Sekretarisku Canduku

Sekretarisku Canduku
Episode 25 Tidak sengaja menabrak


__ADS_3

Fahri menatap langit-langit kamarnya sambil membayangkan wajah gadis yang telah menolongnya tadi yaitu meli.


“Dia itu nyebelin, tapi dia juga baik sih”(ucap fahri dalam lamunannya)


Kemudian fahri tersadar dalam lamunannya


“kenapa, gue jadi mikirin dia sih”(ucap fahri  sambil menepuk dahinya)


“Ah sudah lah, yang ada sial terus kalau bertemu dengannya”(ucap fahri lagi)


Kemudian menutup matanya dan menutup wajahnya dengan sebuah bantal.


“Ih.. kenapa wajah dia terus sih yang muncul”(ucap fahri kesal)


“Enggak… nggak… gue harus tidur karena besok gue ada meating sama aditya jadi harus bangun pagi”(ucap fahri sambil berusaha untuk tidur)


Akhirnya setelah banyak drama yang di lakukan fahri untuk tertidur, fahri pun kini sudah terlelap dalam tidurnya.


*****


Mentari sudah menanti, menunjukan pagi telah tiba, semua orang sudah harus mulai beraktifitas.Ike yang sedang sibuk di dapur utuk membuatkan sarapan untuk tuan dan nyonyanya.Vanya sudah selesai bersiap untuk


berangkat ke kantor, dan memutuskan untuk menunggu aditya di meja makan, Karen aditya sedang mandi.


“Sayang aku tunggu di bawah untuk sarapan ya, semua perlengkapan kamu udah aku siapin di atas tempat tidur”(ucap vanya sambil teriak)


“Iya”(teriak aditya dari dalam kamar mandi)


Vanya turun ke bawah mengunakan tangga, dia melihat ike yang sedang menyiapkan sarapan, kemudian vanya mengamati ike dari ke jauhan, dia melihat ada perbedaan pada ike.Pagi ini ike sengaja memakai rok span yang


pendek, dan di satukan dengan kaos yang tipis sehingga sedikit menerawang dan belah di bagian dadanya.


“Kenapa dengan pakaiannya dia, tidak seperti biasannya”(ucap vanya heran)


Kemudian vanya turun menghampiri ike, tapi tidak menanyakan perbedaan pada ike.


“Pagi nyonya”(sapa ike)


“Pagi ke”(jawab vanya sambil duduk di sebuah kursi)


“Nyonyya apa mau sarapan duluan?”(tanya ike)


“Tidak, saya menunggu suami saya”(jawab ike)


“Baik nyonya”(ucap ike)


“Oh.. iya ke, kamu udah menikah?”(tanya ike)


“Belum nyonya”(jawab ike sambil menggelengkan kepalanya)


“Kenpa?, kamu kan cantik ya”(ucap ike lagi)


“Iya mungkin, tidak ada yang mau sama saya karena saya art nyonya”(jawab ike)


“Loh, kenapa gitu, tapi ke iya kenapa kamu mau kerja sebagai art, kan kamu bisa cari pekerjaan yang lain”(ucap vanya)


“Iya, saya mah mau kerja apa aja yang penting halal nyoya”(jawab ike)


Ketika mereka sedang asik berbicara, sehingga tak sadar bahwa aditya sudah berjalan menuju meja makan, vanya yang memperhatikan cara ike memandang suaminya, vanya mengernyitkan dahinya.


“Maaf sayang menunggu lama”(ucap aditya menghampiri vanya dan mencium bibir vanya sekilas)


Aditya duduk di samping vanya, dan ike duduk di depan aditya, karena dari awal vanya yang selalu menyuruh ike untuk makan bersama, vanya bukanlah orang yang suka membedakan-bedakan kasta, walaupun dia itu orang kaya.

__ADS_1


“Sayang kamu mau makan yang mana?”(tanya vanya pada aditya)


“Terserah kamu aja yang, apa pun yang kamu ambi;lkan pasti akan aku makan”(jawab aditya)


Kemudian vanya menggambil kan beberapa menu makanan dan meletakanpada piring aditya, sontak vanya di buat kaget dengan tingkah ike, ike mengambilkan sepotong ayam goreng dan meletakkan pada piring aditya, vanya


hanya diam saja, dan aditya tidak menyadarinya.Aditya yang biasa makan di suapi istrinya.


“Sayang, kapan ya kita bulan madu”(ucap aditya membuat ike tersedak)


Uhuk… uhukkkk


“Kau kenapa ke?”(tanya vanya)


“Tidak nyonya, saya keselek aja”(jawab ike)


“Mangkanya makannya pelan-pelan aja”(ucap vanya)


Vanya lanjut menyuapi aditya, aditya memang sangat cuek dengan wanita, selain vanya dan orang lain terdekatnya. Ike yang terus menatap wajah tampan aditya, dia tidak sadar bahwa vanya memperhatikannya,tapi vanya tidak menegurnya, aditya yang sadar kalau ike memperhatikannya.


“Kau kenapa melihatku seperti itu, mau aku colok pakai garbu”(ucap aditya ketus)


Ike terkejut mendengar ucapan tuannya yang sangat kasar


“Maaf tuan”(ucap ike)


“Sayang jagan gitu dong”(ucap vanya)


“Abis dia liatin aku kayak gitu”(ucap aditya)


“Ya udah kita berangkat ke kantor aja yuk”(ajak vanya)


“Ayuk, lagian aku juga mau meating pagi ini, kita pisah di tengah jalan nanti yang”(ucap aditya)


Mereka berangkat ke kantor setelah ada beberapa drama pagi ini.


"Sekarang kalian bisa bersenang-senang bersama, dan kau tuan kau bisa sekarang mengacuhkan ku dan kasar pada ku, tapi liat saja nanti"(ucap ike dalam hati)


vanya dan aditya kini sudah mengemudi mobil  mereka masing-masing, Aditya dan vanya sudah terpisah jalan, karena aditya harus meating di luar kantor.Vanya melamun kan tingkah ike tadi.


“Kenapa dia seperti itu”(ucap vanya)


“Apa dia suka dengan suamiku”(ucap vanya sambil bertanya-tanya)


Tiba-tiba vanya terkejut, dan menghentikan mobilnya mendadak.


“Apa aku menabrak seseorang”(ucap vanya)


“Astaga…. Sepertinya iya”(ucap vannya sambil membuka pintu mobilnya)


Vanya turun menghampiri orang yang dia tabrak,tapi orang itu tidak pingsan hanya sedikit luka di bagian sikunya.


“Maaf mas, saya tidak sengaja”(ucap vanya pada seorang laki-laki)


“Tidak papa, lain kali kalau nyetir liat-liat jagan melamun”(ucap laki-laki itu ketus sambil nyengir menahan sakit”


“Iya mas, maaf ya, ya sudah kalau begitu ayo saya atar ke rumah sakit mas, saya kan tanggung jawab”(ucap vanya)


“Tidak, saya bukan laki-laki lemah”(jawab laki-laki itu)


“Tapi mas, itu berdarah”(ucap vanya sambil menunjuk siku laki-laki itu)


“saya bilang tidak ya tidak”(bentak laki-laki itu)

__ADS_1


“Kok mas nyolot sih, kan saya Cuma mau tanggung jawab aja”(ucap vanya kesal)


“kamu tau, gara-gara kamu baju saya kotor terkena darah, dan saya juga harus meating pagi ini”(ucap laki-laki itu)


“Yak an saya sudah minta maaf mas, lagian mas mau nyebrang  ngak liat-liat”(ucap vanya membela diri)


“Kamu nyalahin saya”(tanya laki-laki itu sambil matanya melotot)


“Ya udah, gini aja kalau mas ngak mau saya bawa ke rumah sakit, sini saya obatin”(ucap vanya sambil megambil kotak p3k di mobilnya)


“Ayo.. “(ajak vanya pada laki-laki itu untuk menepi dan duduk di sebuah kursi taman)


Vanya mengobati laki-laki itu dengan teliti dan hati-hati.


“Cantik juga gadis ini, baik lagi, tapi galak banget”(ucap laki-laki itu dalam hati)


“AU… Pelan-pelan dong, kamu mau bunuh saya”(ucap laki-laki itu)


“Ini udah pelan kok”(jawab vanya)


“Udah selesai”(ucap vanya )


“Kalau begitu saya bisa pergi kan”(ucap vanya sambil melangkah beranjak pergi)


“Eh, tunggu”(tahan laki- laki itu)


Vanya membalikan tubuhnya


“Siapa namamu”(tanya laki itu)


“Buat apa,kau menanyakan nama ku”(jawab vanya)


“Jika nanti terjadi apa-apa dengan ku, aku kan menuntut mu”(jawab laki-laki itu)


“Nama ku vanya”(ucap vanya kesal)


“Baik lah, nama ku Efan ”(ucap laki-laki itu menyebutkan namanya)


“Ngak tanyak”(ucap vanya ketus dan berlalu meninggalkan laki-laki itu)


Vanya  mengemudi mobilnya dengan sedikit menambah kecepatannya agar cepat samapi di kantor,setelah


30 menit kini vanya sudah samapi di depan kantor.vanya melihat aditya yang sudah ada di depan kantor.


“Loh, yang kamu ngak jadi meating”(tanya vanya)


“Engak yang, client nya ngak datang”(jawab aditya)


“kamu kok baru sampai?”(tanya aditya)”


“Iya.. tadi aku nabrak orang di jalan”(jawab vanya)


“Kok bisa, terus kamu kenapa, ada yang luka ngak”(tanya aditya panik sambil memutar tubuh istrinya)


“Aku ngak kenapa-napa, Cuma orang yang aku tabrrak luka “(jawab vanya)


“Terus kamu bawa kerumah sakit ngak?”(tanya aditya lagi)


“Aku udahh ajakin tapi dia ngk mau, ya udah akhirnya aku obati pakai p3k aja”(jawab vanya)


“Ya udah, mulai besok kamu berangkat sama aku aja, kalau ngak kita pakai sopir, ngak ada tolakan”(tegas aditya)


Vanya hanya menganguk menyetujui ucapan aditya, dia tau  aditya seperti itu karena aditya sangat khawatir.

__ADS_1


__ADS_2