
Di dalam ruang kerjanya fahri mondar-mandir memikirkan
seduatu yang mengganjal di pikirannya,sampai membuat ia tidak fokus dalam
bekerja.
“Sial benar-benar menyebalkan”Gerutu fahri, sendiri di dlaam
ruangan kaki nya tak henti melangkah sudah hampir setengah jam ia mondar-mandir
nagak jelas.Mungkin sudah lelah lahri pun kembali duduk di kursi kerjanya dan
mengambil benda kecil yang ada di atas meja.
Fahri tampak mengotak atik ponselnya seperti ingin
menghubungi seseorang,tapi ia sedikit bimbang, jika langkah yang di ambilnya
salah bagaimana?,akhirnya fahri nekad juga dan pastinya sudah memikirkannya.
“Malama ini kamu ada
acara tidak?”Isi pesan fahri yang di kirimkan kepada seseorang
“Tidak, ada apa?”isi
balasan dari nomor yang di kirim pesan oleh fahri
Fahri pun dengan cekat langsung membalas pesan itu
“Em… aku mau ngajak
makan malam bareng nanti, bisa ngak?,kalau ngak bisa juga ngak papa kok”Balas
fahri lagi berharap ajakannya di trima.
“Bisa kok, tentuin
aja tempatnya dan waktunya, nanti aku datang kesana ”balas singkat dari seseorang
itu
Fahri merasa lega membaca balasannya.
********
“kayaknya bener deh ini tempatny, tapi kok dia ngak ada ya”sepertinya
seseorang itu sedang menunggu fahri,sambil celingukan mencari kebradaan fahri,”Ya
udah deh tunggu di sini aja”
__ADS_1
Tak lama menunggu akhirnyan fahripun tiba di resorant
itu,dan langsung menghampiri seseorang yang menungunya, gimana sioh fahri dia
yang buat janji tapi malah dia yang
telat dating.
“Maaf ya tik, jadi nungguin”ucap fahri sembari menarik
sebuah bangku.
“Iya ngak papa kok, aku juga belum lama di sini”jawab
tika,memang dia baru sekitar 10 menit menunggu fahri “Oh iya kamu mau tumben
banget ngajak makan malam bareng”tanya tika sedikit penasaran.
“Oh engak aku Cuma bosen aja,jadi butuh temen”jawab fahri
pada tika, kemudian memanggil beberapa pelayan, fahri dan tika memesan
makanan dan minuman.sembari menunggu
fahri sengaja mengajak tika berbicara
agar tidak bosen menunggu makanan yang belum datang.
mengernyit dan menatap tika yang sibuk memainkan ponselnya.
“belum”jawab tika singkat sambil tersenyum menatap fahri
kembali, aduh fahri malah nanyak begituan si bikin deg-degan aja ,batin tika
“Oh bagus lah kirain kamu udah punya pacar”ucap fahri sedikit keras sambil menggalihkan
pandangannya pada tika.
“Emangnya kenapa”tanya tika penasaran apa tujuan fahri
dengan pertanyaannya itu tadi,yang sempat membuat jantungnnya berdetak tidak
normal.
“ya ngak papa, nagak enak dong kalau aku ngajak pacar orang
makan bareng kayak gini”jawab fahri menjelaskan pada tika sambil tersenyum menatap tika.
Takk lama seorang pelayan datang membawa pesanan fahri dan
tika, dan meletakkannya di atas meja.
__ADS_1
Fahri dan tika sekarang sedang menikmati menu makanan yang
mereka pesan,fahri menatap tika dan mengernyit,kemudian menggambil tisu dan
menggelap bibir tika yang belepotan.tika yang mendapat perlakuan fahri matanya
membelalak,karena seumur umur tika belum pernah namanya sedekat ini sama
seorang pria.
“Eh belepotan ya”tika menggambil tisu dan menggelap
mulutnya,fahri tersenyum dan merasa puas meihat seseorang di sebrang sana yang
memperhatikannya seperti cemburu.
Meeka melanjutkan makannya, kemudian ada beberapa orang yang
mendatangi fahri dan tik,tak lain orang itu adalah vanya dan meli yang
kebetulan juga ada di sana.
“Eh fahri,tika, kalian juga ada disini” sapa vanya melihat
asisitennya yang sedang makan,”kami boleh gabung ngak”ucap vanya menatap fahri
dan tika bergantian
“boleh buk, silahkan”ucap fahri sambil mempersilahkan, fahri
tersenyum melihat sepertinya dia berhasil.
“kalian brdua aja, apa kalian memang mau dinner”tanya vanya
takut mengganggu karena kebaradaannya dan meli disana.”atau malah kalian”
“Engak kok buk ini kami Cuma ngak ada temen aja”potong tika
yang sudah tau maksud pertanyaan vanya
“van kayak nya kita pulanga ja yuk, aku masih banyak urusan”meli
merasa tika nyaman berada di sana, padhal tadi dia terlihat sangat menikmati
suasana disana, sambil mengobrol dengan vanya.lalu kenapa tiba-tiba bilang
kalau sedang sibuk ya.
“Ya sudah ayo, lagian kita juga sudah lumayan lama di sini”vanya
meenyetujui ajakan meli, “kami duluan ya kalian nikmati saja dulu”vanya dan
__ADS_1
meli berlalau meninggalkan fahri dan tika.