Sekretarisku Canduku

Sekretarisku Canduku
Episode 45 Di cuekin


__ADS_3

Vanya terkejut melihat mobil aditya yang sudah ada di


garansi,karena seharusnya aditya masih ada di kantor.vanya merasa gagal rencana


nya dia ingin melayani aditya sebelum aditya pulang kantor,tapi malah aditya


sudah pulang lebih dulu.


Vanya dengan malas keluar dari mobil dan berjalan memasuki


apartment,vanya masuk dan aditya tidak menyambutnya,dimana aditya kenapa dia


tidak ada di ruang tamu,dan di ruang keluarga juga tidak ada,di kamar juga


tidak, dimana dia,apa dia pergi dengan fahri.


Vanya mencari aditya di ruang kerja,seketika matanya


menemukan sosok yang sedang di cari,vanya mendekati aditya yang sedang menatap


laptop,dan duudk di depan aditya.”kamu udah pulang”tanya vanya dengan hati-hati


pada aditya,namaun tidak ada jawaban dari aditya,dia hanya terdiam.


“kamu marah sama aku”tanya vanya lagi melihat aditya yang


tidak memeprdulikannya,dan jawabannya masih sama aditya tidak merespon.”ya udah


aku minta maaf aku salah, aku juga ngak tau klau client aku itu efan”vanya


mencoba menjelaskan pada aditya,namun aditya hanya melihat vanya sekilas dan


kembali menatapnya.”ya udah kalau kamu masih marah sama aku,aku dulun ke kamar


ya”ucap vanya sambil beranjak dari duudknya dan melangkahkan kakinya ke kamar


dengan perasaan bersalah.


Aditya menatap kepergian vanya,aditya memijat pelipisnya dan


mengusapp wajahnya dengan kasar.”kemana dia,kenapa dia baru pualng jam segini,


apa dia menemui laki-laki itu lagi”aditya semakin menjadi-jadi dia semakin


menduga duga hal buruk pada vany.”aakkhhhh brengsek”aditya membanting foto


pernikahannya yang ada di meja kerjannya.kemudian berjalan menuju kamarnya


untuk menghampiri vanya.

__ADS_1


Sampai di depan pintu kamar aditya memmbuka pintu,sekita


matanya berhenti menatap pemandangan yang ada di depannya dan menelan


salivanya.”sial kenapa harus begini”gerutu aditya kesal, aditya membuka pintu


kamar dan membatingnya sampai pintu itu tertutup kembali.


Bruakkkkkk


Vanya terkejut mendengar suara pintu yang terbanting dengan


keras kemudian melihat aditya yang masuk kamar dengan wajah merah padam, kemudian


mendekati vanya yang sedang berganti baju,vanya buru-buru menaikikan


bajunya,namun tangannya di tahan oleh aditya.dia menatap vanya dengan tatapan


mematikan seperti ingin menerkap.


Vanya mengerti apa yang akan di lakukan aditya, dia langsung


menahan tangan aditya.”jagan lakukan itu ketika kamu sedang marah, aku tidak


suka dengan kekerasan”ucap vanya lemut di telingga aditya sambil meneteskan


peluhnya dan menatap aditya, sehingga membuat aditya tiddak tega.”ayo kita


antara kita”bujuk vanya berhasil membut amarah aditya sedikit redah.


Mereka duduk di sofa saling bertatap-tatapan.”Aku minta maaf


kalau aku tidak bercerita tentang evan, aku juga tidak tau menggenai


perasaannya, bahkan aku juga tidak tau kalau dia adalah client ku, masalah dia


tiba tiba memelukku aku juga terkejut karena aku bener-bener lupa kalau dia


adlaah orang yang pernah aku tabrak”vanya menjelaskan panjang lebar pada aditya


supaya aditya tidak sal;ah paham lagi.”peercaya lah pada ku,aku tidak pernah


menghianatimu”vanya meyakinnkan aditya.


Aditya mengela nafasnya kasar sambil menatap vanya.”aku


minta maaf,seharusnya kau tidak bersikap seperti ini pada mu,aku hanya tidak


suka kamu di peluk sama dia,aku minta maaf”aditya menyesal karena sudah sangat

__ADS_1


marah tadi pada vanya.”lalu kamu pergi kemana, aku tidak melihat kamu ada di


kantor, apa kamu bertemu dia”tanya aditya sedikit penasaran kemana perginya


vanya.


“Tadi meli ngajakin ketemuan, katanya ada sesuatu yang ingin


di sampaikan, jadi kau pergi menemuinnya, di sana aku juga ketemu sama fahri


dan tika”jelasnya tak ingin membuat suaminya salah paham lagi,sudah cukup


melihat kemarahan aditya, dan berharap ini yang petama dan juga yang terkahir.


Tanpa ada sedikit kata yang di ucapkan aditya, dan tanpa


berkomentar mendengar penjelasan istrinya.aditya berjalan menuju ranjang dan


menjatuhkan tubuhnya di atas kasur,vanya heran melihat tingkah suaminya yang


hanya diam dan meninggalkannya, apa aditya masih marah, atau dia memang sudah


lelah karena habis marah-marah.vanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Kemudian berjalan mendekati aditya dan membaringan tubuhnya


di samping aditya yang membelakanginya.vanya membenamkan wajahnya di bantal dan


memejamkan matanya.miring kanan sudah miring kiri sudah, terlentang sudah


telungkup juga sudah bahkan vanya meringkuh seperti bayi pun juga sudah tapi


kenapa vanya juga belum bisa tertidur.


Senyum tipis terlihat di bibir aditya, yang melihat tingkah


istrinya yang tidak bisa tidur dan terung bergerak di belakanngnya.aditya


membalikan tubuhnya menghadap vanya dan menarik tubuh vanya adar menekat


dengannya dan memeluk tubuh  istrinya


yang mungil itu.vanya tersenyum mendapat perlakuan dari aditya,kemudian dia


membenamkan wajahnya di dada bidang suaminya kemudian terlelap.


Bisa-bisanya segampang itu vanya sudah tertidur ketika


berada di pelukan  aditya, mungkin karena

__ADS_1


sudah terbiasa tidur di peluk suaminya jadi tidak bisa tidur ketika vanya tidak


di peluk oleh aditya.


__ADS_2