
Vanya terkejut melihat mobil aditya yang sudah ada di
garansi,karena seharusnya aditya masih ada di kantor.vanya merasa gagal rencana
nya dia ingin melayani aditya sebelum aditya pulang kantor,tapi malah aditya
sudah pulang lebih dulu.
Vanya dengan malas keluar dari mobil dan berjalan memasuki
apartment,vanya masuk dan aditya tidak menyambutnya,dimana aditya kenapa dia
tidak ada di ruang tamu,dan di ruang keluarga juga tidak ada,di kamar juga
tidak, dimana dia,apa dia pergi dengan fahri.
Vanya mencari aditya di ruang kerja,seketika matanya
menemukan sosok yang sedang di cari,vanya mendekati aditya yang sedang menatap
laptop,dan duudk di depan aditya.”kamu udah pulang”tanya vanya dengan hati-hati
pada aditya,namaun tidak ada jawaban dari aditya,dia hanya terdiam.
“kamu marah sama aku”tanya vanya lagi melihat aditya yang
tidak memeprdulikannya,dan jawabannya masih sama aditya tidak merespon.”ya udah
aku minta maaf aku salah, aku juga ngak tau klau client aku itu efan”vanya
mencoba menjelaskan pada aditya,namun aditya hanya melihat vanya sekilas dan
kembali menatapnya.”ya udah kalau kamu masih marah sama aku,aku dulun ke kamar
ya”ucap vanya sambil beranjak dari duudknya dan melangkahkan kakinya ke kamar
dengan perasaan bersalah.
Aditya menatap kepergian vanya,aditya memijat pelipisnya dan
mengusapp wajahnya dengan kasar.”kemana dia,kenapa dia baru pualng jam segini,
apa dia menemui laki-laki itu lagi”aditya semakin menjadi-jadi dia semakin
menduga duga hal buruk pada vany.”aakkhhhh brengsek”aditya membanting foto
pernikahannya yang ada di meja kerjannya.kemudian berjalan menuju kamarnya
untuk menghampiri vanya.
__ADS_1
Sampai di depan pintu kamar aditya memmbuka pintu,sekita
matanya berhenti menatap pemandangan yang ada di depannya dan menelan
salivanya.”sial kenapa harus begini”gerutu aditya kesal, aditya membuka pintu
kamar dan membatingnya sampai pintu itu tertutup kembali.
Bruakkkkkk
Vanya terkejut mendengar suara pintu yang terbanting dengan
keras kemudian melihat aditya yang masuk kamar dengan wajah merah padam, kemudian
mendekati vanya yang sedang berganti baju,vanya buru-buru menaikikan
bajunya,namun tangannya di tahan oleh aditya.dia menatap vanya dengan tatapan
mematikan seperti ingin menerkap.
Vanya mengerti apa yang akan di lakukan aditya, dia langsung
menahan tangan aditya.”jagan lakukan itu ketika kamu sedang marah, aku tidak
suka dengan kekerasan”ucap vanya lemut di telingga aditya sambil meneteskan
peluhnya dan menatap aditya, sehingga membuat aditya tiddak tega.”ayo kita
antara kita”bujuk vanya berhasil membut amarah aditya sedikit redah.
Mereka duduk di sofa saling bertatap-tatapan.”Aku minta maaf
kalau aku tidak bercerita tentang evan, aku juga tidak tau menggenai
perasaannya, bahkan aku juga tidak tau kalau dia adalah client ku, masalah dia
tiba tiba memelukku aku juga terkejut karena aku bener-bener lupa kalau dia
adlaah orang yang pernah aku tabrak”vanya menjelaskan panjang lebar pada aditya
supaya aditya tidak sal;ah paham lagi.”peercaya lah pada ku,aku tidak pernah
menghianatimu”vanya meyakinnkan aditya.
Aditya mengela nafasnya kasar sambil menatap vanya.”aku
minta maaf,seharusnya kau tidak bersikap seperti ini pada mu,aku hanya tidak
suka kamu di peluk sama dia,aku minta maaf”aditya menyesal karena sudah sangat
__ADS_1
marah tadi pada vanya.”lalu kamu pergi kemana, aku tidak melihat kamu ada di
kantor, apa kamu bertemu dia”tanya aditya sedikit penasaran kemana perginya
vanya.
“Tadi meli ngajakin ketemuan, katanya ada sesuatu yang ingin
di sampaikan, jadi kau pergi menemuinnya, di sana aku juga ketemu sama fahri
dan tika”jelasnya tak ingin membuat suaminya salah paham lagi,sudah cukup
melihat kemarahan aditya, dan berharap ini yang petama dan juga yang terkahir.
Tanpa ada sedikit kata yang di ucapkan aditya, dan tanpa
berkomentar mendengar penjelasan istrinya.aditya berjalan menuju ranjang dan
menjatuhkan tubuhnya di atas kasur,vanya heran melihat tingkah suaminya yang
hanya diam dan meninggalkannya, apa aditya masih marah, atau dia memang sudah
lelah karena habis marah-marah.vanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Kemudian berjalan mendekati aditya dan membaringan tubuhnya
di samping aditya yang membelakanginya.vanya membenamkan wajahnya di bantal dan
memejamkan matanya.miring kanan sudah miring kiri sudah, terlentang sudah
telungkup juga sudah bahkan vanya meringkuh seperti bayi pun juga sudah tapi
kenapa vanya juga belum bisa tertidur.
Senyum tipis terlihat di bibir aditya, yang melihat tingkah
istrinya yang tidak bisa tidur dan terung bergerak di belakanngnya.aditya
membalikan tubuhnya menghadap vanya dan menarik tubuh vanya adar menekat
dengannya dan memeluk tubuh istrinya
yang mungil itu.vanya tersenyum mendapat perlakuan dari aditya,kemudian dia
membenamkan wajahnya di dada bidang suaminya kemudian terlelap.
Bisa-bisanya segampang itu vanya sudah tertidur ketika
berada di pelukan aditya, mungkin karena
__ADS_1
sudah terbiasa tidur di peluk suaminya jadi tidak bisa tidur ketika vanya tidak
di peluk oleh aditya.