
Sepertinya vanya telat 15 menit untuk samapi ke sebuah
restoran tempat di mana dia dan client akan bertemu.setelah sampai di sana
vanya melihat ada seseotrang yang sudah menunggunya, vanya menepuk jidatnya
singkat dna berjalan mendekati seseorang yang menunggunya..
“Maaf pak saya telat sedikit”vanya menunduk ketika berada di depan clientnya
Yang di ajak bicara pun langsung menatap sumber suara yang
ada di hadapannya
“kamu”seseorang itu langsung memeluk vanya, sontak membut
vanya terkejut tubuhnya yang di dekap oleh orang yang tidak di
kenalinya”Akhirnya aku bisa menemukan mu juga”
“Lepaskan saya, jagan kurang ajar kamu ya”vanya berusaha
melepaskan tubuhnya dari dekapan pria tersebut, namun usahanya gagal karena
tubuhnya sangat kecil sehngga tidak kuat melawan pria gagah itu, tak habis
usaha vanya, dia pun memukul bagian perut pria itu “Jangan kurang ajar kamu ya,
saya tidak suka melihat orang yang tidak sopan, dan saya tidak sudi berkerja
sama dengan anda”Ketus vanya melangkah pergi
“Tunggu dulu, aku adalah orang yang pernah kau tabrak aku
efan”teriak pria itu membuat langkah vanya berhenti dan membaikan badannya,
namuan vanya seperti tidak perduli dia, efan mengejar vanya dan menarik
pergelangan vanya keras sehingga vanya berada di pelukannya
“Aku senang bisa bertemu denganmu, aku merasakan hal yang
berbeda setelah kejadian itu, wajahmu seperti membayangi ku, sehingga aku ingin
__ADS_1
sekali betemu dengan mu. Sepertinya aku jatuh cinta denganmu”efan menggungkap
kana pa yang ia rasakan, tanpa melepas pelukannya pada vanya.
“Lepaskan aku atau aku kan teriak”ancam vanya pada efan,
namun tak membuat efan melepaskan tubuh mungilnya.
Brakkkk
Efan tersungkur di tanah, mendapat serangan dadakan yang
mendarat di wajahnya, membuat sebuah cairan merah keluar di sudut bibirnya.vanya
membelalak melihat kejadin itu.
“Brani-braninya kau kurang ajar dengan istriku”aditya tampak
sangat marah wajahnya merah pada dan tangannya mengepal.
“Oh jadi dia istrimu”efan bangkit dari posisinya dan menatap
aditya.
“Oh jadi kau orang yang mau
itu adalah efan, rekan bisnisnya yang mengajaknya berteman baik.”jadi ini alasan mu ingin berteman denganku, agar
kau bisa menggambil istri ku, ha”aditya menarik kera kemeja efan sambil
menggepalkan tangannya,ingin sekali dia menghajar efan.
“Aku justru tidak tau kalau dia
istrimu, tapi memeng aku menyukai istrimu, jika kau sudah tidak bisa
membahagikannya maka, berikanlah pada ku”ucap efan membuat aditya semakin geram
dan memukul kembali evan samapi efan tersungkur di tanah untuk kedua kalinya.
“Sudah ayo”vanya menarik tangan
suaminya, vanya tau kalau aditya sudah sangat emosi, dia tidak mau suaminya
__ADS_1
membuat keributan di tempat umum,vanya mengajak aditya masuk ke mobil dan
meninggalkan tempat itu.
Sepanjang perjalanan aditya
hanya terdiam tanpa ada sepatah kata pun yang keluar adri mulutnya.dia hanya
fokus menggemudi saja,vanya melihat wajah aditya yang masih sangat emosi.
“Aku minta maaf, gara-gara aku
kau jadi harus bertengkar di tempat umum”menyesal melihat aditya yang masih di
penuhi amarah, vanya menatap aditya namun aditya hanya terdiam tanpa
menjawabnya.
“Bagaimana bisa kau ada di sana
tadi”tanya vanya sedikit binggung karena tiba-tiba aditya muncul dan langsung
memukul efan.
Aditya masih terdiam tidak
menjawab pertanyaan vanya, dia masih fokus menggemudi
“Aku tau kau marah, tapi aku
bertanya padamu”vanya menatap suminya yang tidak menjawabnya, bahkan melihatnya
saja enggan.
“Aku hanya ingin mengantar
ini”aditya menjulurkan tanggannya memberikan ponsel vanya yang tadi tertinggal di kamar.
“Oh, iya kau lupa
membawnaya,terimkasih sudah mau menggantar”percakpan mereka menjadi berbeda
seperti di awal mereka menikah.
__ADS_1
Setelah itu merak hanya diam tidak ada berbicara
apa punterasa hening di dlama mobil hanya suara mesin mobil lah yang teerdengar