
"vanya.... vanya...." aditya mengigau memanggil nama vanya, dengan keringat Yang membasahi tubuhnya. sepertinya aditya mimpi buruk.
"vanya... " aditya terbangun dari tidurnya. " ternyata ini mimpi, kenapa aku bisa mimpi seburuk itu".
Aditya langsung berlari ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Tak mengulur waktu aditya langsung terburu buru untuk mencari keberadaan vanya sampai menemukannya.
"Halo.. pak kami sudah mengetahui keberadaan buk vanya".
"baik lah kirim lokasinya sekarang Dan siapkan anak buah Yang lainnya untuk menyerbu tempat itu.
" Siap pak"
Aditya langsung mengambil kunci mobil Dan langsung melajukan mobilnya ke lokasi Yang di kirimkan anak buahnya.
tampaknya lokasi sangat jauh dari perkotaan. sehingga aditya harus lebih cepat lagi. agar bisa segera menyelamatkan vanya.
Karena aditya melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi maka aditya sampai lebih cepat dari perkiraan.
" Sudah pak, saya sudah menggumpulkan Yang lain"
" Ya sudah kita masuk sekarang, kalian hadapi mereka saya akan menyelamatkan istri saya" aditya Dan anak buahnya memasuki rumah sandi.
Anak buah aditya menghadapi anak buah sandi, sedangkan aditya sibuk mencari vanya. aditya mengecek semua ruangan Yang ada di sana, tapi tak kunjung menemukan keberadaan vanya.
"Vanya.. kamu di mana ini, aku datang van" teriak aditya berharap vanya mendengar suaranya.
__ADS_1
Aditya naik ke lantai dua Dan mendapati ada satu kamar Yang belum dia periksa. aditya mendekati kamar itu Dan mencoba untuk membukanya, namun kamar itu terkunci.
"Vanya.. apa kau mendengar ku. aku aditya" teriak aditya dari balik pintu.
vanya Yang mendengar suara aditya langsung bangkit dari duduknya Dan mendekat ke arah pintu.
" Aditya aku ada di sini..." teriak vanya dari dalam.
"Vanya sekarang kamu mundur, aku mau mendobrak pintunya" ucap aditya mendengar bahwa istrinya benar ada di dalam kamar itu.
Aditya mencoba mendobrak pintu dengan sekuat tenaga. dengan akhirnya pintu itu terbuka.
"Vanya...." aditya langsung memeluk vanya yang berada di depannya. " Aku merindukan mu"ucap aditya merasa lega bisa menemukan vanya.
prok... prok... prok...
"Siapa kau... " ucap aditya tidak mengenali sandi.
" Kau lupa denganku, kau tidak ingat siapa aku... kau tau karna kau hidup ku sekarang menderita. kau ingat dengan keysa? wanita Yang tergila gila dengan mu, dia adalah ke kasih ku. Dan karna kau pernikahan kami jadi gagal. bahkan setelah aku menikah dengannya anak buah mu menghabisi istrimu.. "
Brukk... aditya di serang sandi.
" Aditya awas... "Teriak vanya
Aditya Dan sandi bertengkar hebat, namun aditya berhasil mengalahkan sandi .
" Kau ingat, aku tidak pernah menggangu hidup mu, bahkan aku juga tidak pernah menyukai kekasihmu itu. kau tau masalah kecelakaan itu bukan rencana namun murni kecelakaan" setelah mengatakan itu aditya langsung menggandeng vanya untuk segera keluar dari rumah itu, Dan meninggal kan sandi Yang duduk merasakan kesakitan karena berkelahi dengan aditya.
__ADS_1
"Ayo kita bubar... " ucap aditya kepada anak buahnya.
kini aditya Dan vanya sedang dalam perjalanan untuk pulang ke rumah mereka.
" sayang.. kmu baik baik saja kan, aku sangat mengkhawatirkan mu"Aditya menatap istrinya Yang ada di sebelahnya.
" Aku baik baik saja, tapi... "ucapan vanya menggantung.
"Tapi.. tapi apa sayang"tanya aditya penasaran
"Aku minta maaf, aku mengecewakan mu. aku tidak bisa menjaga calon anak kita" jelas vanya pada suaminya dengan raut wajahnya Yang merasa bersalah.
"Maksud kamu..?. kamu keguguran? " seketika aditya menepikan mobilnya.
"Iya dit, aku minta maaf" ucap vanya sambil menunduk.
"Kau tidak bersalah, ini semua Salah ku. aku ngak becus jadi suami, aku tidak bisa menjaga istri Dan calon bayi ku"aditya kesal pada dirinya sendiri
"Tidak ini murni kesalahan ku"vanya sambil meneteskan air matanya.
"Sudah jangan menangis mungkin ini semua cobaan buat kita, kita coba lagi nanti di rumah"aditya merubah suasana karna tak ingin melihat vanya bersedih.
" Kamu ngak marah sama aku? atau kecewa? " Tanya vanya pada aditya. karena Yang vanya pikirkan adalah aditya akan merasa kecewa padanya.
"Tidak sayang... aku bersyukur sekali bisa menemukan mu dalam keadaan baik baik saja. meskipun janin kita sudah tiada, aku menganggap semua ini adalah cobaan untuk kita agar bisa lebih baik lagi kedepannya"aditya mengelus rambut vanya.
nyes.. hati vanya merasa tenang dengan ucapan aditya barusan ternyata semua itu di luar dugaannya.
__ADS_1