Sekretarisku Canduku

Sekretarisku Canduku
Episode 83 Kambuh


__ADS_3

Sudah larut malam aditya baru pulang di antar oleh fahri. keadaan rumah terlihat sangat sepi dan sunyi, bahkan biasanya ia pulang selalu di sambut oleh vanya. jika vanya tidak pergi ke kantor tetapi ini malah yang membuka kan pintu bi yem.


"Vanya dimana bi?? "tanya aditya sambil celingukan mencari sosok istrinya.


"Ibu vanya pergi ke rumah sakit pak, tadi ibu juga sempet pesan ke saya. kalau bapak pulang suruh sampaikan kalau ibu menjenguk papanya yang sedang di rawat di rumah sakit"jelas bi yem menyampaikan pesan dari vanya.


"Kenapa dia tidak menelfon ku, aku kan bisa mengantarkannya"kesal aditya mendengar vanya pergi sendirian.


"Maaf pak, ibu tadi sudah menelfon bapak berkali kali, tapi nomor bapak tidak bisa di hubungi. jadi ibu cuma kirim pesan saja"bi yem mencoba mengatakan yang sebenarnya.


Mendengar kata kata bi yem, aditya langsung merogoh ponselnya dari saku celananya.


terlihat banyak sekali panggilan tidak terjawab dari vanya, dan juga ada pesan vanya yang mengirimkan sebuah lokasi.

__ADS_1


tanpa berfikir dan bertanya panjang lebar lagi, aditya langsung mencampakkan tas kerjanya. kemudian melajukan mobil secepat mungkin untuk menuju ke lokasi yang di kirim oleh vanya.


Setelah beberapa jam ia dalam perjalanan akhirnya, kini aditya sudah sampai di sebuah rumah sakit. tepat dimana papa mertuanya di rawat.


"Mas"panggil vanya melihat aditya datang


"Maafin aku sayang, tadi aku ngak sempet angkat telfon kamu"bisik aditya memeluk vanya. dengan tampilannya yang acak acakan karna tidak sempat mandi untuk membersihkan tubuhnya.


"Ngak papa mas, yang penting kamu tau kalau aku di sini"jawab vanya melepas pelukan aditya, karna merasa sungkan dengan mamanya.


"Ma.. gimana ceritanya papa bisa kambuh, setelah sekian lama papa tidak pernah kambuh ma? "lirih vanya mencoba bertanya pada mamanya.


"Perusahaan papa kamu bangkrut van, dan papa kamu juga kena tipu, karna masalah itu papa kamu kambuh"jawab bu linda sambil terisak

__ADS_1


"Apa?kok bisa ma? kenapa mama sama papa ngak ada yang kasih tau vanya? "berbagai macam pertanyaan vanya luncurkan.


"Ceritanya panjang van, intinya papa kamu di tipu sama rekan kerjanya yang mau bekerja sama dengannya. dengan perjanjian harus menyunting dana terlebih dahulu. setelah papa kirim dananya, ternyata teman papa itu pergi, hilang tanpa kabar sampai sekarang. padahal papa itu pinjam uang perusahaan untuk menyunting kan dananya. sehingga perusahaan kekurangan dana, bahkan kemarin terakhir uangnya untuk gaji karyawan"jelas bu linda panjang lebar menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.


"Mama, kenapa ngak bilang sama vanya, siapa tau vanya bisa bantu kan, memang vanya ini anak yang ngak ada gunanya. ngak bisa bantu papa sama mama. bahkan ada masalah seperti ini saja vanya tidak tau"ucap vanya menyalahkan dirinya sendiri dan menyesali karna selama ini ia terlalu sibuk dengan pekerjaannya.


"Sayang kamu jangan bilang seperti itu, mama sama papa sengaja tidak beritahu kamu, agar tidak menambah beban pikiran kamu. kami tidak mau membuat mu cemas dan menjadi sedih jika mendengar berita ini. jadi ini bukan salah kamu, tapi ini musibah"ucap bu indah menenangkan putrinya sambil memeluk dan mengusap kepala anaknya.


"Iya sayang ini semua musibah, pasti ada hikmah fi balik semua ini. jadi kamu ngak boleh ngomong kayak gitu ya, kita pasti bisa bantu mama sama papa setelah ini"jawab aditya yang ikut duduk di samping istrinya.


"Iya ma, mas.. maafin vanya ya, vanya janji setelah ini vanya bakalan sering kunjungi mama sama papa. dan vanya bakal bantu perusahaan papa jaya lagi."jawab vanya sambil mengusap air mata di pipinya.


"Nah gitu dong anak mama"ucap bu indah tersenyum.

__ADS_1


"Oh iya ma, gimana keadaan papa? "tanya aditya pasalnya sedari tadi vanya dan bu indah hanya di luar ruangan saja.


"Papa tadi pagi sudah di periksa dit, kata dokter papa harus banyak beristirahat dulu dan masih harus di rawat. "jelas bu indah, mereka duduk di luar ruangan karna tadi selesai dari kantin membeli air mineral.


__ADS_2