
akhirnya mobil Yang membawa vanya berhenti di sebuah rumah mewah. sepertinya vanya sudah sadar namun vanya sangat lemas.
"ini bos cewek Yang bos suruh sudah kami bawa"
"benar sekali ini istri aditya"dengan sedikit menggangkat bibirnya.
"sekarang bawa dia ke kamar sepertinya dia sangat lemah"perintahnya pada anak buahnya.
tiba-tiba vanya terjatuh kepelukannya karena vanya merasa sangat pusing Dan lemah.
"eh apa apaan ini" sandi pun terkejut mendapati tubuh Yang ada di pelukannya.
" sepertinya wanita ini sangat lemah bos jadi dia pingsan"
"aghh.. ya sudah biar saya Yang bawak ke kamar, tolong panggilkan dokter pribadi saya, saya ngak mau di mati di sini"ucap sandi melangkah meninggalkan anak buahnya Dan mengendong vanya ke
sandi adalah musuh aditya dalam berbisnis, karena merasa kesal selalu di kalahkan aditya dalam memenangkan proyek. belum lagi kekasihnya juga pernah tergila gila dengan aditya. sampai sampai meninggalkannya saat akan melaksanakan pernikahan.
"Darah apa ini? " ucap sandi melihat darah Yang ada di kaki vanya. apa dia sedang hamil atau dia kenapa. banyak sekali pertanyaan Yang berputar di kepalanya. namun dokter sudah tiba di kamar tempat di vanya baringkan.
"maaf pak siapa Yang sedang sakit? Tanya dokter wina pada sandi
"ini dok" sandi menunjuk vanya Yang sedang terbaring tak sadarkan diri.
__ADS_1
"baik pak, saya akan periksa istri bapak dulu, silahkan bapak tunggu di luar"pinta sayang dokter Yang menggira vanya adalah istrinya sandi.
sandi pun keluar kamar dengan menggernyit mendengar ucapan dokter wina barusan Yang menggatakan vanya adalah istrinya.
"ah... "vanya merintih memeggangi perutnya. "dokter" ucapnya melihat seseorang dokter berdiri di sampingnya.
"iya buk saya akan memeriksa ibuk.. permisi ya but"
vanya menganguk. kemudian dokter memeriksanya vanya.
"Bagaimana dok keadaan saya Dan janin saya" Tanya vanya melihat raut wajah dokter wina.
"Maaf buk, janin Yang ada di dalam kandungan ibu tidak dapat di selamatkan. akibat benturan Yang sangat keras di bagian perut ibu. ucap dokter wina.
"Engak dok, ngak mungkin saya keguguran "ucap vanya terduduk sambil menanggis.
"ibu Yang sabar ya, ini semua cobaan dari Yang maha kuasa" dokter wina mencoba menenggkan vanya.
vanya merasa kecewa dengan dirinya sendiri Yang tak mampu menjaga kandungannya dengan baik. pasti aditya kecewa jika mengetahui aku ke guguran. batin vanya.
" ya sudah buk saya permisi" pamit dokter wina kemudian keluar dari kamar vanya.
"bagaimana keadaannya dok"Tanya sandi melihat dokter wina keluar dari kamar vanya.
__ADS_1
"maaf pak janin Yang ada di dalam kandungan istri bapak tidak dapat di selamat kan"
" apa janin?, jadi dia hamil dok"Tanya sandi sambil mengernyit
"jadi bapak tidak tau kalau istri bapak hamil? "dokter wina pun sedikit binggung mendengar ucapan sandi barusan.
"oh iya dok terimakasih" ucap sandi memotong ucapan dokter wina.
" ya sudah saya permisi ya pak"dokter wina meninggalkan rumah sandi.
sandi masuk ke kamar vanya Dan melihat vanya Yang sedang meringkuh sambil terisak isak.
"sudah jangan menanggis"
"Oh jadi kau Yang menyuruh anak buah mu menyekap ku"ucap vanya sambil merekatkan giginya merasa sangat marah Dan kecewa. "dasar pembunuh, kau tau karna perbuatanmu janin Yang ada dalam kandungan ku tidak dapat di selamatkan"tangis vanya pecah.
"heh jangan salahkan aku, aku tidak tau kalau kau sedang hamil. lagian apa peduli ku dengan mu ha? " sandi mengelak tak terima jika dia Yang di salahkan membunuh.
vanya tak lagi memperdulikan ucapan sandi. di hanya menangis. " kenapa kau menyekap ku, lepaskan aku.. aku ingin pulang" teriak vanya memberontak ingin berlari keluar dari kamar. namun sandi dengan sigap menarik tangan vanya hingga vanya terbanting di tempat tidur.
"jangan coba coba untuk kabur, mengerti" tegas sandi menggeratkan giginya.
sandi menggunci vanya di dalam kamar Dan menyuruh anak buahnya berjaga di depan pintu kamar vanya.
__ADS_1