Sekretarisku Canduku

Sekretarisku Canduku
Episode 56 Siap siaga


__ADS_3

Setelah beberapa lama aditya di kamar mandi, akhirnya selesai juga. dan sekarang  saatnya vanya


yang harus membersihkan dirinya. Vanya beranjak dari tempat tidur dengan berbalutkan selimut yang menutupi tubuhnya, vanya tampak malu karena aditya memperhatikan pergerakannya. vanya secepat mungkin melangkah ke kamar mandi dan menutup pintunya.senyum tipis terpapar di bibir aditya melihat tingkah laku istrinya.


Aditya duduk di pinggir ranjang sambil memainkan ponselnya.menunggu vanya yang masih di dalam kamar mandi.sambil memesan makanan.


Setelah beberapa aditya menunggu vanya, akhirnya vanay keluar juga dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di tubuhnya dan rambutnya yang terurai basah.melihat aditya yang ada di sudut ranjang vanya


melangkah cepat ke ruang  ganti untuk segera mengganti bajunya.


“akhirnya selesai juga”ucap vanya lega, kemudian keluar dari ruang ganti di kejutkan dengan aditya yang berdiri di depannya.


“Kamu ngapain di sini?”tanya vanya gugup melihat suaminya ada di depannya


“Nunggu kamu ganti baju lama banget”ucap aditya dengan santainya sambill mengamati istinya.


“kamu ngintip aku ya”curiga vanya sambil menunjuk suaminya, yang malah tertawa mendengar ucapannya


“Kenapa aku harus menggintip, aku sudah tau semua bentuknya”jawab aditya tersenyum, kemudian lengannya di pukul oleh vanya.”aau… sakit yang” aditya menggelus lengannya.kemudian melangkah menjauh dari aditya.


“Ya sudah kamu mau ngapain nungguin aku sampai berdiri di sini”tanya vanya yang kesal dengan suaminya karena selalu saja menggodanya.

__ADS_1


“Ya aku mau mesra-mesraan lah sama kmu kan ngak bisanya kita bisa lama di rumah gini”jawab aditya sambil memeluk vanya  sedang sibuk di depan kaca.


“Ih sayang… nanti dulu dong aku lagi nyisirin rambut aku ini”ucap vanya melepas pelukan suaminya


“Ya udah deh, aku tunggu di bawah kita makan malam dulu”ucap aditya melepas pelukannya dan meningggalkan vanya di dalam kamar. Kemudian menuju ruang makan.


“Oh iya, makanannya kan belum aku siapin pindahin ke piring tadi”Ntah lah apa yang terjadi pada aditya, tidak seperti biasanya dia mau menyiapkan makanan, biasanya selalu saja vanya yang menyiapkannya.


Vanya yang melihat suaminya mondar-mandir di dapur pun mengernyit, apa yang sebenarnya suaminya lakukan?. Kemudian vanya  mendekati suaminya yang sudah berada di meja makan.


“Siapa yang nyiapain ini semua yang”tanya vanya melihat sudah ada hidangan makan malam di atas meja makan, karna seingatnya dia belum menyiapkannya malam ini.


“Oh ini aku tadi yang nyiapin”jawab aditya sambil menarik kursi untuk menyuruh vanya duduk


“Engak yang, kmu kan tau aku ngak bisa masak, itu tadi aku pesen pas kamu lagi mandi”jawab aditya kemudian mau menggambil sendok nasi, dan menggambilkannya untuk vanya. Tetapi tangannya di tahan oleh vanya.


“Jagan biar aku yang melakukannya”vanya menahan tangan sumainya,kemudian menggambilkan nasi dan lauk yang ada di sana.


Sepertiu sudah kebiasaan mereka tidak ada yang berbicara ketika sedang makan, hanya sendok dan garbu lah yang terdengar saling beseteru.


“sayang kamu duluan aja ke kamar nanti aku menyusul, selesai membereskan ini”pinta vanya pada aditya, karena tadi aditya sudah mempersiapkan makanannya.

__ADS_1


“Engak-engak aku mau bantu kamu aja, aku ngak mau kamu terus yang melayani aku”tolak aditya, yang ingin membantu istinya sepertinya aditya ingin menjadi suami yang siap siaga menjaga istinya.


“sayang, biar aku aja yang membereskannya, sudah tugasku untuk melayanimu karena hidupku hanya untukmu”ucap vanya lembut pada suaminya, agar suaminya mau menuruti permintaannya.”pergi lah ke kamar, aku kan menyusul mu nanti”


Aditya menghela nafasnya kasar, seperti dengan terpaksa dia harus menuruti permintaan istinya itu.tetapi dia juga merasa senang mempunyai istri seperti vanya,di tambah lagi dengan kata-kata vanya barusan, yang menggatakan hidupnya hanya untuk suaminya. Betapa berbunga-bunga hati aditya mendengarnya.


Selesai membereskan semuanya vanya menyusul aditya di dalam kamar yang sudah berbaring, mungkin aditya sudah menggantuk.kemudian vanya menbaringkan tubuhnya di samping aditya.


“Kok belum tidur”tanya vanya melihat suaminya yang masih melamun


“Nungguin kamu”jawab aditya tanpa menoleh kea rah vanya.


“Ya sudah, kita tidur sekarang yuk”ajak vanya, sepertinya vanya lah yang sudah kelelahan.


“Sekali lagi yuk yang”celetuk aditya membuat mata vanya membulat sempurna, bahkan tadi mereka tidak melakukannya hanya sekali saja, dan sekarang aditya malah mau lagi.


“Yang besok aja ya, aku capek”ucap vanya dengan wajahnya yang memang menampakan kelelahannya.


“Ya sudah, kita tidur sekarang” ucap aditya iba melihat wajah istinnya.


Aditya tidur dengan memeluk vanya, karena sudah kebiasaan mereka berdua ketika tidur harus berpelukan.

__ADS_1


Entah lah itu sejak kapan, tapi memang itu lah yang terjadi, jika aditya tidur tanpa memeluk vanya pasti dia tidak bisa tidur begitupun dengan vanya yang sangat nyaman berada di dekapan suaminnya. meskipun awalnya mereka sama-sama canggung tapi kini mereka sudah menemukan kenyamanan mereka saat sedang berdua.


__ADS_2