
Mentari telah bersinar tampak sudah menunjukan pagi telah tiba,aditya yang sudah bangun dan menuju dapur untuk mencari keberadaan ike yang sedang memnyiapkan sarapan.Aditya datang menghamipiri ike.
“Ini gaji kamu selama bekerja di sini, dan saya minta kamu sekarang juga pergi dari sini”(ucap aditya sambil membrikan sebuahh amplop coklat pada ike)
“Baik lah tuan aditya yang terhomat, saya akan pergi tapi ingat satu hal, saya akan berjuang untuk mendapatkan anda”(ucap ike sinis pada aditya)
“Dasar tidak waras, apa yang menarik dari mu sehingga kau yakin kau bisa mendapatkanku?”(tanya aditya pada ike ketus)
“Ya liat saja nanti apa yang kan saya lakukan”(jawab ike menantang)
“Itu tidak mungkin, karena istri saya sudah mempunyai segalanya dan sudah lebih dari sempurna menurut saya, kamu tau itu”(ucap aditya menekankann pada ike)
“Lebih baik sekarang kamu pergi dari sini, karena saya tidak mau lagi melihat wajahmu ini di sini”(ketus aditya sambil mengusir ike)
Ike pun tanpa berkata-kata lagi dia langsung pergi membererskan barang-barangnya dan segera pergi dari sana.
Vanya membuka matanya dan terbangun dari tidurnya, dia mencari sosok yang biasanya masih berada di sampingnya kini sudah tidak ada, vanya beranjak dari tidurnya dan mencari keberadaan suaminya.Vanya menncari di kamar mandi dan sekeliling kamar,tapi tak kunjung menemukannya.
“Dimana dia, kenapa dia tidak ada,ini kan hari libur”(ucap vanya bertanya tanya)
Kemudian vanyaa turun ke lantai dasar untuk mencari suaminya.Vanya melihat di sana tidak ada siapa pun.
“kenapa sepi sekali disni”(ucap vanya)
“Kemana ike?”(ucap vanya lagi mencari keberadaan ike)
“Ike… ike….”(panggil vanya sambil melihat kamar ike yang terbuka)
“Kok kamar dia ngak ada barang-barangnya”(ucap ike lagi)
Kemudian ike mencari keberadaan suaminya di ruang kerja dan ruang keluarga tapi juga tak kunjung
menemuknnya, vanya mencari di seluruh sisi apartment, kemudian vanya teringat sebuah ruangan.
“Owh… iya aku lupa”(ucap vanya sqambil menepuk dahinya)
Vanya menuju sebuah ruangan,disana vanya menghela nafasnya lega, karena telah menemukan sosok yang di carinya.sedanng melalukan fitness seperti yang sering aditya lakukann untuk menambah kebugaran tubunya agar tetap sehat dan kuat. Vanya mendekati suaminya yang sedang basah keringat.
“Sayang… kamu kok ngak bangunin aku si”(ucap vanya pada aditya sambil memmanyunkan bibirnya)
__ADS_1
“Maaf sayang.. aku ngak tega bangunin kamu, kayaknya kamu pules banget tidurnya”(jawab aditya)
“Iya tapi kan udah pagi yang,masak kmu ngak bangunin aku”(ucap vanya lagi)
‘Ya udh, maaf”(ucap aditya sambil menghentikan kegiatanya dan turun memeluk vanya dengan badannya yang basah kringat)
“Ih.. kamu nib au tau”(ucap vanya mendorong tubuh aditya)
“Ih… sayang, namanya juga habis olahraga”(jawab aditya sambil membuka bajunya yang basah kringat)
Aditya yang telanjang dada, dengan dada nya yang di basahi kringat membuatnya tampak gagah, vanya yang melihat tubuh suaminya takjub, karena tubuhnya sangat menggoda meskipun vanya sudah sering melihatnya dan menelan salivanya kasar.
“Kamu kenapa”(tanya aditya mengejutkan vanya)
“Hah.. apa.. aku ngak papa”(ucap vanya gugup)
“Kamu tergoda ya”(ucap aditya menggoda istrinya)
“Apaan si kamu mesum aja, engak aku biasa aja kok”(jawab vanya membela dirinya)
Aditya yang melihat pipi istrinya memerah karena godaanya tersenyum tipis.Kemudian memeluk vanya dan mengecup bibir vanya.
Membuat bulu kuduk vanya terbangun.
“Apaan si kamu yang, ih”(ucap vanya sambil mendorong tubuh aditya dan meninggalkan suaminya)
“Yang aku udah kuat lo”(ucap aditya menggoda istrinya)
“Bodok amat”(jawab vanya)
Aditya tersenyum, dan segera menyusul istinya yang menuju ke kamar untuk mandi, karena mereka belum mandi.
“Sayang mandi bareng yuk”(ajak aditya)
“Ngak mau ah, nanti aku ngak bisa tenang”(jawab vanya yang mengeti ,maksud suaminya)
“aaahhh sayang ayok lah, kan aku udah satu minggu ngak gitu”(rengek aditya)
“Udah deh aku ngak suka melakukanya di dalam kamar mandi, sekarang kamu mandi gih”(ucap vanya)
__ADS_1
“Ya udah kita lakukan di sana sekali aja”(ucap aditya menunjuk tempat tidur)
Vanya menghela nafas nya dengan kasar.
“Sayang… kalok kamu maksa sekarang nanti malam kau ngak mau lo”(ucap vanya membuat aditya membulatkan mata)
“Iya iya sayang, sekarang ngak nanti malam aja”(ucap aditya langsung berjalan menuju kamar mandi dengan malas)
Vanya yang melihat kelakuan suaminya seperti anak kecil hanya tersenyum tipis, sambl membaringkan tubuhnya di atas sofa, sambil menunggu aditya selesai mandi.
Tak lama vanya menunggu aditya, pintu kamar mandi terbuka menandakan aditya sudah selesai mandi.
“Udah yang”(ucap aditya)
“Ya udah, aku mau mandi dulu ya, tunggu aku”(ucap vanya sambil melangkah ke kamar mandi)
Aditya yang menunggu vanya sambil menyalakan televisi, karena merasa bosan menunggu vanya yang tak kunjung selesai dari mandinya. Setelah menunggu kurang lebih satu jam kini pintu kamar mandi terbuka.
“Lama banget yang kamu mandinya”(ucap aditya bosan menunggu)
“Maaf sayang”(ucap vanya)
“Ya udah kita sarapan yuk”(ajak vanya pada aditya)
Aditya menggangukan kepalanya, mereka segera menuju meja makan.
“Oh.. ya yang, ike kemana ya, kok aku ngak liat”(tanya vanya pada aditya)
“Udah aku suruh pergi”(jawab aditya enteng)
“Kmu beneran pecat dia yang?”(tanya vanya)
Aditya mengganguk
“Aku pikir, kamu Cuma geretak dia aja”(ucap vanya)
“Ya ngak lah yang, aku kalau udah biang gitu ya berarti beneran”(jawab aditya)
“Ya udah ngak papa, makasih ya yang kamu udah jaga perasaan aku, dank mu juga udah setia sama kau”(ucap vanya)
__ADS_1
“Iya sayang itu kan memang sudah seharusnya”(jawab aditya) vanya memeluk suaminya dengan erat, dan aditya membalas pelukan istrinya dengan penuh kasih sayang.