
Waktu sudah menunjukan pukul 05:00 vanya hari ini ada janjian dengan meli untuk bertemu.vanya segera bersiap-siap untuk pergi menemui meli.”kayaknya udah siap, aku langsung pergi aja deh” vanya bergegas keluar
kamar, dia melihat aditya yang sedang berada di ruang tamu..
“sayang aku pergi sebantar ya, akau mau ketemuan sama
meli”vanya memeinta izin pada aditya
“Mau ketemuan di mana?,terus pulang jam brapa?”tanya aditya
pada vanya sebelum vanya pergi
Kok tumben ya, aditya tanya gitu, biasanya juga langsung izinin
vanya pergi apalagi kalau perginya sama meli.
“Di café biasa kita ketemu, mungkin ngk lama kok
pulangnya”jawab vanya pada aditya dan berharaap aditya mengizinkannya.
“Ngak, kamu ngak boleh pergi”ketus aditya sambil melangkah
meninggalkan vanya dan berjalan menuju kamarnya.
Kok tumben si aku ngak boleh pergi, aneh banget si dia
akhir-akkhir ini, terus gmna sama meli, vanya kesal dengan jawabn suaminya yang
melarangnnya pergi.
“ayo”ajak aditya menggambil kunci mobilnya
“kemana”tanya vnay mengernyit melihat suaminya sudah
berganti baju dan menggambil kunci mobil.
Aditya menghela nafasnya kasar”kamu ni gimana sih, katanya
mau pergi ketemuan sama meli”
“tapi kamu bilang ngak boleh, terus sekarng kamu ngajak aku
pergi nemeui meli”vanya kesal sekali pada aditya
“sayang aku melarang kamu pergi sendiri, aku kan mengantar
mu”ucap aditya sambil mengelus rambut vanya dan mengandeng lengan vanya
berjalan menuju mobil.
Di dalam mobil hanya hening karena aditya dan vanya hanya
__ADS_1
diam saja hanya ada suara mesin yang terdengar. Tak kerasa mereka sudah sampai
di depan sebuah café di mana vanya dan meli biasa bertemu.
“kamu ngak turun”tanya vanya yang sudah membuka pintu mobil,
dan melihat aditya yang masih di dalam mobil
“ngak aku tunggu kamu di sini aja”jawab aditya
“oh ya udah kalau kamu ngak mau turun”ucap vanya bodok amat,
natar klau bosan dia juga pasti turun sendiri.vanya berjalan menuju tepat di
mana meli sudah duudk menunggunya.
“lo lama banget si van”tanya meli yang sudah dari tadi
menunggunya
“iya maaf, tadi aditya pakek acara drama jadi lama”jawab
vanya sedikit kesal mengingat kejadian tadi tapii dia juga sennag Karena aditya
melakukan itu karna aditya khawatir pada nya.
“Oh ya udah, gue mau cerita sama lo van, kalau gue di tembak
ternyata memilih dirinya bukan tika.
“Apa kamu serius mel? Apa kamu juga mencintainnya?”tanya
vanya terkejut mendengar cerita meli karena dia pikir bahwa tika lah yang
sedang berhubungan dengan fahri.
“iya tentu van, cowok yang selama ini gue ceritain ke lo itu
ya fahri, dan makasih banget buat dukungan kamu”meli menggengam tangan vanya di
atas meja.
“ya klau itu buat kamu bahagia pasti aku akan dukung kamu.
Di sisi lain ada seseorang yang mendengar kan percakapan
mereka tak lain adalah tika. Dia kecewa mendengar pengakuan meli yang
mengatakan fahri akan melamarnya.”kenapa rasanya sesakit ini, mendengar fahri
ternyata mencintai meli bukan aku”segelincir cairan menetes membasahi pipi
__ADS_1
nya.”aku ngak boleh seperti ini, kuat tika, kamu pasti kuat, kamu harus bisa
terima semua ini”tika mencoba mengguatkan dirinya sendiri dan menghapus air
mantanya.
“oh ya mel, gue juga
mau cerita, soal seseorang yang neror gue”ucap vanya sedikit penekanan
“apa neror, maksud lo gimana sih van, lo di teror
orang?”tanya meli mengernyit medengar ucapan vanya
“iya mel, gue di teror seseorang, dia mint ague jauhin
aditya, dan parahnya lagi hampir setiap hari dia kirim pesan ke gue”vanya
sedikit cemas dan menceritakan semua ini pada vanya.
“kok bisa gitu ya van, kan o udah nikah sama aditya mana
mungkin lo jauhin dia kan,lagian emnag lo punya musuh van”tanya meli sedikit
terheran mendengar semua pengakuan vanya.
“Ngak sih, gue nagk punya musuh mangkannya gue binggung
ni”vanya mengusap wajahnya kasar
“udah selesai belum ngobrolnya”celetuk aditya tiba-tiba
muncul di sana
“van aditya tau tentang ini”bisik meli pada vanya
“engak dia ngak tau, aku ngak mau buat dia cemas”bisik vanya
balik pada meli sehingga hanya mereka saja yang mendegarnya.
“di tanya bukannya jawab, malah bisik-bisik”aditya kesal
karena merasa di cuekin
“Oh udah selesai kok yang, kita pulang sekarng yuk, mel gue
pulang duluan ya”ucap vanya melihat raut wajah suaminya yang seperti sudah
bosan menunggunya dan pamit meninggalkan meli.
“Iya kalian hati-hati ya”jawab meli melambaikan tangan
__ADS_1
melihat vanya dan aditya berlalu.