
Jam sudah menunjukan waktunya vanya pulang, sedangkan aditya masih 2 jam waktu pulangnya,karena dia harus meating dengan beberapa client.vanya nyamperin aditya untuk pamit pulang.
“Sayang,… aku pulang duluan ya”(ucap vanya pada aditya)
“Iya sayang, kamu hati-hati ya, jagan ngebut nyetirnya”(jawab aditya)
“O..iya kamu jadi kebutik?”(tanya aditya)
“Iya sayang, setelah itu aku harus menemui meli sebentar baru balik”(ucap vanya)
“ya udah, tapi kalau udah selesai langsung pullang ya”(ucap aditya)
“Iya sayang”(ucap vanya sambil mencium punggung tangan aditya dan aditya mencium kening vanya)
Vanya berlalu meninggalkan aditya.Vanya sedang dalam perjalanann menuju butik.
Aditya yang sedang menunggu jam meating, swedang menyiapkan berkas-berkas yang harud di persiapkan
Dret…dret…. Getar ponsel aditya menunjukan ada panggilan masuk.
“Hallo ma”(ucap aditya)
“Iya nak,bagaimana kabar mu, kenapa tidak memberikabar mama”(tanya bu linda)
“Iya ma, maaf aditya sibuk jadi lupa tidak menghubungi mama”(ucap aditya)
“Ya sudah, mama mau kamu bisa bantu mama untuk menyiapkan acara ultah pernikahan mama”(ucap bu linda)
“Iya ma, aditya ngak lupa kok”(ucap aditya)
“Inget ya jagan lupa, dan sampaikan pada vanya”(ucap bu linda)
__ADS_1
“Iya mama, ya udah ya ma, aditya mau meatting”(jawab aditya)
“Iya”(ucap bu linda sambil memutuskan sambungan telfonnya)
Vanya sudah sampai butik dia mellihat ke adaan butiknya yang semakin berkembang pesat walaupun di tinggal menyambi pekerjaan sebagai sekertaris suaminya.
“Tika, kamu memang bener-benar bisa di andelin”(ucap vanya memuji tika asisitenya)
“Terimakasih bu, tapi ini semua karena bantuan karyawan lainya”(jawab tika)
“Baik lah, aku kan memberikan kalian hadiah nanti jika butik ini tetap berkembang pesat, terutama dengan mu“(ucap vanya pada tika)
“Terimakasih bu, akan kami usahakan”(jawab tika)
“Tik maaf ya saya tidak bisa lama-lama di sini, saya tadi Cuma mau ngecek aja keadaan butik”(ucap vanya)
“iya bu, tidak masalah ibukann pemilik butik ini”(ucap tika)
“Ya udah, saya pamit ya tik, saya harus betemu sahabat saya”(ucap vanya sambil menepuk bahu tika dan meninggalkannya)
Aditya yang sudah selesai meating, melihat jam sudah pukul 07:00.
“Far gue pualang dulu ya”(ucap aditya)
“Iya pak, saya sebentar lagi kayak nya juga pulang, karena harus mengambil mobil saya dulu di bengel”(ucap fahri)
“Ya udah, atau mau bareng saya aja far”(tawar aditya)
“Tidak usah pak, saya nanti bisa sendiri kok”(tolak fahri)
“Ya udah, saya duluan ya”(ucap aditya sambil meninggalkan asisitenya)
__ADS_1
Aditya melajukan mobilnya menuju apartment, beberapa jam aditya sudah sampai di apartmen, dia langsung masuk ke dalam, tapi tak melihat keberadan vanya.
“Apa istriku belum pulang”(tanya aditya pada ike)
“Belum tuan, nyonya belum pulang”(jawab ike)
Aditya hanya terdiam dan melangkah kan kakinya menaiki lift menuju kamarnya.Setelah mandi dan membersihkan tubuhnya yang lengket aditya kembali ke ruang tamu menunggu istrinya pulang.
“Tuan apa mau saya buatin kopi”(tanya ike pada aditya)
“Iya boleh”(jawab aditya tanpa melihat ike)
“Ih kok ngak mau liat ke gue si”(gerutu ike dalam hati)
Ike memang berpenampilan sedikit berbeda supaya bisa menarik perhatian aditya, dia menggunakan daster yang pendek dan beberapa kanncing nya di lepas, dan memoles sedikit make up di wajahnya.karena dia tau aditya pulang lebih awal dari vanya.Seperinya dia memang sudah tergila-gila dengan aditya sampai tak takut jika nantinya akan di pecat..
“Baik pak, saya akan buatkan”(ucap ike)
Ike pun membuatkan sebuah kopi untuk aditya, dan memberikan pada aditya dengan gaya nya yang lengak lenggok mencari perhatian aditya.
“Ini pak”(ucap ike menyuguhkan kopi nya,sedikit membungkukan tubuhnya,agar menampakan belahan da** nya yang terlihat)
“Kamu kenapa liat saya kayak gitu”(tanya aditya ketus)
“Tidak papa pak”(ucap ike)
“Saya permisi pak mau bersih bersih”(ucap ike)
Ike sengaja melakukannya agar aditya tergoda, namun aditya hanya cuek saja.
"Apa masih kurang jelas ha"(ucap ike kesal)
__ADS_1
ike yang tak putus asa terus berusaha agar aditya melihatnya dan tergoda padanya.ike membersihkan debu di lemari dan hiasan-hiasan yang berada di dekat televisi karena aditya sedang melihat televisi\,ike berlengak lenggok dan meggangkat sedikit dasternya agar kelihatan paha nya yang mulus dan sedikit berjongkok untuk membersihkan bagian bawah lemari sehingga belah d***nya kelihatan dengan jelas pada aditya. Tapi aditya hanya cuek saja karena tubuh istrinya jauh lebih menggoda.
"Kenapa dia tidak tergoda denganku, apa dia bukan laki-laki normal?"(ucap ike dalam hati)