
Pagi-pagi aditya sudah sibuk dan sedikit kesal mendapat pesan dari asistenya fahri karena pagi ini aditya harus beragkat ke luar kota untuk menyeselaikan beberapa pekerjaan.lenapa aditya kesal?, karena kondisi yang saat ini tidak memungkinkan untuk berpergian menungnggalkan vanya, walau hanya sehari saja namun aditya khawatir.
“sial gimana ini, aku harus datang ke sana karena ada pekerjaaan yang harus aku selesaikan, tapi aku juga ngak bisa ninggalin vanya, kalau vanya aku bawa terus bagaimana dengan kantor, dan kantor papanya”pagi pagi aditya sudah di buat binggung dan kesal tapi aditya tetap harus pergi menyelesaikan pekerjaannya.
Vanya memperhatikan langkah sumainya yang mondar mandir di dekat ranjang sambil memegang ponselnya.
“kamu kenapa?”tanya vanya heran melihat suaminya
“aku binggung karna harus pergi keluar kota hari ini untuk menyelelesaikan beberapa pekerjan”kata aditya sambil menattap suaminya dengan wajah lesu
“lalu,kenapa kok kayak ngak senang gitu”tanya vanya menatap aditya sambil menaikan sebelah alisnya
Aduh ngak mungkin aku bilang sama vanya soal seseorang yang neror aku, pasti nanti dia bakalan khawatir batin aditya binggung menjelaskan pada vanya.
__ADS_1
“kok malah diam sih, aku tanya sama kamu”tegas vanya melihat suaminya yang melamun tidak menjawab nya
“ya aku khawatir sama kamu, aku ngak bisa ninggalin kamu saat seperti ini”jelas aditya memegang bahu vanya dan menatap mata vanya dengan lesu.
“kamu ngak usah khawatir sama kau, aku baik-baik aja kok, kmu tenang aja aku pasti baik-baik aja.emang kamu mau brapa hari di sana”vanya tersenyum mencoba menenangkan aditya.
Namun aditya masih merasa tidak tenang, menggingat pesan-pesan yang menerornya.
“ aku Cuma sehari di sana.sayang, sebenarnya ada seseorang yang meneror aku”ucap aditya dengan terpaksa agar vanya bisa lebih hati-hati lagi saat tidak bersamanya.
“aku juga tidak tau yang, yang penting ada seseorang yang selalu mengirim pesan dan meminta ku untuk meninggalkan mu jika aku tidak ingin menerima akibatnya”aditya menjelakan pada vanya dengan gusar.
__ADS_1
Vanya diam ternyata bukan hanya dia yang mendapat pesan itu, tetapi aditya juga mendapatkan pesan yang smaa dengannya. Siapa sebenarnya orang yang mengirim pesan itu, daan apa tujuannya.vanya terdiam berfikir
memutar otaknya yang biasanya cemerlang.
“yang, kamu kok malah diam si”tanya aditya melihat raut wajah istrinya yang berubah
Apa aku harus bilang ke aditya kalau aku juga mendapat pesan yang sama, nanti aditya semakin kahawir lagi”oh ngak papa yang aku lagi mikir aja siapa yang ngirim pesan itu ke kamu”vanya akhirnya tidak memberi tahu pada
aditya kalu dia juga mendapat pesan yang sama.
“oh, aku pikir kamu kenapa, nah itu yang buat alasan aku ngak bisa ninggalin kamu”ucap aditya menatap vanya.
“sayang kamu tenang aja, aku akan baik-baik aja kok di sini, lagian kegiatann aku juga ngak terlalu banyak kok , hari ini aku di kantor kamu buat mengurus kantor kamu selama kmu tidak ada di sana, dan ketika kamu urus kantor cabang kamu, jadi aku ngak ke kantor papa aku”vanya menenagkan aditya agar tidak cemas memikirkan dirinya.
__ADS_1
“ya udah kalau begitu, aku bkalan nyuruh anak buah aku ngawasi kamu ya, biar kau bisa tenang di sana aku ngak mau kamu kenapa-napa. Aku pergi pagi ini ya, sama fahri kamu baik-baik di sini”aditya menggengam tangan istrinya ddan memeluknya.