Sekretarisku Canduku

Sekretarisku Canduku
Episode 61 salah sasaran


__ADS_3

Sesampainya di rumah aditya langsung meminta vanya untuk makan terlebih dahulu, karena dari tadi siang vanya tidak ada makan apa pun. mungkin karna tidak nafsu jadi vanya tidak ingin memakan apa pun.


"sayang kamu makan dulu ya, dari tadi siang kamu belum makan bagaimana kalau kamu ikutan sakit"ucap aditya berusaha membuyuk vanya.


vanya menggelengkan kepalanya menolak permintaan aditya.


"syang kamu jangan seperti ini, kamu lupa sama makhluk di kecil di dalam perut kamu ini? sambil memegang perut vanya.


vanya pun melirik ke arah perutnya yang masih rata, sejenak dia berfikir. kalau dia sedang menggandung. kasihan juga kamu nak, maafin mama ya yang dari tadi tidak mau makan, mama janji bakalan jaga kesehatan buat kamu. " ya sudah iya ayok kita makan bersama" jawab vanya yang akhirnya iba pada makhluk kecil di dalam perutnya.


Aditya menggangguk dan merasa lega karena istrinya menuruti permintaannya.


mereka pun makan, makanan yang tadi sudah di pesan aditya terlebih dahulu. seperti biasa ketika makan mereka tidak ada yang berbicara, suasana hening memenuhi ruangan.


dret... dret....


" Hallo"


"Hallo pak, kami sudah menyelidiki penyebab kecelakaan meli"


"lalu bagaimana hasilnya"


"sepertinya ada yang sengaja memutus kabel rem mobil meli pak, tapi kami belum tau siapa yang melakukannya dan apa tujuannya pak"


"baik selidiki sampai kasus ini selesai"


aditya mematikan sambungan telfonnya, ternya kecurigaannya benar. kalau semua ini ada yang merencana kannya.


" Siapa yang menelfon? " tanya vanya sambil menatap suaminya

__ADS_1


"Anak buah aku sayang"


"lalu apa katanya? "


"jadi benar kecelakaan meli ini ada yang merencanakannya.


"Tapi siapa yang, setau aku meli ngak punya musuh kok"jawab vanya mengernyit, karna selama dia bersahabat sama meli, meli tidak pernah ada masalah dengan siapa pun.


"Aku juga belum tau sayang. ya sudah sekarang kamu bersihin badan kamu dulu terus kamu tidur ya"


vanya mengganguk dan melangkah meninggalkan meja malan menuju kamarnya.


*****


di lain sisi ada seseorang yang sedang marah besar karena rencananya gagal.


"Bodoh sekali kalian, kenapa bisa kalian salah mobil ha?, sungguh tak berguna kalian semua"


" iya tapi itu bukan miliknya, apa kalian lupa dengan plat yang sudah saya beri? "


"Iya bos, kami mengerti"


"mengerti apa? kalian sudah salah sasaran, kalian tau akibatnya jika kasus ini sampai tercium dan di curigai polisi.


"baik bos kami akan menggurus semua ini"


"saya tidak mau tau, dendam saya harus terbalaskan.


" baik pak"

__ADS_1


Bagaimana pun caranya, aku tetap akan balas dendam. aku ingin melihat kalian menderita sama seperti apa yang aku rasakan.


*****


pagi yang cerah vanya dan aditya mengawalinya dengan semangat yang baru. aditya sudah tampak bersiap untuk pergi ke kantor, sedangkan vanya hari ini tidak berangkat ke kantor. karna ingin menggunjungi meli dan juga butik.


" ya sudah sayang, aku brangkat dulu ya" aditya mengecup kening vanya dan berlali meninggalkan vanya yang masih berdiri di depan pintu.


" hati-hati" vanya menatap kepergian suaminya.


" Assalammualikum"


seseorang paruh baya datang ketika vanya ingin masuk ke dalam rumah.


"walaikumsalam ibu, ibu siapa ya?, dan ingin bertemu dengan siapa? " tanya vanya lembut dan sopan.


" Oh jadi, saya ini mau kerja di rumahnya mas aditya jadi pembantu"


"oh ibu, bik yem ya.. saudaranya bik susi? "


"Ngeh bener saya ini sekampong sama bik susi jadi sudah kayak saudara" jawab bik yem


" ya sudah mari bik masuk"


vanya mempersilahkan bik yem untuk masuk ke dalam rumah dan duduk di ruang tamu.


"silahkan duduk dulu bik, saya buatin minuman dulu"


"oh iya iya mbk, ngak usah repot repot mbak saya kan mau kerja di sini" ucap bik yem.

__ADS_1


tetapi vanya tetap ke dapur untuk membuatkan bik yem minuman.


"walah walah iki omah kok yo gede banget" bik yem kagum melihat ke mewahan rumah aditya.


__ADS_2