
"Van Lo udah Lama nunggu gue di sini"Tanya meli Yang melihat vanya sudah datang lebih awal darinya.
"Engak... barusan dateng juga"jawab vanya sambil melihat buku menu.
vanya Dan meli sengaja meluangkan waktu untuk bertemu, sepertinya sudah banyak hal yang mereka ingin ceritakan.
setelah memilih beberapa menu, vanya menyodorkan buku menu kepada meli. Dan meli pun juga memesan beberapa menu makanan.
"Oh iya van, tumben banget Lo dateng duluan? emang Lo ngak ke kantor atau butik? "tanyanya beruntun kepada vanya.
"Iya.. tadi gue habis dari rumah sakit dekat sini, jadi gue langsung mampir aja ke sini"jawab vanya santai. ternyata ucapannya berhasil membuat meli panik.
"What... Lo sakit van, atau siapa yang sakit. Lo ngak papa kan. "meli panik sambil memutar badan vanya ke kanan Dan ke kiri.
"Apaan si mel, gue ngak papa. Yang sakit itu si Angel"vanya menghentikan badannya Yang di putar ke kanan Dan ke kiri oleh meli.
"Memangnya kenapa sama dia? "jawab meli datar
"Mau di bunuh, sama si dika gila itu"celetuk vanya.
"What..."lagi lagi meli membuat vanya terkejut dengan suaranya.
__ADS_1
Pelayan pun datang, dengan membawa pesanan mereka. Dan meletakkan pesanan mereka ke meja di atas mereka.
"Lo ceritain ke gue... kok bisa si dika mau bunuh Angel, iya meskipun gue juga kesal sama si dika sampai sekarang."kata meli Yang dulu sempat di ancam oleh dika karna mencari keberadaan vanya.
"Maaf ya, gara gara gue Lo jadi di ganggu sama dika"ucap meli penuh penyesalan.
"Udah deh, Lo kayak sama siapa aja. mendingan Lo sekarang ceritain ke gue kejadiannya"Tanya meli penuh penasaran.
Kemudian vanya menceritakan seperti yang iya dengar dari tika. serta sesuai berita Yang beredar. panjang lebar vanya menjelaskan sedetail mungkin pada meli. sampai meli memahaminya.
"Parah sih, si dika. beruntung Lo ngak jadi sama dia, Dan malah dapet suami kayak aditya"ucap meli bersyukur, Dan di jawab anggukan oleh vanya.
"Oh iya van, gue kesini mau ngasih undangan buat Lo"meli menyodorkan sebuah undangan ke vanya.
"heemm"meli mengangguk
"Ya semoga, acara kalian berjalan lancar ya"
"Aamin... "
🌿
__ADS_1
Bruk...
dua pasang mata saling bertatap tatapan, dengan posisi tubuh seorang gadis Yang di bawah. sehingga terlihat sangat intim.
"Maaf mbak mas.. kalau mau begituan jangan di sin"Ucap Salah satu pegawai cafe Yang kerasa risih menyaksikan dua insan Yang ada di dekatnya.
mereka pun, Yang mendengar ucapan pegawai resto. langsung bangkit dari posisinya.
si efan Yang merapikan kemejanya, agar terlihat stay cool.
"Apa apaan si Lo"bentak si efan di tabrak seorang gadis.
"Heh.. Lo aja itu Yang lemah, baru juga ketabrak gitu udah jatuh aja"
"Elo Yang gimana... jalan itu liat liat"bentak efan dengan suara meninggi Dan kesal.
"Eh love itu, badannya besar masak kena tabrak cewek aja tumbang. lemah banget si Lo"Cibir seorang gadis Yang tak mau kalah
Efan Yang merasa kesal dengan hinaan gadis itu, langsung dengan membungkam mulut gadis itu dengan buas, efan mengigit bibir bawah gadis itu agar ia membuka mulutnya. setelah itu efan langsung memasukan lid*hya Dan mengeksplor isi mulut gadis itu. meskipun gadis itu memberontak Dan memukul mukul dada bidang efan. tetapi nando tidak memperdulikannya.
setelah merasa pasokan udara di antara keduanya menipis. efan langsung melepaskan pagutanya.
__ADS_1
setelah itu efan langsung meninggalkan gadis itu.
"Brengse*k bisa bisanya dia mencuri ciuman pertama ku"bentaknya sambil mengusap usap bibirnya.