Sekretarisku Canduku

Sekretarisku Canduku
Episode 70 CANGGUNG


__ADS_3

semangat pagi vanya menyiapkan sarapan untuk aditya. sehabis solat subuh vanya sibuk di dapur, setelah berminggu minggu tidak menyiapkan sarapan untuk suaminya, Dan makan bersama dengannya. mungkin pagi ini vanya ingin memulai lembaran baru Dan berusaha menghilangkan kesedihannya. karena janin Yang telah gugur.


"biar saya bantu ya buk"ucap bik yem melihat vanya sedang mondar mandir di dapur.


"Tidak bik, bibik bersih bersih saja, saya ingin menyiapkan sarapan untuk suami saya"ucap vanya sambil tersenyum agar tidak menyinggung perasaan bik yem."oh iya bik, selama saya tidak ada. apa makanan aditya"tanya vanya sambil berjalan mondar mandir ke meja makan untuk menghidangkan makanan di atas meja.


"Bapak tidak banyak makan buk, hanya menghabiskan beberapa buah Dan roti kemudian minum susu saja. saya sudah memasak tetapi bapak tidak mau makan"jelas bik yem, Yang merasa apakah majikannya tidak suka dengan masakannya.


Dasar anak nakal, bisa bisanya dia tidak makan, pantas saja dia terlihat kurus kering ketika aku tidak bersamanya gerutu vanya dalam hati sambil menggelengkan kepalanya.


"Maaf ya bik, mungkin suami saya khawatir dengan sama, makanya dia tidak nafsu makan. tapi bukan berarti masakan bibi tidak enak"vanya seakan bisa mengetahui perasaan bik yem.


"Iya buk tidak papa, saya mengerti"perasaan bik yem sedikit lega.


"Oh iya bik, jangan panggil saya ibu ya, saya kan lebih muda dari bibi, panggil saya sepantasnya usia saya saja ya"ucap vanya tersenyum.


"Tapi kan bu vanya majikan saya, terus saya harus panggil apa dong"


"Terserah bibi saja, Yang penting saya tidak terlihat tua"celetuk vanya tersenyum lebar.


vanya sedang asik berbicara dengan bik yem sehingga tidak menyadari keberadaan suaminya.


Aditya berjalan sempoyongan dengan menggunakan baju rumah.

__ADS_1


"Sayang.... "aditya memeluk vanya dari belakang sambil memejamkan matanya di bahu vanya.


"Aditya... ada bik yem, kamu ini tidak tau malu ih"vanya mencoba melepaskan pelukan aditya, karena merasa canggung dengan bik yem.


namun sayangnya aditya bukannya melepas pelukannya tapi malah mengeratkan pelukannya.


"Tidak papa non, saya juga pernah muda. kalau begitu saya mau nyapu halaman belakang dulu ya non" bik yem meninggalkan vanya Dan aditya sambil tersenyum melihat keharmonisan majikannya.


"Aditya.. aku tidak bisa bergerak kalau kamu meluk aku seerat ini"ucap vanya kesal karna aditya tidak mendengarkannya. vanya memutar badannya sehingga berhadapan dengan aditya.


Aditya yang matanya tadi terpejam, kini membuka matanya lebar lebar karena wajah istrinya berada di dekat dengan wajahnya. "kamu cantik banget si Yang"aditya tersenyum Dan menciumi pipi vanya dengan gemasnya.


"Aditya kmu ini belum cuci muka, masih ileran udah nyium nyium aku"ucap vanya sambil memanyunkan bibir kecilnya itu.


"Dasar bayi kolot"ucap vanya menatap aditya sinis, kemudian tersenyum melihat tingkah aditya Yang konyol. tidak menyangka seorang aditya wakil pemimpin perusahaan Yang di kenal tegas Dan berwibawa bisa semanja itu seperti anak kecil.


selesai menyiapkan sarapan, vanya menyusul aditya ke kamar mereka.


"Aditya. ...." teriak vanya ketika membuka pintu, sambil membalikan badannya.


"kenapa si sayang teriak-teriak.. bisa tuli ini telinga aku"


"kamu kenapa ngk pakai handuk si"kesal vanya.

__ADS_1


"memang kenapa, kan aku di dalam kamar. Dan tidak ada Yang liat, cuma kamu"dengan santainya aditya berjalan tanpa busana kemudian merampas handuk Yang ada di dekatnya.


"Iya aku jadi liat kan"


"udah deh sayang, kamu bukan cuma udah liat tapi udah ngerasain sensasinya"aditya terkekeh


vanya membelalak kemudian membalikan badanya. Dan langsung memukul dada bidang aditya.


"Auu.. kenapa kamu pukul aku,apa Yang aku katakan benar bukan? "


"Sudah jangan di bahas lagi aku mau mandi, gerah sekali habis masak"ucap vanya Yang ingin melangkahkan kakinya ke dalam kamar mandi.


"Ih apa si sayang, aku bauk jangan dekat dekat, aku mau mandi" ucap vanya Yang tangannya di tarik dengan aditya.


"aku tidak mencium bau apa pun" ucap aditya membuka satu persatu kancing baju vanya.


"sayang.... aku ini beneran bau, aku habis masak rasanya tubuh ku lengket semua"vanya menghentikan tangan aditya.


"Tenang lah aku tidak akan melakukannya sekarang, aku hanya ingin membantumu membuka pakaian mu"


"Tidak tidak aku bisa sendiri"vanya masih saja merasa malu di depan suaminya.


"Tapi aku ingin membantu, sudah lama aku tidak melihat tubuh mu yang indah ini"ucapnya sambil mengelus tubuh belakang vanya.

__ADS_1


"Apaan si yang"vanya langung masuk ke dalam kamar mandi dan menutup pintunya tidak lupa menguncinya. agar aditya tidak bisa masuk.


__ADS_2