Sekretarisku Canduku

Sekretarisku Canduku
Episode 55 Bersantai


__ADS_3

Aditya dan vanya hari ini tidak mempunyai kesibukan  lain sepulang dari kantor. Jarang sekali mereka bisa bersantai menikmati  suasana rumah, karena biasanya pasti salah satu dari mereka lah yang sedang sibuk


meskipun hari libur.Tapi hari ini mereka pulang lebih awal sehingga meraka bisa menikmati suasana rumah baru mereka.


“oh iya yang, kamu tau ngak, fahri mau menikah?tanya aditya pada vanya yang merebahkan tubuhnya di sofa, dan langsung terbangun mendengar ucapan suaminya barusan


“Apa menikah? Sama siapa, bukannya dia sedang dekat dengan meli?”tanya vanya beruntut, karena meli tidak ada cerita apa pun dengannya.


“Iya dia kan menikahi meli yang, awalnya aku juga terkejut karena mereka kan baru juga menjalin hubungan”?jawab aditya menghadap vanya .


"Tapi kenapa meli tidak ada cerita apa pun dengan ku”vanya sedikit tidak percaya, kareana biasanya meli selalu menceritakan hal apa pun dengannya.


“Iya aku juga tidak tau, siapa tau dia sedang sibuk mempersiapkan pernikahannya. Mangkannya dia tidak memberitahumu, bukan kah kau sendiri pun sibuk akhir-akhir ini?”


“Iya si, tapi kan dia bisa menelfon ku”jawab vanya tak mau kalah sambil memanyunkan bibirnya yang kecil itu.

__ADS_1


“Ya sudah lah, mungkin dia belum sempat”bantah aditya sambil mencubit bibir vanya yang manyun.”sudah lah jagan pikirkan itu, lebih baik pikirkan kita saja”ucap aditya tersenyum sambil menggerakkan alisnya.


“Apa kita?ada apa dengan kita”?jawab vanya heran, karena dia tidak merasa ada yang salah di antaranya dan aditya.


“sayang….. kita”rengek aditya, vanya semakin tidak mengerti akan maksud dari perkataan aditya.”Ayok kita buat si boy”jelas aditya sambil meringis menunjukan giginya.


Vanya yang mendengar ucapan aditya merasa canggung dan geli, memang semenjak kejadian saat itu vanya dan aditya sangat sibuk dengan pekerjaan mereka masing- masing sehingga mereka sering kelelahan dan jarang


olahraga ranjang.


“Apa kau tetap ingin bekerja setelah kau  menggandung dan melahirkan anak ku”tanya aditya pada vanya yang hanya tersenyum.


“Tapi aku takut kau nanti kelelehan”aditya takut jika nanti istrinya kelelahan jika harus menggurusnya dan juga anak mereka nanti, tau sendiri kalau anak kecil itu pasti bawel dan banyak permintaannya yang harus di turuti.


“Tenang lah aku kan bukan wanita lemah, aku akan membagi waktu ku”

__ADS_1


“Ya sudah ayok….”ajak aditya memegang pergelangan tangan vanya.


“Mau kemana?”tanya vanya menggernyit


“Buat baby….”jawab aditya dengan enteng, dan bersemangat karena sudah beberapa hari dia tidak menikmati tubuh istinya yang indah dan sangat menggoda dirinya itu.


Vanya yang mendengar ucapan suaminya pun, jadi merasa malu. Ya meskipun memang bukan untuk pertama kalinya,tapi vanya masih saja merasa canggung.


Aditya yang melihat istrinya hanya terdiam pun, langsung mengangkat tubuh istinya dan membawanya kedalam kamar mereka. Kemudian menjatuhkannya di atas ranjang mereka yang sangat empuk itu.


Kemudian aditya melepas satu persatu kancing kemeja yang di kena kannya, kemudian melemparkannya ke sembarang arah.dan melanjutkannya melepas kemeja yang di kenakan vanya den memposisikan tubuhnya di atas tubuh vanya. Kemudian perlahan aditya mengecup mesra dan lembut bibir vanya. Dengan tangannya yang beraksi di dua tumpukan gunung vanya, yang sudah polos tanpa sehelai benang pun.vanya ingin menolaknya, tetapi tubuhnya sangat menginginkannya.


Vanya yang merasakan suaminya semakin ganas pun akhirnya memberanikan membuka matanya.”jagan keras-keras lakukanlah perlahan”bisik vanya di telinga aditya, membuat aditya meringis dan melanjutkan aksinya. Dengan mendorong bagian tubuhnya ke dalam goa vanya dengan perlahan, agar vanya pun juga bisa menikmati pergerakan aditya.


Aditya tersenyum tipis melihat vanya, yang sepertinya sangat menikmati pergerakan aditya, lama-kelamaan aditya pun semakin cepat mengerakan tubuhnya, sehingga vanya tak tahan menahan desahannya. Aditya semakin

__ADS_1


bersemangat melakukannya hingga sampai di punyak kenikmatannya. Kemudian aditya menjauhkan tubuhnya dari vanya dan beranjak ke kamar mandi.


Sedangkan vanya masih tertepar di atas ranjang dengan berbalut kan selimut yang ada di sana untuk menutupi tubuhnya yang polos itu, sambil menunggu aditya keluar dari kamar mandi.


__ADS_2