Sekretarisku Canduku

Sekretarisku Canduku
Episode 75 Tidak masuk kerja


__ADS_3

Aditya menuruni tangga, dan menyusul vanya di dapur.


aditya memperhatikan vanya yang sedang mencuci buah.


"Kamu laper..? "tanya aditya memperhatikan vanya mencuci macam macam buah.


"Tidak"jawab vanya singkat


"Lalu..? kenapa mencuci buah sebanyak itu?"tanya aditya lagi


"Aku sedang ingin makan buah, supaya aku sehat"jawab vanya


"Oh ya sudah aku juga mau"aditya mengambil buah pir yang sudah di cuci oleh vanya.


"Ih kamu.. enak aja asal ambil punya aku"


"kenapa..? emng ngak boleh, lagian itu masih banyak. apa kamu sanggup menghabiskannya sendiri"tanya aditya sambil mengangkat alisnya.


Hem.. vanya menghela nafasnya kemudian membawa buah buahan ke kamarnya. vanya meninggalkan aditya begitu saja.


Aditya yang melihat istrinya berjalan menuju kamar, langsung menyusul istrinya.


"Sayang kamu kenapa si.. suka ninggalin aku"


"Ninggalin kemana?, jelas jelas aku di rumah aja"jawab vanya sambil mengunyah buah pir.


"Yang.. "panggil aditya


"hem"jawab vanya tanpa menghiraukan aditya


"Ayuk kita buat dedek"bisik aditya di telinga vanya


Seketika mata vanya membelalak mendengar bisikan aditya barusan.


vanya belum mengatakan iya namun aditya langsung menyerobot b**** vanya. Tanpa menunggu jawaban dari vanya.


aditya mengendong tubuh istrinya dan meletakkannya di atas ranjang. tanpa melepas c******. perlahan tangan aditya mulai aktif. dan menerobos baju tank top yang di gunakan vanya. perlahan aditya melepaskan satu persatu pakaian yang di gunakan vanya.


seketika ruangan itu menjadi sangat panas, padahal ruangan itu sudah di lengkapi dengan AC.


Aditya terus melanjutkan yang belun di tuntaskan. hingga sampai puncaknya baru aditya merasa lega, aditya seperti harimau yang sedang menerkam mangsanya. terlihat sangat buas dan rakus, hingga membuat vanya kelelahan. bagaimana tidak, malam itu aditya terus terus saja melakukannya hingga vanya kurang istirahat.

__ADS_1


Dan di pagi hari setelah solat subuh, vanya merasa sangat berat untuk membuka matanya. sedangkan aditya sudah bersiap siap untuk pergi ke kantor.


Aditya tersenyum melihat istrinya yang masih terbaring di ranjang tampak seperti kelelahan. sedang dirinya malah kebalikannya, dia tampak bersemangat menyambut pagi untuk pergi ke kantor.


Aditya meninggalkan vanya tanpa membangunkannya.


"Bik, jangan bangunkan vanya ya.. biarkan saja dia tertidur sampai dia bangun sendiri"pinta aditya pada bik yem, sambil menyantap sarapan yang sudah di siapkan oleh bik yem.


"Baik den"jawab bik yem


Setelah selesai sarapan aditya langsung pergi ke kantor, karna kemarin dia dan vanya tidak datang ke kantor.


"Pagi pak.. "sapa para karyawan menyambut aditya


Dan hanya di balas dengan senyuman saja.


"Pagi pak.. "sapa fahri nyamperin aditya di ruangannya.


"Iya pagi"Jawab aditya tanpa mengalihkan pandangannya dari laptop.


"Pak... bu vanya tidak masuk hari ini? "tanya fahri pada aditya karna ingin menyerah kan beberapa berkas yang harus di selesaikan oleh vanya.


"Baik pak"fahri meletakkannya di atas meja aditya. dan keluar meninggalkan ruangan aditya.


"Hallo"


"Hallo pak, ada yang ingin bertemu dengan bapak"


"Siapa? apa dia sudah ada janji denganku? "tanya aditya


"Belum pak katanya, namanya eliza"


"Baik suruh saja masuk keruangan saya"


Eliza sengaja mengunjungi aditya di kantor, karna dia tidak tau alamat rumah aditya yang baru.


"Hay dit.. "sapa eliza


"Hy el.., kamu ada apa nyamperin aku ke kantor?"tanya aditya


"Oh engak dit, aku cuma mau bayar sewa apartemen kamu aja"jawab eliza

__ADS_1


"Apaan si el.. kmu ini kayak sama siapa aja, udah kali pakai aja. mau kamu selamanya tinggal di situ juga ngak papa"jawab aditya sambil menutup laptopnya.


"Engak dong dit, gue jadi ngak enak nanti. gimana kalau apartemen lo gue beli aja"Tawar eliza pada aditya.


"yah sayang banget el... apartemen itu ngak bakalan gue jual, karna istri gue bilang banyak kenangan kami berdua di sana"jelas aditya.


"Ya udah deh kalau gitu"jawab eliza


"Iya mending lo pakai aja, sayang juga kalau ngak ada yang nempati kan"saran aditya.


eliza mengangguk menyetujui saran aditya.


"Oh iya dit, lo ngak mau ngenalin istri lo ke gue? sahabat apaan si lo nikah ngak ngundang ngundang, sekarang gue di sini lo ngak mau ngenalin istri lo"ucap eliza memang eliza dan aditya berhubungan baik dari dulu, bahkan mereka juga sahabatan.


"Oh iya gue lupa, lo dateng aja kerumah gue"jawab eliza.


"Udah berapa lama kalian menikah? "


"sudah satu tahun lebih.. "


"berarti sudah punya momongan dong, pasti anak kalian lucu lucu ya"ucap eliza tersenyum


"Kami belum di karuniai anak, beberapa bulan lalu vanya keguguran. dan samapi sekarang dia belum lagi hamil"jelas sedikit aditya


"Oh maap, gue ngak tau dit. gue ngak ada maksud apa apa kok bilang begituan"ucap eliza merasa menyesali perkataannya.


"Iya ngak papa, lagian lo kan juga ngk tau"jawab aditya.


"Ya udah gue balik dulu ya dit, nanti malem gue main kerumah lo boleh ngak? "


"Dateng aja kerumah, istri gue juga ada di rumah"jawabnya.


"Okey"jawab eliza sambil meninggalkan ruangan aditya.


waktu sudah menunjukan pukul 17:00 sudah waktunya untuk pulang kantor.


"Far.. ayok pulang"Ajak aditya pada fahri.


"Iya pak ini sudah mau pulang"jawabnya Sambil membereskan berkas berkas yang berserak di mejanya.


"Saya duluan ya"aditya berlalu meninggalkan fahri

__ADS_1


__ADS_2