
Aditya melamun merindukan keberadaan istrinya di sisinya. biasa nya jika vanya tidak ada di kantor aditya pasti menjemput vanya ke butik atau ke kantor papanya. tapi kinj sudah hampir 2 minggu vanya tak juga kembali.
" Aku ngak bisa ngandelin anak buah ku saja"
aditya bangkit dari duduknya sambil menyambar kunci mobil di atas meja kemudian melajukan mobilnya untuk mencari vanya.
di tengah perjalanan aditya melihat sosok yang di kenali nya, dan hampir saja menabraknya.
" vanya..." sosok itu tak lain adalah vanya yang sedang di kejar oleh anak buah kevin.
aditya yang melihat vanya berlari masuk ke sebuah hutan. langsung mengejar vanya.
bruk... aditya melempar kan kayu ke arah anak buah sandi, kemudian aditya menghadapi satu per satu anak buah sandi. sayangnya aditya tak membawa anak buahnya dan tak sempat menelfonnya.karena pertemuannya tidak di sengaja.
setelah aditya mengalahkan anak buah sandi, aditya menghampiri vanya.
" sayang kamu ngak papa kan, apa kamu terluka?" tanya aditya melihat vanya.
vanya langsung memeluk suaminya, tangis nya pecah jika mengingat janinnya sudah tak ada lagi.
"sudah jangan menangis, aku tak pernah melihat seorang vanya menangis" ucap aditya mencoba menenangkan vanya.
vanya masih memeluk aditya, mungkin kmu belum tau aku menangis karna aku tidak bisa menjaga calon anak kita dit, kalau kamu tau pasti kamu bakalan kecewa sama aku" batin vanya mendengar ucapan aditya.
"Aditya awas..." vanya memutar tubuhnya dengan aditya
__ADS_1
" vanya........... " aditya berteriak sambil memeluk tubuh vanya yang jatuh di dekapannya..
ternyata vanya terkena tusukan karena ingin menyelamatkan aditya, dari sandi yang ingin menghabisi aditya.
" Bereng**k kau, kenapa bukan kau melukai istri ku" ucap aditya.
"Sekarang kau akan merasakan bagaimana kehilangan seorang istri yang kau sayang" ucap sandi meskipun gagal menghabisi aditya, tapi dia merasa sedikit puas karena melihat aditya menderita.
Aditya langsung mengangkat tubuh vanya, dan membawanya ke mobil untuk pergi ke rumah sakit.
" sayang kamu pasti kuat... bertahan lah" aditya melajukan mobilnya dengan cepat supaya segera sampai di rumah sakit.
tak lama aditya sampai di rumah sakit terdekat.
" Baik pak, kami akan berusaha semaksimal mungkin" ucap dokter menutup ruang UGD.
" Kenapa kau harus menyelamatkan ku vanya, sekarang kau yang menjadi korban" aditya meremas kepalanya merasa bersalah.
Aditya mondar mandir di depan ruang UGD sambil menunggu dokter keluar.
" Halo ma.. ini aditya, vanya ada di rumah sakit ma" aditya mengabari ibu indah.
" Apa vanya kenapa dit" bu indah sedikit terkejut dan khawatir.
" Ceritanya panjang ma" ucap aditya sambil meneteskan air matanya.
__ADS_1
" Ya sudah tante ke sana sekarang, kamu sharelok ya"
" Iya ma" aditya langsung mengirim lokasinya.
Aditya mencoba mengabari orang taunya juga dengan mengirimkan pesan.
" Ma.. pa, vanya masuk rumah sakit karena tertusuk penjahat" pesan aditya untuk orang tuannya
tak lama aditya mondar mandir di depan ruangan kini dokter akhirnya keluar.
" Bagaimana dok keadaan istri saya" tanya aditya
" Maaf pak kami sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi Tuhan berkehendak lain. istri bapak tidak dapat di selamatkan karena sudah banyak mengeluarkan darah. bapak yang sabar ya" ucap dokter.
" Engak.... engak mungkin dok, pasti dokter salah" aditya tak terima mendengar ucapan dokter. yang menyatakan vanya tidak dapat di selamatkan.
aditya langsung masuk ke dalam ruangan dan melihat vanya yang terbaring.
" sayang... kamu ngk mungkin ninggalin aku kan, aku masih bernafas kan sayang.." aditya memeluk menciumi wajah sambil menangis. " Engak vanya ayo.. sayang bangun, aku mohon jangan tinggalin aku vanya.. ini semua salah ku"Aditya memukul kepalanya keras...
" Aditya... hentikan apa yang terjadi dengan vanya" tanya bu indah melihat aditya prustasi.
" vanya ma... vanya tidak bisa di selamatkan "tangis aditya semakin haru karena tak bisa menerima semua ini....
" Apa... " bu indah seketika lemas dan jatuh di pelukan pak alex. " Engak mungkin vanya... bangun nak ini mama, mama ada di sini nak" bu indah memeluk vanya dan menciumi putrinya.
__ADS_1