Sekretarisku Canduku

Sekretarisku Canduku
Episode 65 Merasa tidak tega


__ADS_3

keadaan vanya terlihat semakin lemah, wajahnya Yang biasanya berseri kini menjadi pucat seperti tak berdarah.


"heh kalau kamu ngak mau makan, kamu bisa mati di sini" ucap sandi kasar sambil menatap vanya.


"biarin aku mati di sini, itu Yang kamu mau bukan? " jawab vanya dengan suaranya seraknya


"Kamu makan sekarang atau aku.... " ucapan sandi belum selesai namun di potong oleh vanya.


" atau aku apa?? , kamu mau pukul aku? pukul. kamu sudah membunuh janin ku, kalau kamu mau bunuh aku, bunuh aja sekalian". tegas vanya sambil meneteskan air matanya.


" Hentikan omong kosong mu, aku tidak pernah membunuh siapa pun. sekarang kamu makan, aku ngak mau kamu mati di sini". sandi melangkah meninggalkan vanya.


" tunggu dulu, aku bisa minta alat shalat? " Tanya vanya sebelum sandi melangkah keluar pintu.


"nanti anak buah ku bawakan" jawab sandi sambil menutup pintu kamar vanya Dan tak lupa untuk mengguncinya.


vanya memakan semua makanan Yang di bawakan oleh sandi agar tubuhnya kembali sehat. supaya bisa mencari jalan keluar.


" aku harus keluar dari sini"


tak Lama anak buah sandi datang memberikan perlengkapan shalat untuk vanya.

__ADS_1


" ini Yang kau minta bukan?


vanya mengangguk kemudian menggambil perlengkapan itu.


ketika vanya sedang melaksanakan shalat tiba tiba sandi tak sengaja melihat nya. Dan memperhatikan vanya dari sisi pintu kamar.


selesai melaksanakan shalat vanya melantukan ayat ayat suci al-quran. seketika sandi meneteskan air matanya mendengar ayat suci Yang di lantunkan oleh vanya.


ternyata sandi teringat istrinya Yang meninggal karena kecelakaan. istrinya meninggal saat ingin pergi ke kantor untuk mengantarkan makan siang untuknya.


sayangnya dalam perjalanan ada sebuah mobil Yang menghadang di depan mobil tia istri sandi. sehingga tia membanting setang Dan mobilnya masuk ke jurang.


kejadian itu seperti menjadi luka Yang sangat dalam untuk sandi. bahkan sampai saat ini sandi pun belum bisa melupakan istrinya.


"Bagaimana ini cara agar aku bisa keluar dari sini"vanya melihat keluar banyak sekali anak buah sandi Yang berjaga di sana.


vanya membuka pintu kamar, ternyata tidak di kunci. vanya jalan menggindip ke luar dengan hati hati agar tidak ada Yang melihatnya.


"mau kemana kamu? " sandi menarik tangan vanya


"lepaskan aku, aku ingin pulang. lagian kenapa kau menyekap ku, aku tidak punya masalah dengan mu" tegas vanya sambil berusaha melepaskan cengkraman tangan sandi

__ADS_1


" kau tau istriku meninggal karena suami mu, Dan suami mu juga Yang selalu berusaha menjatuhkan ku dengan memenangkan tender. apa kau ingin aku membunuh suami mu?" jelas sandi sambil menatap tajam vanya.


"Apa maksud mu istri mu meninggal karna suami ku? " Tanya vanya.


" Iya karna perbuatan anak buah suami mu istri ku kecelakaan Dan meninggal"


deg vanya tercengang mendengar penjelasan dari sandi. wajar saja sandi menyandranya, apa sandi juga akan menghabisi vanya?


"Aku minta maaf aku tidak tau menahu soal itu, tapi aku yakin itu terjadi karna murni kecelakaan. " vanya mencoba meredahka sandi.


"Tidak mungkin, aditya adalah musuh bisnis ku dari dulu, jadi wajar saja dia melakukan itu atas dasar ingin melihatku menderita. Dan sekarang saatnya dia Yang akan merasakan kehilangan istri tercintanya" ucap sandi sambil menodongkan pisau ke arah vanya.


" engak.... aku mohon jangan bunuh aku, aku mohon" tangis vanya pecah saat dia di sudutkan Dan di todong oleh pisau di tangan sandi.


"Aku juga ingin melihat aditya menderita karena kehilangan istri tercintanya"


" aku mohon pada mu, jangan lukai aku. aku minta maaf atas nama aditya, aku yakin dia tidak melakukan itu"vanya berbicara sambil menanggis


sandi Yang awalnya ingin sekali menghabisi vanya kini merasa tidak tega Dan iba melihat tangis vanya. Dan merasa tidak bisa menghabisi orang yang tak berdosa.


kemudian sandi menarik tangan vanya Dan kembali memasukkan vanya dalam kamar.

__ADS_1


" Apa Yang terjadi pada ku?, kenapa aku tidak tega melihatnya menanggis. padhal sedikit lagi aku bisa menghabisinya dan membuat aditya merasakan apa yang aku rasakan.


__ADS_2