
Vanya sudah samapi di rumah orang tuanya, malam ini dia kan menginap di sana.
“Van kamu kok baru pulang”(tanya bu indah mamanya)
“Oh iya ma, tadi habis ketemuan sama meli”(jawab vanya)
“Oalah, mama pikir kamu dari mana”(ucap bu indah)
“Ya udah kamu makan dulu sana”(printah mamanya bu indah)
“Ngak ah ma, vanya udah makan tadi”(ucap vanya)
“Ya sudah kalau begitu”(ucap mama)
“Vanya mandi dulu ya ma”(ucap vanya meninggalkan mamanya di sana)
Bu indah dan pak alex sedang bersantai di ruang keluarga, sedangkan vanya sedang mandi membersihkan tubuhnya karena merasa sangat legket.setelah selesai membersihkan tubuhnya vanya turun menyusul orang tuannya di ruang tamu.
“eh vanya sini nak”(ucap pak alex)
Vanya ikut bergabung dan ikut duduk di sana
“Gimana perusahaan wijaya”(tanya pak alex pada putrinya)
“Berjalan lancar kok pah, bahkan sekarng cabangnya ada di mana-mana”(ucap vanya)
“Iya, pak wijaya memang hebat, dia itu pengusaha yang sukses”(puji pak alex pada pak bima wijaya)
“Papa juga ngak kalah hebat kok”(ucap vanya memuji papa nya)
“Iya pa, mama sama vanya juga bangga kok sama papa”(timpal bu linda)
“Buktinya aja papa jadi orang kedua di kota ini setelah pak wijaya,dan perusahaan papa juga berkembang pesat sampai luar negri kan”(ucap vanya)
“Iya sayang, ini semua berkat kalian yang selalu support papa”(ucap pak alex pada anak dan istrinya)
“Oh iya pa, perusahaan cabang papa gimna”(tanya vanya)
“Berjalan lancer kok nak, tadi papa juga habis betemu client yang mau bekerja sama dengan perusahaan
papa”(ucap pak alex)
“Maaf ya pa, vanya sekarang jarang banget ke kantor papa”(ucap vanya)
“Iya nak tidak masalah, papa tau kamu sedang sibuk”(jawab pak alex)
“Iya pa, bahkan kebutik aja vanya jarang dan jarang mengontol butik cabang, selalu tika yang vanya andalkan”(ucap vanya)
__ADS_1
“Tika asisten kamu ya”(ucap bu indah)
“Iya ma”(jawab vanya)
“Apa dia belum menikah”(tanya bu indah)
“Belum ma”(jawab vanya)
“Lalu meli, kapan dia kan menikah”(tanya bu indah)
“Ah di amah ngak jelas ma, pacar aja ngak punya”(jawab vanya)
“oh ya, keepa tidak mencari, mama liat dia juga sekrang jarang keliatan”(ucp bu indah)
“Dia sekarang ngurus perusahaan papanya ma”(jawab vanya)
“Oh iya sayang, sepertinya sebentar lagi papa juga kan menyerahkan beberpa perusahaan papa ke kamu, kan papa juga sudah tua, dan sudah saatnya kamu yang melanjutkan perusahaan papa”(ucap pak alex)
“Iya pa, ngak papa kok, apa lagi kan vanya satu-satunya penerus keluarga pranata, ya walaupun vanya sudah menikah, bahkan vanya juga menjadi sekertaris aditya, tapi vanya kan tetap anak papa”(ucap vanya)
“Makasih ya sayang”(ucap pak alex)
“Ya udah, vanya ke kamar dulu ya ma pa”(ucap vanya sambil beranjak dari duduknya)
Vanya meninggalkan ruang keluarga dan berjalann menujun kamarnya, di dalam kamar vanya menatap langit-langit kamarnya.dia mencoba menutup matanya gar segera ter tidur tapi vanya tak kunjung tertidur dia sudah miring kesana kemari tetapi tetep saja tidak bisa tidur.
“Ih kenapa jadi susah tidur gini sih”(ucap vanya kesal )
Semenjak vanya menikah, dia tidur selalu di peluk aditya dan malamm ini aditya tidak ada di sampingnya.
“Dia lagi ngapain ya”(ucap vanya)
Vanya ingin menelfon suaminya, tapi dia takut menggangu pekerjaan suaminya, akhitnya vanya mengurungkan niatnya untuk menelfon suaminya.
*****
Di lain tempat aditya dann fahri sedang berada di sebuah tempat di mana mereka kaann bertemu dengan rekan-rekannya.
“Far tempat nya bener ini kan”(tanya aditya pada fahri)
“Iya pak bener ini”(jawab aditya)
Ketika berjalan ada seseorang yang menghampiri mereka.
“Pak aditya kan”(ucap seorang laki-laki itu adalah rekan kerja nya)
“Oh iya, ini pak agus ya”(ucap aditya)
__ADS_1
“iya pak, mari pak kita bergabung dengan yang lain, kebetulan ada pengusaha baru”(ucap pak agus)
“Pengusaha baru pak”(tanya aditya)
“Iya pak, dia anak salah satu investor di perusahaan kita”(ucap pak agus)
“oh”(ucap aditya singkat)
Mereka ikut bergabung dengan rekan yang lain.
“ini pak orangnya”(bisik pak agus menunjuk seorang pria)
Aditya menatap seseorang pria yang ada di depannya, dan begitupun pria tersebut.
“Kamu efan kan”(ucap aditya)
“Iya saya efan, kamu aditya kan”(ucap efan lagi)
“Iya, kita pernah ketemu saat kita di prancis”(ucap aditya)
“Oh senang bisa bertemu anda lagi di sini”(ucap efan sambil merangkul aditya)
“Ya jadi anda anak pak burhan”(ucap aditya)
“Iya benar sekali”(ucap efan)
“Bisa kita berteman lebih dekat, karena saya baru ke Indonesia jadi saya tidak punya teman”(ucap efan pada aditya)
“Iya pak tentu saja”(ucap aditya)
“Panggil nama saja”(ucap efan)
“Oke fan”(ucap aditya mereka tersenyum)
Acara demi acara akhirnya selesai, aditya dan fahri kembali di hotel tempat mereka singgah.
“Akhirnya selesai ya far”(ucap aditya pada asistennya)
“Iya pak”(jawab fahri)
“kalau lagi bekerja gini gue kayak tuaan ya lo panggil pak”(ucap aditya sambil tersenyum)
“Emang lo tua”(jawab fahri)
“Enak aja tuaan lo ya”(ucap aditya)
Mereka sudah sampai di depan hotel, mereka berjalan menuju kamar masing-masinguntuk segera beristirahat.Aditya merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur sambil menatap langit-lagit kamarnya.
__ADS_1
“Kok kangen ya sama vanya, sedang apa dia, atau sudah tidur”(ucap aditya)
“Sudahlah mungkin dia sudah tidur, mending aku segera tidur karena besok hari pulang”(ucap aditya sambil membenarkan posiisi tidurnya dan memejamkan matanya)