Sekretarisku Canduku

Sekretarisku Canduku
Episode 54 Beralih


__ADS_3

Seperti kegiatan biasanya vanya dan aditya yang harus pegi ke kantor. Tapi kali ini berbeda mereka sama-sama menggunakan sopir, terutama si vanya meskipun tidak biasa dan kurang nyaman dengan sopir tapi ini permintaan aditya maka vanya harus menuruti kata suaminya.


“sayang gimana perusahaan papa kmu?”tanya aditya pada vanya yang sedang sibuk bercermin merapikan make up tipis di wajahnya.


“Ya gitu lah yang, aku sibuk banget mana yang ngurus perusahaan papa, mana yang butik belum lagi butik aku yang di luar negri terus urusan kantor kmu”jawab vanya akhirnya vanya mengakui kesibukannya dan jadwalnya yang sangat padat itu.


“gimana kalau kantor papa kamu aku yang urus yang, jadi kamu cuma jadi sekertaris aku dan ngurus butik kamu aja?”saran aditya yang tak ingin melihat istrinya kelelahan karena bvanyak sekali yang harus di urusnya, ya meskipun dalam menggurus butik vanya di bantu oleh orang kepercayaannya tetapi vanya juga harus sering mengecek perkembangan butiknya.


“Boleh si yang, tapi emng ngak ngerpotin kmu malahan, kan kamu juga mengurus kantor pusat dan kantor cabang papa kamu?”jawab vanya yang juga mengetahui kesibukan suaminya itu.


“Tenang aja yang dalam hal itu aku bisa minta bantuan fahri lagian dia itu udah aku anggap kayak saudara aku sendiri, dan dia juga orang kepercayaannya papa yang ikut serta membangun perusahaan papa dari nol, ya


mungkin setelah dia menikah nanti, dia tidak akn bisa menemani ku sepertisekarang ini”jelas aditya membicarakan sahabat nya yang sekaligus sudah di anggap sebagai saudaranya itu.


“Iya aku ikut kamu aja gimana baiknya”jawab vanya menyetujui ide suaminya itu.


Meraka pun pergi ke kantor dengan sopir mereka masing-masing meskipun satu tujuan, tapi mereka punya kesibukan masing-masing setelah itu. Vanya yang biasanya harus ke kantor papanya dan menegcek butiknya.sedangkan aditya biasanya ada meating di luar, belum lagi mengecek kantor cabang papanya.

__ADS_1


Di dalam kantor merka pun harus perfesional dalam hubungan kerja bukan lagi suami istri seperti di rumah.


Tok… tokk…


“masuk”jawab aditya dari dalam ruangan


Ternyata fahri yang ada di menggetuk pintu


“ada apa far…  apa ada meating di luar”tanya aditya yang pandangannya  tak beralih dari layar laptop


“Ya mungkin sih tidak penting buat bapak, tapi ini penting buat saya”ucap fahri yang duduk di sofa sambil memandang aditya yang ada di meja kerja.


“Jadi gini pak, saya mau minta saran sama bapak, saya mau menikah”ucap fahri membuat aditya seketika mengalihkan pandangannya kepada fahri.


“Apa menikah?, emang kamu mau menikah dengan siapa”tanya aditya pada fahri karena selama ini fahri tidak pernah menceritakan dambaan hatinya pada aditya.


“sama meli lah siapa lagi”celetuk fahri menjawab aditya.

__ADS_1


“Kamu yakin, kalian belum kenal lama lo?”jawab aditya meragukan keputusan fahri.


“Iya karena itu, aku ingin mengenalnya lebih dalam dengan sebuah hubungan suami istri” sepertinya fahri sudah yakin untuk menikahi meli.


“Ya sudah aku dukung semua keputusan mu selagi itu yang terbaik”aditya menepuk bahu fahri .


Tak terasa waktu sudah menunjukan saatnya jam pulang kerja, aditya sepertinya tidak ada acara hari ini sehingga aditya bisa pulang lebih awal. Lalu bagaimana dengan vanya? Apa dia juga pulang lebih awal.


“sayang…”vanya menyelonong masuk ke ruangan aditya


“iya, kita pulang sekarang” ucap aditya sambil mengemasi berkas-berkas yang berserakan di atas mejanya


“Yah yang,kayanya ngk bisa deh aku harus kebutik dulu”ucap vanya membuat aditya lesu tak bersemangat


Aditya tampak lesu mendengar ucapan vanya, padahal dia ingin sekali pulang lebih awal dan bersantai di rumah bermanjaan dengan vanya. Tetapi setelah mendengar ucapan vanya aditya jadi tidak bersemangat.


Vanya pun merasa iba melihat raut wajah suaminya yang tampak lesu dan tak bersemangat itu, akhirnya vanya memutus kan untuk tidak jadi pergi ke butik hari ini.

__ADS_1


“ngak kok aku bohong, aku pulang bersama mu hari ini”ucapan vanya mencoba menghibur suaminya yang tadinya lesu  dan akhirnya berhasil mengubah raut wajah aditya , sekarang aditya tampak sumringah dengan ucapan vanya.


“ya sudah sekarang kita pulang,kamu ikut aku ya, mobil kamu biar sopir yang bawa”aditya menarik lengan tangan vanya dan mengajaknya keluar dari ruangannya menuju mobil aditya yang sudah ada di depan.


__ADS_2