Sekretarisku Canduku

Sekretarisku Canduku
Episode 73 Mengemaskan


__ADS_3

Di dalam perjalanan menuju pulang vanya hanya terdiam,tanpa ada sepatah kata pun Yang keluar dari mulutnya.


aditya Yang mengetahui, apa penyebab istrinya itu terdiam pun mulai mencari cara agar istrinya bisa kembali ceria.


"Sudah ya jangan dengerin ucapan mama.. mungkin saja mama terbawa suasana"ucap aditya membujuk istrinya.


"Iya aku tau, memang ini semua Salah ku.... tapi aku juga tidak menginginkan semua ini terjadi"ucap vanya sambil meneteskan air mata.


"Sayang.... sudah lah aku tidak ingin melihat siapa pun bersedih, jangan salahkan diri kmu sendiri. benar kata papa ini semua musibah, ujian buat kita"jelas tegas aditya Yang tidak suka melihat vanya selalu menyalahkan dirinya sendiri.


"Loh.. loh.. kok kita belok kanan si, kan harusnya belok kiri Yang"ucap vanya melihat mobil melaju bukan ke arah rumahnya.


"Iya sengaja aku belum mau pulang.. "Jawab aditya enteng.


"Lalu.. kita mau kemana mas"celetuk vanya.


"Tunggu.. tunggu kmu bilang apa barusan? mas? bisa kamu ulangi kata itu? "ucap aditya menyuruh vanya mengulangi kata Yang di ucapkan barusan.


"Kenapa mas? "vanya mengernyit sambil mengatakan kata mas.


"Yah.. sepertinya aku suka dengan panggilan itu"ucap aditya membuat vanya tersenyum.


seneng banget di panggil mas aja, kayak habis menangin proyek miliyaran aja batin vanya melihat wajah suaminya Yang berseri seri.


"Yang kita mau ngapain si disinu, kita kan udah makan tadi. lagian emng kmu belum kenyang apa? "Tanya vanya sesampainya di depan restoran.

__ADS_1


"Udah deh Yang kamu ikut aja, lagian aku tau kmu juga suka makan kan"jawab aditya meledek vanya.


"Is apaan si Yang... "


"Ya udah ayok buruan turun" ajak aditya Yang melihat istrinya belum juga bangkit.


Dengan malas vanya membuka pintu mobil dan turun dari mobil. menyusul aditya Yang sudah berjalan di depan restoran.


"Tungguin dong"celetuk vanya sambil berlari kecil mendekati aditya.


"Salahnya dari tadi ngak mau turun"ucap aditya.


Mereka berjalan memasuki restoran Dan duduk di sebuah kursi Yang masih kosong.


"Aku masih kenyang mas, kita kab barusan aja makan di rumah mama"


"Ya udah kalau kamu ngak mau, biar aku aja Yang pesen" aditya memesan makanan kesukaan vanya, aditya tau kalau vanya pasti tidak bisa tahan melihat makanan kesukaannya ada di depan matanya.


Vanya asik dengan ponselnya sambil menunggu pesanan aditya datang.


Tak Lama pesanan aditya datang, aditya melihat vanya Yang masih sibuk memainkan ponselnya. Dan tidak menghiraukan makanan Yang ada di depannya.


"Yang.. makan"basa basi aditya menawari vanya agar mengalihkan pandangannya dari ponselnya.


"Iya makan saja"ucap vanya tanpa melirik atau pun melihat.

__ADS_1


"Emm.. udangnya enak deh Yang, bubunya meresap banget"


seketika vanya melihat kearah makanan Yang ada di meja makan.


"Dih sayang.. kmu kok ngak bilang si, kalau lagi makan udang saus Padang"ucap vanya sambil memanyunkan bibirnya


"Aku kan udah nawarin tadi, tapi kamu masih aja mainin ponsel kamu"jawab aditya enteng.


Vanya tidak menghiraukan suaminya, dia langsung menarik piring Yang ada di depan suaminya. aditya tersenyum melihat tingkah istrinya Yang menurutnya sangat mengemaskan.


"Vanya... "ucap meli melihat vanya ada di sana.


"Meli.. "Vanya memeluk meli, sudah Lama mereka tidak bertemu semenjak meli tersadar dari komanya.


"gue kangen banget tau... kenapa si Lo ngak pernah mau jenguk gue"ucap meli pada vanya.


"mel, kan aku udah kasih tau kamu"bisik fahri pada meli.


"Oh iya van, Lo ngak papa kan. maafin gue, gue lupa. tapi Lo baik baik aja kan, ngak di apa apain sama penjahat itu"pertanyaan meli beruntut, karna mumpung ada vanya di depannya sehingga pertanyaan Yang selama ini dia simpan akhirnya di keluarkan semuanya.


"Iya gue ngak papa kok mel, oh iya... kalian kapan ini acaranya"ledek vanya mengalihkan pembicaraan.


"Mending kalian duduk dulu deh"ucap aditya melihat fahri Dan meli Yang masih berdiri.


"Oh iya ya dit, pegel juga ini kaki gue"jawab fahri ceng ngengesan.

__ADS_1


__ADS_2