Sekretarisku Canduku

Sekretarisku Canduku
Episode 47 membosankan


__ADS_3

Waktu sudah menunjukan pukul 05:00 vanya hari ini ada janjian dengan meli untuk bertemu.vanya segera bersiap-siap untuk pergi menemui meli.”kayaknya udah siap, aku langsung pergi aja deh” vanya bergegas keluar


kamar, dia melihat aditya yang sedang berada di ruang tamu..


“sayang aku pergi sebantar ya, akau mau ketemuan sama


meli”vanya memeinta izin pada aditya


“Mau ketemuan di mana?,terus pulang jam brapa?”tanya aditya


pada vanya sebelum vanya pergi


Kok tumben ya, aditya tanya gitu, biasanya juga langsung izinin


vanya pergi apalagi kalau perginya sama meli.


“Di café biasa kita ketemu, mungkin ngk lama kok


pulangnya”jawab vanya pada aditya dan berharaap aditya mengizinkannya.


“Ngak, kamu ngak boleh pergi”ketus aditya sambil melangkah


meninggalkan vanya dan berjalan menuju kamarnya.


Kok tumben si aku ngak boleh pergi, aneh banget si dia


akhir-akkhir ini, terus gmna sama meli, vanya kesal dengan jawabn suaminya yang


melarangnnya pergi.


“ayo”ajak aditya menggambil kunci mobilnya


“kemana”tanya vnay mengernyit melihat suaminya sudah


berganti baju dan menggambil kunci mobil.


Aditya menghela nafasnya kasar”kamu ni gimana sih, katanya


mau pergi ketemuan  sama meli”


“tapi kamu bilang ngak boleh, terus sekarng kamu ngajak aku


pergi nemeui meli”vanya kesal sekali pada aditya


“sayang aku melarang kamu pergi sendiri, aku kan mengantar


mu”ucap aditya sambil mengelus rambut vanya dan mengandeng lengan vanya


berjalan menuju mobil.


Di dalam mobil hanya hening karena aditya dan vanya hanya

__ADS_1


diam saja hanya ada suara mesin yang terdengar. Tak kerasa mereka sudah sampai


di depan sebuah café di mana vanya dan meli biasa bertemu.


“kamu ngak turun”tanya vanya yang sudah membuka pintu mobil,


dan melihat aditya yang masih di dalam mobil


“ngak aku tunggu kamu di sini aja”jawab aditya


“oh ya udah kalau kamu ngak mau turun”ucap vanya bodok amat,


natar klau bosan dia juga pasti turun sendiri.vanya berjalan menuju tepat di


mana meli sudah duudk menunggunya.


“lo lama banget si van”tanya meli yang sudah dari tadi


menunggunya


“iya maaf, tadi aditya pakek acara drama jadi lama”jawab


vanya sedikit kesal mengingat kejadian tadi tapii dia juga sennag Karena aditya


melakukan itu karna aditya khawatir pada nya.


“Oh ya udah, gue mau cerita sama lo van, kalau gue di tembak


ternyata memilih dirinya bukan tika.


“Apa kamu serius mel? Apa kamu juga mencintainnya?”tanya


vanya terkejut mendengar cerita meli karena dia pikir bahwa tika lah yang


sedang berhubungan dengan fahri.


“iya tentu van, cowok yang selama ini gue ceritain ke lo itu


ya fahri, dan makasih banget buat dukungan kamu”meli menggengam tangan vanya di


atas meja.


“ya klau itu buat kamu bahagia pasti aku akan dukung kamu.


Di sisi lain ada seseorang yang mendengar kan percakapan


mereka tak lain adalah tika. Dia kecewa mendengar pengakuan meli yang


mengatakan fahri akan melamarnya.”kenapa rasanya sesakit ini, mendengar fahri


ternyata mencintai meli bukan aku”segelincir cairan menetes membasahi pipi

__ADS_1


nya.”aku ngak boleh seperti ini, kuat tika, kamu pasti kuat, kamu harus bisa


terima semua ini”tika mencoba mengguatkan dirinya sendiri dan menghapus air


mantanya.


“oh ya  mel, gue juga


mau cerita, soal seseorang yang neror gue”ucap vanya sedikit penekanan


“apa neror, maksud lo gimana sih van, lo di teror


orang?”tanya meli mengernyit medengar ucapan vanya


“iya mel, gue di teror seseorang, dia mint ague jauhin


aditya, dan parahnya lagi hampir setiap hari dia kirim pesan ke gue”vanya


sedikit cemas dan menceritakan semua ini pada vanya.


“kok bisa gitu ya van, kan o udah nikah sama aditya mana


mungkin lo jauhin dia kan,lagian emnag lo punya musuh van”tanya meli sedikit


terheran mendengar semua pengakuan vanya.


“Ngak sih, gue nagk punya musuh mangkannya gue binggung


ni”vanya mengusap wajahnya kasar


“udah selesai belum ngobrolnya”celetuk aditya tiba-tiba


muncul di sana


“van aditya tau tentang ini”bisik meli pada vanya


“engak dia ngak tau, aku ngak mau buat dia cemas”bisik vanya


balik pada meli sehingga hanya mereka saja yang mendegarnya.


“di tanya bukannya jawab, malah bisik-bisik”aditya kesal


karena merasa di cuekin


“Oh udah selesai kok yang, kita pulang sekarng yuk, mel gue


pulang duluan ya”ucap vanya melihat raut wajah suaminya yang seperti sudah


bosan menunggunya dan pamit meninggalkan meli.


“Iya kalian hati-hati ya”jawab meli melambaikan tangan

__ADS_1


melihat vanya dan aditya berlalu.


__ADS_2