintai Abi dari semua wanita di dunia ini. Namun sekarang ia tak yakin lagi. Dia tak berani menyusul Abi yang tengah menerobos gedung yang dilalap api. Nyalinya menciut. Kenyataannya, ia masih lebih sayang nyawa sendiri. Namun, ada satu wanita yang tanpa berpikir panjang melakukan hal itu. Wanita itu menyangka Abi masih berada di dalam gedung dan berlari menyusulnya. Ternyata, cintanya tak seberapa bila dibandingkan dengan cinta wanita itu.


"Arsha, aku mengaku kalah. Perasaanmu pada Abi jauh lebih besar. Bila kamu dan Abi bisa keluar dengan selamat, aku berjanji akan melepas Abi untukmu."


***


Happy Reading 🥰

__ADS_1


__ADS_2