Sekretarisku Canduku

Sekretarisku Canduku
Episode 43 Bertengkar


__ADS_3

Sepertinya vanya telat 15 menit untuk samapi ke sebuah


restoran tempat di mana dia dan client akan bertemu.setelah sampai di sana


vanya melihat ada seseotrang yang sudah menunggunya, vanya menepuk jidatnya


singkat dna berjalan mendekati seseorang yang menunggunya..


“Maaf pak saya telat sedikit”vanya menunduk ketika berada di depan clientnya


Yang di ajak bicara pun langsung menatap sumber suara yang


ada di hadapannya


“kamu”seseorang itu langsung memeluk vanya, sontak membut


vanya terkejut tubuhnya yang di dekap oleh orang yang tidak di


kenalinya”Akhirnya aku bisa menemukan mu juga”


“Lepaskan saya, jagan kurang ajar kamu ya”vanya berusaha


melepaskan tubuhnya dari dekapan pria tersebut, namun usahanya gagal karena


tubuhnya sangat kecil sehngga tidak kuat melawan pria gagah itu, tak habis


usaha vanya, dia pun memukul bagian perut pria itu “Jangan kurang ajar kamu ya,


saya tidak suka melihat orang yang tidak sopan, dan saya tidak sudi berkerja


sama dengan anda”Ketus vanya melangkah pergi


“Tunggu dulu, aku adalah orang yang pernah kau tabrak aku


efan”teriak pria itu membuat langkah vanya berhenti dan membaikan badannya,


namuan vanya seperti tidak perduli dia, efan mengejar vanya dan menarik


pergelangan vanya keras sehingga vanya berada di pelukannya


“Aku senang bisa bertemu denganmu, aku merasakan hal yang


berbeda setelah kejadian itu, wajahmu seperti membayangi ku, sehingga aku ingin

__ADS_1


sekali betemu dengan mu. Sepertinya aku jatuh cinta denganmu”efan menggungkap


kana pa yang ia rasakan, tanpa melepas pelukannya pada vanya.


“Lepaskan aku atau aku kan teriak”ancam vanya pada efan,


namun tak membuat efan melepaskan tubuh mungilnya.


Brakkkk


Efan tersungkur di tanah, mendapat serangan dadakan yang


mendarat di wajahnya, membuat sebuah cairan merah keluar di sudut bibirnya.vanya


membelalak melihat kejadin itu.


“Brani-braninya kau kurang ajar dengan istriku”aditya tampak


sangat marah wajahnya merah pada dan tangannya mengepal.


“Oh jadi dia istrimu”efan bangkit dari posisinya dan menatap


aditya.


“Oh jadi kau orang yang mau


itu adalah efan, rekan bisnisnya yang mengajaknya berteman baik.”jadi  ini alasan mu ingin berteman denganku, agar


kau bisa menggambil istri ku, ha”aditya menarik kera kemeja efan sambil


menggepalkan tangannya,ingin sekali dia menghajar efan.


“Aku justru tidak tau kalau dia


istrimu, tapi memeng aku menyukai istrimu, jika kau sudah tidak bisa


membahagikannya maka, berikanlah pada ku”ucap efan membuat aditya semakin geram


dan memukul kembali evan samapi efan tersungkur di tanah untuk kedua kalinya.


“Sudah ayo”vanya menarik tangan


suaminya, vanya tau kalau aditya sudah sangat emosi, dia tidak mau suaminya

__ADS_1


membuat keributan di tempat umum,vanya mengajak aditya masuk ke mobil dan


meninggalkan tempat itu.


Sepanjang perjalanan aditya


hanya terdiam tanpa ada sepatah kata pun yang keluar adri mulutnya.dia hanya


fokus menggemudi saja,vanya melihat wajah aditya yang masih sangat emosi.


“Aku minta maaf, gara-gara aku


kau jadi harus bertengkar di tempat umum”menyesal melihat aditya yang masih di


penuhi amarah, vanya menatap aditya namun aditya hanya terdiam tanpa


menjawabnya.


“Bagaimana bisa kau ada di sana


tadi”tanya vanya sedikit binggung karena tiba-tiba aditya muncul dan langsung


memukul efan.


Aditya masih terdiam tidak


menjawab pertanyaan vanya, dia masih fokus menggemudi


“Aku tau kau marah, tapi aku


bertanya padamu”vanya menatap suminya yang tidak menjawabnya, bahkan melihatnya


saja enggan.


“Aku hanya ingin mengantar


ini”aditya menjulurkan tanggannya  memberikan ponsel vanya yang tadi tertinggal di kamar.


“Oh, iya kau lupa


membawnaya,terimkasih sudah mau menggantar”percakpan mereka menjadi berbeda


seperti di awal mereka menikah.

__ADS_1


Setelah itu merak hanya diam tidak ada berbicara


apa punterasa hening di dlama mobil hanya suara mesin mobil lah yang teerdengar


__ADS_2