Secretly Loving You

Secretly Loving You
Ch 84 - [POV Author]


__ADS_3

Begitu mengambil ponsel, Arsha melihat banyak panggilan tak terjawab dan tumpukan chat di sana. Dia langsung menelepon orang tua. Mengatakan posisinya yang sedang di rumah sakit dan belum bisa pulang. Arsha sengaja tak memberitahukan kondisinya secara detail.


"Nay lagi di RS, Bu. Belum bisa pulang ...."


"Kenapa kamu di RS, Nak? Sakit apa? Di RS mana?!" Suara ibunya yang dipenuhi dengan kepanikan bisa Arsha prediksi. Ia tak boleh memberitahu Ibu kejadian sebenarnya sampai kedua orang tuanya itu tiba di sini.


"Nay tadi nggak enak badan, Bu. Terus dibawa ke RS sama teman-teman. Mungkin besok sudah bisa pulang ...."


"RS mana? Ayah sama Ibu mau ke sana."


Kedua orang tuanya tiba empat puluh menit setelah menerima kabar. Arsha bercerita singkat mengenai kejadian di kantor. Ayah dan Ibu terlihat sangat terkejut. Berkali-kali mereka memeriksa kondisi tubuh Arsha, memastikan putri semata wayang mereka itu baik-baik saja.


Arsha juga menceritakan perihal Armand yang menolongnya. Mereka sangat berterima kasih dan ingin menemui Armand secara langsung. Namun karena terbentur oleh jam besuk, keinginan itu harus ditahan sampai keesokan harinya.


***


Sepanjang malam Arsha sulit memejamkan mata. Pikirannya berkelana kemana-mana. Ucapan Armand berputar-putar di kepala. Arsha yakin ia tak salah dengar. Ada kata 'menikah' yang terucap di bibir itu.


"Aaakhhh!"


"Kenapa, Nduk?! Ada yang sakit? Mana yang sakit? Ibu panggil dokter ya?"


Mengingat ucapan Armand membuat Arsha tanpa sadar berteriak. Ibu yang tengah menemaninya langsung kalang kabut. Menyangka telah terjadi sesuatu dengannya.

__ADS_1


"Nggak ada, Bu. Nggak ada yang sakit ...."


"Ibu panggil dokter dulu!" Dan drama itu baru berhenti setelah perdebatan panjang yang cukup melelahkan. Jadi pelajaran bagi Arsha untuk menahan diri dan mengontrol perasaan.


Setelah suasana kembali tenang, Arsha kembali memutar ingatan-ingatan itu. Untuk menghindari pekik kebahagiaan, Arsha sengaja menutup mulutnya dengan selimut. Berbicara mengenai mulut, bukankah bibir ini tadi sudah bersentuhan dengan bibirnya?!


Ternyata begitu rasanya ciuman ya? Hangat, lembut, kenyal. Ahh, jadi pengen lagi!


Arsha menutup wajahnya yang memanas dengan bantal. Ia menahan diri untuk tak menghentak-hentakkan kaki karena terlalu bahagia. Kemudian ia meraih ponsel yang ia selipkan di bawah bantal. Arsha membuka aplikasi hijau dan menekan kontak yang ia pin di atas sendiri.


Nama kontak itu 'Pak Kaku'. Arsha mengedit nama itu dan merubahnya menjadi 'Calon Suami'. Hanya melakukan hal seperti itu saja membuatnya cekikikan seperti orang gila.


"Sedang apa Pak Armand sekarang? Apa dia sudah tidur? Kasihan sekali, tak ada keluarga yang menemaninya. Bila besok ia sudah diijinkan untuk pulang, aku akan menemani Pak Armand," pikir Arsha.


Tak bisa memejamkan mata, membuat Arsha mengirim pesan kepada 'Calon Suami'.


Pesan hanya centang satu.


"Apa Pak Armand sudah tidur? Atau ponselnya sedang tidak aktif?"


Hampir setengah jam menunggu, namun pesan itu masih centang satu. Tak bisa memejamkan mata, membuat Arsha kembali mengirim pesan.


"Pak, saya sangat senang. Andai Bapak tau perasaan saya ...."

__ADS_1


Arsha membaca ulang kemudian menghapus bagian akhir. Akan sangat memalukan kalau ia mengutarakan perasaannya lebih dulu.


Lagi-lagi pesan itu hanya centang satu. Rasa bahagia yang luar biasa membuatnya kesulitan tidur. Arsha baru memejamkan mata menjelang dini hari. Alhasil, ia pun bangun kesiangan. Ia baru bangun menjelang pukul sepuluh pagi. Itu pun setelah perawat membangunkannya untuk memeriksa kondisinya.


***


Pikiran pertama yang melintas ketika bangun adalah pergi ke kamar Armand. Namun hal itu tak bisa langsung Arsha lakukan. Ia juga harus mematuhi jam besuk yang diberlakukan.


Sembari menunggu jam besuk, Arsha meminta bantuan Ibu untuk membersihkan badan. Ia juga sedikit berhias agar wajahnya terlihat segar dan tak lagi pucat. Tubuhnya sudah tak sabar untuk terbang ke ruang Armand. Berkali-kali Arsha mengecek ponsel, namun pesannya masih centang satu.


Apa ponsel Pak Armand kehabisan baterai? Apa ponselnya terjatuh entah dimana? Apa ponselnya hilang?


Entahlah, berbagai kemungkinan menghiasi kepalanya.


Tepat pukul 14.00 WIB, jam besuk telah dibuka. Arsha beserta kedua orangtuanya bergegas ke kamar Armand. Ketika ia sedang mengetuk pintu dibuka dari dalam. Arsha mendapati dua orang perawat di depannya.


"Ada yang bisa dibantu, Bu?"


"Iya. Saya mau menjenguk Pak Armand."


"Oh, pasien atas nama Armand Abimanyu telah dirujuk ke RS Surabaya, Bu. Baru dua jam yang lalu proses pemindahannya."


***

__ADS_1


Happy Reading 🥰


NB : Lama banget proses reviewnya 😅 Oh ya, yg follow akun ig-ku, untuk akunnya jangan di private ya biar cepat aku confirmnya 🥰 ig : @erka_1502


__ADS_2