Sekretarisku Canduku

Sekretarisku Canduku
Episode 81 Di rumah saja


__ADS_3

Setelah mereka sampai di rumah, vanya langsung merebahkan tubuhnya ke ranjang tempat tidur. dan tak lama vanya pun terlelap dengan nyenyak.


Aditya tersenyum melihat istrinya yang sudah pulas dalam tidurnya. tak di sangka dia memiliki istri secerdik vanya yang bisa bisanya mengakali suaminya, dengan berbagai alasan apa pun itu.


kemudian aditya membenar kan posisi tidur vanya, agar lebih nyaman. dan menyelimutinya.


Tok.. tok... tok..


"Pak..."panggil bik yem sambil mengetuk pintu.


"Iya bi"aditya yang mendengar bik yem memanggilnya langung membuka kan pintu


"Ini pak, ada undangan dari non meli dan den fahri, tadi mereka kesini pas bapak pergi"jelas bik yem sambil memberikan selembar undangan.


"Terimakasih bik"Ucap aditya sambil menerima undangan yang di berikan bik yem.


"Ya sudah saya permisi pak"bik yem pergi meninggalkan aditya.


Bi yem memang begitu, jika berbicara dengan aditya saja,tanpa ada vanya pasti merasa gugup. karna tahu sendiri aditya jarang senyum namun tetap tampan pastinya.

__ADS_1


Setelah bi yem pergi, aditya menutup pintunya dan meletakkan undangan di atas meja. kemudian aditya membersihkan dirinya yang terasa lengket. bagaimana tidak, dia belum mandi dari sepulang kantor.


30 menit berlalu aditya membersihkan dirinya kini ia sudah merasa tubuhnya segar. dan ikut tidur di samping vanya sambil memeluk vanya.


****


Tak terasa pagi pun telah tiba, kegiatan seperti biasa aditya dan vanya untuk pergi ke kantor, namun aditya melarang vanya untuk pergi kekantor. karna mengingat ucapan dokter, yang mengatakan bahwa vanya masih harus banyak beristirahat.


"Sayang, kamu ngak usah ke kantor dulu ya. kemarin dokter bilang kamu harus istirahat dulu"aditya mengatakannya dengan lembut dan berhati hati, agar istrinya tidak marah. pasalnya vanya sudah siap memakai pakaian kantor.


"Kok gitu si mas, kan aku udah selesai tinggal berangkat"jawab vanya memanyunkan bibirnya.


Entahlah vanya sekarang mudah sekali marah, terkadang hanya dengan hal sepele pun dia bisa ngambek beneran.


"Iya udah deh, aku di rumah aja. "ucap vanya mengalah


Aditya menghela nafasnya lega, mendengar ucapan istrinya barusan. "Ya sudah aku berangkat ya sayang, kebetulan ada meating hari ini"pamit aditya sambil mengecup kening istrinya.


"Kamu ngak sarapan dulu mas? "Tanya vanya pada suaminya, karna bi yem sudah menyiapkan sarapan.

__ADS_1


"Sepertinya tidak keburu sayang, itu fahri sudah datang"jawab aditya mendengar mobil fahri sudah terparkir di depan.


"Ya sudah, kamu jangan telat makan ya nanti. dan satu lagi jangan lupa vitaminnya di minum."mengingatkan suaminya agar selalu menjaga kesehatannya .


"Iya sayang, aku pergi ya"aditya pun berlalu meninggalkan vanya.


setelah kepergian aditya, vanya masih berada teras rumah.


"Bu, eh non.. sekarang waktunya non sarapan"ucap bi yem lembut pada vanya.


"Iya bi"vanya mengangguk dan masuk kedalam, menuju meja makan. kali ini vanya sarapan sendiri karna suaminya tidak sarapan di rumah.


"bi temenin vanya sarapan yuk"ajak vanya pada bi yem.


"Tidak usah non, bibi nanti saja makannya. ini masih banyak yang harus bibi kerjain"ucap bi yem merasa tidak enak pada majikannya.


"Ayo lah bi, vanya mohon. vanya ngak enak makan sendirian"rayu vanya, agar bi yem mau sarapan dengannya.


karna merasa tidak enak dengan ajakan vanya, akhirnya bi yem mau sarapan bersamanya.

__ADS_1


__ADS_2