
“waktu yang tepat” ucap seseorang sepertinya seseorang sedang menjalankan rencananya yang sudah di susunnya dengan matang.
“lakukan apa yang saya perintah, jagan sampai gagal, saya bayar kalian mahal.kalau gagal kalian tau kan akibatnya”ucap seseorang dari balik telfon dengan ancaman.
“baik, kami akan usahakan sebaik mungkin”
“gimana apa rencana kita kan kita mulai”tanya seseorang
“iya, hari ini hari yang tepat aku sudah menyipkan semuanya”
Kini aditya sudah tidak ada lagi di apartmen, tinggal vanya yang sedang bersiap-siap untuk pergi ke kantor.
“sepertinya tidaj ada yang tertinggal”vanya menyiapkan beberpa berkas yang kan di bawanya.
Kemudian keluar dan berlalu menuju mobilnya.
“yah, kok bocor si! Kayaknya tadi pagi ngak kenapa-napa deh,terus gimana dong ini, apa naik mobil aditya yang lain aja ya, tapi malas banget ngambil kuncinya lagi. Ya udah deh naik taxsi aja”akhirnya vanya memutuskan untuk naik taxsi saja dan memesan taxsi online.
Tak lama vanya menunggu sebuah taxsi menghampirinya”apa ini dengan bu vanya”tanya seorang sopir taxsi
“oh iya pak saya vanya”vanya masuk ke sebuahh taxsi tersebut.
Di dalam perjalanan vanya sedikit cemas karena sepertinya dia akan terlambat tiba di kantor nanti
__ADS_1
“pak bisa cepetan ngak, saya telat ni pak”ucap vanya pada sopir
“iya buk”jawab sopir tersebut
Vanya memperhatikan arah jalan yang sedikit asing, dan sepertinya ini salah jalan karena ini bukan jalan menuju kantor wijaya.
“pak sepertinya kita nyasar ya?”tanya vanya pada sopir dan tidak mendapatkan jawaban apa pun.vanya merasa aneh pada sopir taxsi ini”pak kita ini salah jalan, bapak ini dengar saya bicara ngak si”bentak vanya kesal karena sopir itu hanya diam saja.
“oke, kalau bapak tidak menjawab saya, saya turun di sini saja”ucap vanya namun taxsi tersebut malah berlaju dengan sangat kencang”pak kalau bapak tidak berhenti saya lompat ini”geretak vanya membuat taxsi tersebut
mendadak berhenti.
Vanya pun langsung turun , ketika vanya ingin melangkah pergi ada beberapa laki-laki berbadan besar yang menghadangnya.”siapa kalian?, dan apa mau kalian?”vanya sedikit gemetaran karena kali ini dia tidak menyiapan
Tiba-tiba ada sesorang yang membekap vanya dengan sapu tangan yang sudah di beri bius sehingga membuat vanya tak sadarkan diri.
“Ayo kita bawa dia sekarang” mereka semua membawa vanya ke dalam mobil dan melajukan mobilnya dengan cepat.
Mereka berhentin kesebuah tempat, bangunan yang sepertinya sudah lama tidak di huni dan sepertinya juga jauh dari pemukiman .
“ayo turunin dia kita bawa ke bos”
Mereka membawa vanya kehadapan seseorang.
__ADS_1
“bagus sekali, sekarang ikat dia dan jagan biarkan dia kabur”
“baik bos”
“bagaimana apa semua berjalan dengan baik”ucap seseorang dari balik telfon
“tentu saya, semua berjalan lancer”senyum sini terpapar di wajahnya,”anda tenang saja jika anda tidak menginginkannya, saya sungguh sangat menginginkannya.
“baik lah, lakukan saja apa yang kau mau”ucap sisnis seseorang dari balik telfon
Dret….. dret…. Ponsel vanya tampak bergetar menandakan ada sebuah panggilan masuk dan ada
beberapa pesan yang di kirimkan oleh pihak kantor yang menunggu kedatangan vanya.
Dret….drett.. ponsel vanya kembali bergetar, seseorang mengambilnya dari tas vanya dan melihat panggilan tersebut dari “suamiku”.
“siapa yang menelfon”tanyanya pada anak buahnya
“suaminya bos”jawab anak buanya sambil memeggang ponsel vanya
Seseorang itu mengambil ponsel vanya dan menonaktifkan ponselnya.
“jika dia sudah sadar panggil aku”perintahnya sambil melangkah meninggalkan vanya yang belum tersadar.
__ADS_1