
"Bagaimana ini, aku tidak bisa menemukan vanya" aditya merasa sangat cemas, karena tak bisa menemukan vanya sudah 2 hari ini vanya belum juga pulang ke rumah.
aditya sudah menyebar semua anak buah nya untuk mencari keberadaan vanya.
dret... dret...
"Dit Lo dimana sekarang? " Tanya fahri dari balik telfon
" Gue lagi di butik vanya, ada apa? "
"Lo ngak ke kantor? gue kan lagi ngak bisa ke kantor karna lagi jagain meli. "
"Gue lagi cari vanya"
"memangnya vanya kemana dit? "
"vanya di culik sudah dua hari ini, belum juga ada kabar keberadaan vanya"
"Apa vanya di culik?, sudah dua hari ngak ada kabar?. dit Lo Yang bener aja, dua hari Yang lalu tepatnya ketika meli di operasi vanya datang ke rumah sakit" fahri sedikit tidak percaya mendengar kabar itu.
"Iya sepulang dari rumah sakit vanya di culik, gue juga belum tau siapa sebenarnya Yang sekap vanya.
"kenapa Lo ngak kasih tau gue si dit, kan gue biar bisa bantu Lo cari vanya."
"Iya udah sekarang kan Lo udah tau, gue mau lanjut cari vanya" aditya memutuskan sambungan telfonnya Dan melajukan mobilnya tanpa tujuan.
__ADS_1
sepanjang jalan aditya melamun. sambil memikirkan siapa Yang telah menyekap istrinya Dan apa tujuannya.
brughh...
" Apa aku menabrak seseorang? " ucap aditya langung keluar dari mobil.
ternyata benar aditya tak sengaja menabrak seseorang Yang Mau menyebrang.
"Maaf mbk saya tidak sengaja" ucap aditya membantu wanita itu berdiri.
" Aditya... " ucap seorang wanita itu setelah melihat aditya, seperti menggenal aditya.
"Eliza... kamu di Indonesia? " Tanya aditya terkejut melihat wanita Yang di tabraknya tak lain adalah teman baiknya di jerman. "Ayo.. kita duduk di sana dulu, sepertinya kamu terluka" ucap aditya menggambil P3K di mobilny.
"Engak perlu dit ini cuma luka sedikit aja kok, lagian tadi aku Yang ngak liat liat waktu mau nyebrang"
" Ya sudah sini aku bantu obatin luka kamu" aditya mengobati luka di bagian siku Eliza." oh iya kok kamu ngak ngomong ngomong si el, kalau ke Indonesia? "
" oh iya ini aku juga barusan aja sampai, Dan mau cari apartment gitu" jawab eliza
"Gimana kalau kamu di apartment aku aja el? "
" Tinggal sama kamu? " Tanya eliza menggernyit.
" Oh engak kok el, aku udah ngak di apartment aku lagi. kebetulan apartment aku kosong"
__ADS_1
"Oh gitu boleh juga" eliza menerima tawaran dari aditya.
" Ya udah ayo, aku anter ke apartment aku" ajak aditya terbangun dari duduknya selesai mengobati luka eliza.
eliza menggangguk.
mereka kini ada di dalam satu mobil milik aditya. biasanya aditya tidak pernah mau satu mobil dengan wanita lain selain vanya, mungkin ini karena dalam keadaan mendesak, jadi aditya satu mobil dengan eliza.
Tak Lama suasana hening dalam mobil pun berakhir, karena mereka sudah sampai di depan apartmen aditya.
" sudah samapi el, kamu tinggal masuk aja, ada anak buah aku di sana kamu tinggal masuk aja. aku juga udah suruh orang buat bantuin kamu beres beres"
"Oh iya, terimakasih ya dit. kamu ngak mau ikut masuk nganterin aku sampai dalam? " Tanya eliza menoleh ke arah aditya Yang tak kunjung membuka pintu mobilnya.
" engak el, maaf ya aku masih banyak urusan". celetuk aditya sambil tersenyum.
"Oh ya udah kalau gitu, sekali lagi terimakasih".
melempar senyuman Dan keluar dari mobil aditya.
Aditya pun membalas senyuman eliza, kemudian melajukan mobilnya.
" sayang kamu di mana.... " aditya merasa sangat tidak berguna karena tidak bisa menemukan keberadaan istrinya.
ntah lah mengapa harus vanya Yang di sekap oleh sandi. kenapa bukan aditya saja karena musuhnya dalah aditya bukan vanya.
__ADS_1